
Melisa kini menyapa Edward yang sejak tadi berdiri di samping mereka dan memperhatikan apa yang mereka lakukan.
"Paman baik -baik saja nona"
"Syukurlah"
"Sayang,ayo kita pulang aku rindu ingin bertemu dengan Bibi Kim"
"Alex"
Belum sempat Alexander menjawab perkataan Melisa,kini Edward yang lebih dulu bersuara kepada dirinya.
"Ya Pa"
"Papa sepertinya tidak akan ikut kalian kembali ke rumah utama,tapi Papa akan langsung pergi kekantor,apa kau tidak apa - apa jika kembali dengan Melisa dan tanpa Papa?"
"Ya Pa Alex akan baik - baik saja,hari ini Alex sudah memberitahukan Peter jika Alex tidak kekantor dan meminta Peter untuk mengurus semuanya"
"Bagus tetaplah bertanggung jawab dengan pekerjaan mu meskipun kau adalah seorang pemimpin di sana,Papa pergi dulu"
Edward menepuk pundak Alex dan segera berlalu dari hadapan mereka.
"Sayang,sebelum kau sampai di rumah utama aku akan menceritakan beberapa hal kepadamu"
"Beberapa hal apakah itu?"
"Sebelum aku menceritakan hal tersebut,kau harus berjanji kau tidak akan marah jika aku berkata jujur kepada mu"
Melisa memandangi wajah sang kekasih ketika dia mengatakan hal tersebut kepadanya,Alex yang sudah dikenal Melisa di bangku kuliah di Negara H,ketampanan dan kepintaran dari Alexander yang pada akhirnya membuat Melisa jatuh cinta dan pada akhirnya cinta tersebut bersambut meskipun di tengah -tengah perkuliahan mereka Melisa harus pindah ke Barcelona karena ke dua orang tuanya memiliki bisnis baru di sana,namun hubungan cinta mereka yang berjarak tidak menghalangi untuk mereka tetap setia dan menjaga hati mereka masing -masing.
"Aku tau kejujuran itu tidak selalu berbuah manis,tapi aku akan berusaha untuk tidak marah kepadamu ketika kau mengatakan hal itu,hal tersebut karena aku menghargai kejujuran itu"
"Baiklah ayo ke mobil,aku akan menceritakan hal tersebut di dalam perjalanan kita kembali ke rumah utama"
"Ayo"
Alexander mengajak Melisa menuju parkiran mobil dan masuk ke dalam mobil tersebut,kini dengan perlahan mobil itu mulai meninggalkan Bandara.
"Alex, sekarang kita sudah dalam perjalanan pulang,ayo ceritakan kepadaku"
"Baiklah,saat ini di rumah utama ada seorang gadis yang menjadi pelayan pribadiku"
"Lalu apa yang perlu membuat aku khawatir?"
"Identitas dari pelayan pribadiku itu"
"Katakan"
"Dia seorang nona malam,aku membawa nona malam ke rumah dan aku jadikan pelayan pribadi"
__ADS_1
Mata Melisa membulat mendengarkan penjelasan dari Alexander,namun itu pada akhirnya tak berlangsung lama.
"Katakan kepadaku,mengapa kau memilih nona malam itu untuk menjadi pelayan mu?"
"Karena aku kasihan kepadanya"
"Kasian,apa yang perlu dikasihi dari wanita itu?"
"Karena dia menjadi nona malam bukan karena keinginannya tapi"
"Tapi apa Alexander?"
"Kemungkinan dia menjadi seorang nona malam akibat perdagangan manusia,aku seperti melihat Lilian di dalam wanita itu,kau harus tau dia tidak dapat berbicara"
"Dia bisu?"
"Ya,wanita itu bisu"
Kini mata Melisa kembali meredup mendengar kan semua penjelasan dari Alexander.
"Baiklah aku percaya kepada penjelasan mu,begitu sampai di rumah utama perkenalkan aku dengan dirinya"
"Jadi kau tak marah dengan semua kejujuran ku?"
"Tidak,aku bangga dengan kekasihku karena memiliki empati yang tinggi"
"Alex,aku sedang tidak mau kau cium"
Melisa langsung menghalangi Alex dengan ke dua tangannya ketika Alex akan mencium bibir Melisa.
