
Selamat datang tuan Luo,kini kau bisa segera melakukan tugas mu"
"Terima kasih tuan Lio"
Satu laki - laki paruh baya membungkukkan badan kepada tuan Lio.
"Kau tau bahwa nona Keisha istri tuan Alex tersebut sampai saat ini masih begitu sayang pada mu,dan hal ini bisa kau manfaatkan lebih lagi untuk bisa melakukan rencana yang telah tersusun"
"Hamba mengerti tuan Lio"
"Bagus segala sesuatu yang akan kau lakukan akan mendapatkan imbalan,Cuen berikan apa yang sepantasnya tuan Luo terima"
"Baik tuan Lio"
Cuen segera membuka satu koper yang penuh berisikan uang,dan koper tersebut di berikan kepada tuan Luo.
"Supir akan mengantarkan mu ke salah satu apartment yang dekat dengan mereka,Cuen antarkan tuan Luo untuk masuk ke dalam apartment tersebut"
"Baik tuan Lio"
Setelah mendengarkan apa yang dikatakan oleh tuan Lio,Cuen mengantarkan tuan Luo untuk masuk ke dalam mobil menuju ke apartment yang akan ditinggali untuk sementara.
Sementara itu di kediaman rumah utama, acara perayaan kehamilan Keisha sudah selesai,semua orang masuk ke dalam kamarnya masing - masing untuk beristirahat.
"Sayang,ada apa dengan mu?malam ini kau nampak sangat gelisah"
Alexander menyusul Keisha yang saat ini berada di balkon kamar.
"Alexander aku merindukan Kakek"
Deg
Perkataan Keisha dengan bahasa isyarat membuat hati Alexander terhentak,karena sampai saat ini Alexander belum memberitahukan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Kakek Keisha.
"Kemarilah"
Alexander meminta Keisha untuk masuk ke dalam pelukannya.
"Aku akan memeluk mu agar kau tidak merindukan Kakek mu lagi"
__ADS_1
Alexander mengatakan hal tersebut sambil mencium puncak kepala Keisha berkali-kali.
"Alexander apakah tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengambil Kakek dari tangan tuan Lio?"
Keisha yang mengendurkan pelukannya terhadap Alexander kini mulai mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat yang Keisha miliki.
"Sampai saat ini belum memikirkan cara itu sayang"
"Kenapa?"
Kini Alexander hanya bisa menatap wajah istrinya tersebut saat sebuah pertanyaan muncul dari bahasa isyarat yang Keisha miliki.
"Ada beberapa hal yang harus aku selidiki terlebih dahulu sebelum aku mengambilnya dari tuan Lio"
Keisha yang mendengarkan jawaban dari Alexander kini hanya bisa menatap wajah sang suami, Keisha mencoba mencari kebenaran dari wajah yang saat ini masih menatapnya tersebut.
"Ada apa,apakah kau tidak percaya dengan setiap perkataan ku tadi?"
Alexander kembali mengatakan hal tersebut kepada Keisha, Alexander seolah -olah mengetahui bahwa saat ini sang istri sedang mencari tau kebenaran dari wajahnya.
"Alexander,aku adalah istri mu,pasti aku akan sangat percaya pada mu,satu hal aku hanya ingin pernikahan kita ini bahagia,dan salah satu yang membuat pernikahan ini bahagia adalah kejujuran dari ke dua belah pihak, memang kejujuran itu tak selamanya indah,namun akan lebih saling menyakiti jika kebohongan itu ada di tengah - tengah kebahagiaan kita"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan Alexander hanya bisa memandang semua perkataan istrinya tersebut.
"Janji"
"Janji sayang,ayo masuklah angin malam tidak akan bagus untuk wanita hamil"
Keisha tersenyum dan memeluk erat Alexander, Keisha wanita dengan cinta kasih yang tulus tidak pernah mengetahui bahwa banyak sekali yang menginginkan kematian nya.
