
Alexander tidak pernah terbayangkan di dalam hidupku jika hari ini aku harus pergi untuk menyerang mu,kau adalah salah satu sahabat terbaik ku..
Albert hanya bisa mengatakan hal tersebut di dalam hatinya,saat ini hati Albert begitu sedih karena untuk pertama kalinya Albert harus melakukan perlawanan terhadap sahabat nya sendiri.
Semua anggota Chandradinata yang melewati jalur darat kini sudah sampai di depan pintu utama gerbang rumah putih,satu per satu dari mereka keluar dari dalam mobil.
"Tuan Richard"
Satu pengawal yang sedang berjaga menyapa Richard yang sudah berdiri di balik gerbang rumah putih.
"Buka pintu ini!"
Richard mengatakan hal tersebut dengan sangat tegas kepada pengawal tersebut.
"Maaf tuan Richard,tapi kami di minta oleh tuan Alexander untuk tidak membukakan pintu kepada siapapun anggota Chandradinata yang akan masuk ke rumah ini"
"Termasuk aku?"
"Ya tuan"
"Baiklah jika seperti itu keadaannya,maafkan kami jika harus melawan kalian semuanya"
Dengan cepat Richard menembak CCTV yang berada di depan pintu gerbang,terjadi ledakan kecil saat CCTV tersebut di tembak,semua orang berpencar mencari keamanan nya sendiri.
Alarm tanda bahaya mulai berbunyi saat Richard berhasil menembak camera CCTV.
"Semua,ayo masuk"
Richard berteriak keras kepada semua orang yang melewati jalur darat.
__ADS_1
Sementara itu di dalam rumah putih.
"Tuan Alexander"
"Ada apa ini Peter?"
Alexander segera keluar dari dalam kamar Begitu mendengarkan keributan demi keributan terjadi di luar.
"Keluarga Chandradinata menerobos masuk,mereka berhasil melumpuhkan para pengawal di gerbang utama"
"Apa!!"
Alexander langsung berteriak dengan keras saat Peter mengatakan kebenaran tersebut.
"Ambilkan pistolku Peter!"
"Mereka bukan keluarga ku,jika mereka keluarga ku tidak mungkin mereka melakukan semua ini,ayo cepat!"
Alexander mengatakan hal tersebut kepada Peter dan segera kembali ke dalam kamar.
"Sayang ada apa?"
Ketika sampai di dalam kamar Melisa berpura-pura ketakutan.
"Sayang, keluarga Chandradinata menyerang kita"
"Apa menyerang?kenapa mereka melakukan hal itu?"
"Entahlah aku tidak mengerti"
__ADS_1
"Alexander jika mereka sampai melakukan hal ini berarti mereka bukan keluarga yang baik untuk mu"
"Ya kau benar"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil membuka lemari dan mengeluarkan rompi anti peluru.
"Aku berpesan kepada mu,apapun yang terjadi jangan pernah keluar dari dalam kamar ini,apa kau mengerti!"
"Ya Alexander aku mengerti"
"I love you"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil mencium bibir Melisa dan setelah itu pergi dari hadapan Melisa.
"Alexander kau bodoh,aku akan mencari cara untuk kabur,mana mungkin aku membiarkan diriku di tangkap oleh keluarga mu"
Setelah mengatakan hal tersebut Melisa segera mengambil boneka voodo nya, mengambil ponsel dan menghubungi seseorang dengan ponselnya.
"Baik aku mengerti apa yang harus aku lakukan"
Setelah Melisa selesai dengan panggilan di dalam ponselnya, Melisa kembali duduk dengan tenang di dalam kamar untuk mengucapkan beberapa mantra yang terakhir kalinya.
"Kau harus tau keluarga Chandradinata meskipun kalian berhasil untuk mengambil Alexander kembali,namun kalian hanya akan mendapatkan raganya saja, karena jiwa nya sudah berada di dalam gengganman tangan ku"
Melisa tersenyum dengan semua hal yang telah dia lakukan.
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.
__ADS_1