MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
AKU MERINDU MU


__ADS_3

"Terima kasih sudah menunggu Fang Yin,tuan Edward saat ini data yang Fan Yin dapat, memang ada satu organisasi yang masuk ke Negara Cambodia menggunakan jalur laut beberapa hari yang lalu,semua orang memakai pakaian hitam dan mereka seperti membawa satu barang besar yang diangkut bersama-sama"


Fang Yin memperlihatkan CCTV yang berada di dermaga.


"Albert kau lihat sesuatu yang mereka bawa dan terbungkus oleh kain?"


Alexander mengatakan hal tersebut kepada Albert dan kini Albert mulai memperhatikan dengan lebih teliti lagi.


"Peter coba gunakan tehnologi canggih kita untuk membuka penutup barang yang mereka bawa tersebut"


"Baik tuan Albert"


Peter segera kembali menghadap ke laptopnya dan mencoba membuka penutup barang yang mereka bawa,dengan tehnologi canggih milik Chandradinata Peter dengan mudah bisa membuka penutup barang yang terlihat dari video CCTV yang telah diberikan oleh Fang Yin.


"Tuan sudah selesai"


"Tampilkan di layar Peter"


"Baik tuan Alexander"


Peter menuruti apa yang telah dikatakan oleh Alexander dan begitu video tersebut kembali muncul nampak bungkusan barang tersebut berubah menjadi tubuh Lilian dalam keadaan pingsan yang di angkat oleh mereka.

__ADS_1


"Kurang ajar!"


Edward begitu marah ketika Edward kini mengetahui bahwa benar Lilian berada di Cambodia bersama dengan kelompok mafia naga hitam.


"Edward tenangkan dirimu, baiklah nona Fang Yin persiapkan segalanya dengan baik di Cambodia,karena esok hari kita akan pergi kesana"


"Baik tuan Richard"


Setelah mengatakan hal tersebut layar raksasa kembali meredup dan Fang Yin mempersiapkan kedatangan angoota Chandradinata.


"Baiklah karena kita sudah mengetahui keberadaan Lilian,ada baiknya sekarang kita beristirahat esok hari akan menjadi hari yang melelahkan untuk kita semua"


Jian Lee mengatakan hal tersebut kepada semua peserta rapat dan kini satu persatu dari mereka meninggalkan ruangan rapat tersebut untuk beristirahat.


"Boleh aku masuk?"


Albert yang berada di depan pintu kamar meminta izin kepada Michelle untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Masuklah Albert"


"Baiklah"

__ADS_1


Albert tersenyum mendengar apa yang dikatakan Michelle kepadanya.


"Albert kenapa kau malah kesini? kenapa kau tidak beristirahat?esok hari kau akan pergi ke Cambodia kan?"


"Hei darimana gadis cantik ku ini tau jika esok hari aku akan pergi ke Cambodia?"


Albert mengatakan hal tersebut sambil memeluk mesra pinggang Michelle.


"Karena aku punya ini"


Michelle menunjukan satu alat kecil,alat yang berada di telingga Michelle tersebut dapat mendengarkan semua percakapan yang terjadi di ruang rapat.


"Kau juga punya alat pelacak?"


"Ya,papa Richard yang memberikan hadiah ini kepada ku saat aku berulang tahun,jadi sekarang kau belum menjawab pertanyaan ku Albert"


Michelle membalikan badan,dan kini posisi mereka saling berhadapan.


"Aku rindu padamu,aku ingin menghabiskan malam ini bersama dengan mu sebelum kepergian ku ke Cambodia esok hari"


Albert mengatakan hal tersebut sambil menempelkan hidungnya ke hidung Michelle,kini mereka bisa merasakan hembusan nafas yang begitu kuat.

__ADS_1


"Tapi aku tidak mengizinkan mu untuk menghabiskan malam ini bersama dengan ku,yang aku inginkan adalah kau harus beristirahat agar esok hari kau bisa lebih segar"


Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yah ayang banyak agar authornya semangat


__ADS_2