Sayang maafkan aku yang sampai saat ini belum bisa mengatakan hal ini kepadamu, kebenaran yang masih aku simpan dengan rapat,aku harus melakukan penyelidikan kenapa Kakek mu begitu tega menjual mu,jika dia betul-betul sayang pada mu meskipun keadaan kalian pada saat itu penuh dengan kekurangan tetap Kakek tidak akan melakukan hal tersebut kepada mu.
Alexander mengatakan hal tersebut sambil masih memeluk Keisha di atas tempat tidur, Keisha yang sudah terlelap tidak menyadari pelukan hangat dari suaminya,Keisha yang sudah terlelap tidak menyadari jika saat ini Alexander sedang mencoba mencari jati diri Keisha yang sebenarnya.
Malam ini Alexander kembali tidak dapat tidur karena pikirannya masih tertuju kepada tuan Luo Kakek yang sangat di cintai oleh istrinya,namun sang Kakek tersebut lah yang menjual Keisha sehingga Keisha bisa terdampar di Negara W ini.
"Apakah kau serius ingin tetap ke toko bunga pagi ini?"
Alexander yang membantu mengeringkan rambut Keisha pagi ini sedang mencoba untuk menahan sang istri yang tetap ingin pergi ke toko bunga.
__ADS_1
"Ya Alex,aku merindukan toko bunga ku ini,toko ini adalah hadiah terindah yang aku terima dari suami yang sangat aku cintai,dan aku berjanji akan menjaga toko itu dengan baik"
Keisha mengatakan semua hal tersebut dengan bahasa isyarat dan Alexander melihat semua perkataan Keisha tersebut dari cermin.
"Ya,ya aku akan mencoba mengerti posisi mu sayang,ayo kita berangkat,aku akan mengantarkan mu terlebih dahulu,kita sarapan saja di mobil,pagi ini aku harus menghadiri rapat penting"
Alexander mengajak Keisha untuk berangkat terlebih dahulu karena pagi ini Alexander akan bertemu dengan seseorang.
"Nanti aku yang akan menjemput mu,jadi jangan tinggalkan toko bunga ini sebelum aku datang,apa kau mengerti?"
Mobil Alexander yang kini sudah berada di depan toko bunga membuat Alexander harus banyak berpesan beberapa hal tersebut kepada Keisha,dan Keisha hanya menganggukan kepala mendengarkan semua perkataan suaminya.
"Hati - hati suami ku sayang"
Keisha mengatakan hal tersebut dan mencium kening Alexander,lalu keluar dari dalam mobil, Keisha melihat mobil Alexander yang semakin menjauh dan semakin lama semakin tidak terlihat.
"Keisha"
Deg
Satu suara yang sangat tidak asing tiba - tiba memanggil namanya saat Keisha akan masuk ke dalam toko bunga dan begitu Keisha menoleh Keisha melihat satu sosok paruh baya yang sangat dia kenal.
"Kakek, bagaimana Kakek bisa berada disini?"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil berlari ke dalam pelukan sang Kakek.
"Ceritanya panjang sayang,Kakek lari dari tempat tuan Lio,sayang Kakek lapar boleh kita makan dulu?"
"Tentu saja kek"
Keisha mengatakan hal tersebut sambil berlinang air mata dan langsung membawa sang Kakek tersebut masuk ke dalam toko bunga.
"Kakek sekarang ceritakan kepada Keisha apa yang sebenarnya terjadi?"
Setelah selesai makan, Keisha mencoba mengajak sang Kakek untuk berbicara.
"Sayang,kenapa kau tidak mencari Kakek? kau tau Kakek sangat menderita di bawah cengkraman tuan Lio,setiap hari Kakek mendengarkan berita kau dengan tuan muda Alexander yang sangat terkenal itu,namun kau sama sekali tak mengingat Kakek lagi"
Deg
__ADS_1
Hati Keisha sangat sedih saat sang Kakek mengatakan hal tersebut kepadanya.
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yah ayang banyak agar authornya semangat