"Jangan pelit!"
"Aku akan pelit untuk hal ini"
Melisa menjulurkan lidahnya kepada Alex.
"Kemarilah,aku hanya ingin memelukmu"
Alex meraih tubuh Melisa kedalam dekapannya dan Melisa mengikuti gerak langkah tangan Alex.
Sementara itu di Rumah Sakit pada hari ini terjadi pertengkaran yang hebat antara Albert dan juga Michelle karena Albert terus saja mengikuti kemanapun Michelle pergi.
"Adik kecil,aku serasa memiliki ekor,dan ekor itu adalah dirimu, bisakah kau berhenti mengikuti langkah kakiku?"
"Tidak akan,satu lagi namaku Albert bukan adik kecil"
"Ya,ya Albert cepat kembali ke ruangan mu"
"Aku tidak mau"
__ADS_1
"Hei kau tau kau itu Dokter dan kau seharusnya bisa tetap profesional di dalam perkerjaan mu, pekerjaan mu itu memeriksa pasien,bukan menjadi ekor orang"
Michelle yang sudah tidak tahan terhadap jawaban dan sikap Albert kini perlahan mulai berdiri dan tempat duduknya sambil mengebrak mejanya.
"Percuma nona,aku tidak akan mempan dengan gertakan mu, perkataan mu yang seperti itu hanya masuk ke telinga kanan dan keluar dari telinga kiri"
Michelle menatap tajam ke arah Albert dan seperti nya Michelle kali ini sudah mulai putus asa dan pada akhirnya memutuskan untuk kembali duduk di kursinya.
"Katakan hal apa yang bisa membuatmu pergi dari sini?"
"Sore nanti setelah jam pulang kerja,aku mengajak mu makan malam, sebelum kau mengatakan setuju,aku tidak akan beranjak dari kursi ini"
Mata Michelle kembali memandang Albert dengan tajam seakan -akan tidak percaya jika Albert mengajukan syarat itu kepada nya.
"Kalau aku tidak mau?"
"Tak masalah, sebagai gantinya aku akan tetap disini dan sepanjang hari berada di kantormu ini dan tidak akan beranjak sedikit pun"
"Kau gila"
"Ya aku memang gila,jika aku tidak gila aku tidak akan mengatakan hal ini kepadamu"
Michelle begitu kesal kepada Albert,tapi Michelle seperti nya sudah kehabisan tenaga untuk berdebat dengan Albert.
"Baiklah aku ikuti permintaan mu, sekarang pergilah"
Michelle pada akhirnya setuju dengan syarat yang diajukan oleh Albert.
"Terima kasih Dokter Michelle"
"Tunggu apa lagi sekarang cepat tinggalkan ruangan ini!!"
Michelle kembali berteriak kepada Albert dan Albert segera berdiri dari hadapan Michelle dan pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Sungguh menarik sekali kau nona Michelle,aku yakin suatu saat kau akan berbalik mencintai ku.
Dengan penuh percaya diri Albert mengatakan hal tersebut ke dalam hatinya.
Sementara itu kini mobil Alexander sudah kembali ke rumah utama,saat itu kondisi rumah utama sedang sepi,semua penghuni sedang sibuk dengan aktivitas nya masing -masing,hanya nampak Keisha sedang menanam bunga mawar di taman bunga bagian depan,dan melihat mobil tuannya masuk Keisha segera membersihkan tangannya untuk bersiap menyambut tuannya itu.
"Selamat datang tuan Alexander selamat datang nona"
Keisha mengucapkan hal tersebut kepada Alexander dan Melisa dalam bahasa isyarat dan mereka baru saja keluar dari dalam mobil,Melisa melirik ke Alex dan Alex menganggukkan kepalanya seakan memberitahu Melisa bahwa gadis ini adalah gadis yang dia ceritakan tadi.
"Sayang kenalkan ini Keisha,dan Keisha kenalkan ini kekasihku Melisa"
Keisha tersenyum ke arah Melisa dan Melisa menyambut senyuman gadis itu dengan hangat.
"Halo,namaku Melisa,senang berkenalan denganmu nona Keisha"
__ADS_1