MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
TANPA PETUNJUK


__ADS_3

"Tuan Alexander"


Sebuah harapan,itu yang Alexander rasakan ketika seorang Dokter keluar dari ruangan Keisha.


"Dokter bagaimana keadaan istriku?"


"Tuan Alexander keadaan nona Keisha baik - baik saja,saat ini nona Keisha sedang beristirahat,kami mohon kepada tuan Alexander untuk sementara waktu tidak memberikan pertanyaan demi pertanyaan yang membuat nona Keisha mengalami sakit kepala hebat, perihal sakit kepala hebat ini akan di rujuk kembali ke Dokter Gladin, Dokter Psikiater yang pernah memberikan pengobatan untuk nona Keisha,apakah ada yang ditanyakan tuan Alexander? jika tidak kami akan undur diri terlebih dahulu"


"Tidak,terima kasih Dokter"


Setelah Alexander mengatakan hal tersebut Alexander segera masuk kembali ke dalam ruangan Keisha dan melihat istrinya tersebut masih tertidur .


"Sayang,kau tau aku begitu mencintai mu,kau tau bisa gila jika aku kehilangan mu,siapa kau sebenarnya?siapa jati dirimu yang sebenarnya?aku tidak akan pernah marah jika pada akhirnya aku mengetahui identitas asli mu,aku hanya ingin melindungi kau dan anak kita"


Alexander mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Keisha, Alexander tidak akan pernah membayangkan jika identitas Keisha pada nantinya terbukti.


"Jangan pernah kau tinggalkan aku,kau harus berjanji padaku"

__ADS_1


Alexander kembali mencium kening Keisha,dan setelah melakukan hal tersebut Alexander keluar dari ruangan Keisha dan kembali ke kediaman rumah utama, sebenarnya saat ini Alexander sangat enggan meninggalkan Keisha seorang diri di Rumah Sakit,namun malam hari ini seluruh anggota Chandradinata akan kembali berkumpul untuk membahas Lilian,dengan berat hati Alexander masuk kedalam mobil dan melajukan mobil tersebut ke arah rumah utama.


"Alexander, duduklah"


Jian Lee sudah berada di dalam ruangan bersama dengan yang lainnya kini mempersilahkan Alexander untuk duduk.


"Baiklah kita mulai kembali rapat kita, silahkan Richard"


Richard maju ke depan dan memperlihatkan foto CCTV yang sempat tertangkap oleh mobil Chandradinata.


"Semuanya coba lihat ini"


"Hilang? Richard coba jelaskan kepada ku mengapa seperti ini?"


Edward yang semenjak tadi mengamati mobil kini hanya bisa di buat terheran - heran dengan layar raksasa yang didepan mereka tiba - tiba padam.


"Sistem keamanan Chandradinata berhasil mereka lumpuhkan,pintu mobil juga berhasil mereka buka,dengan kata lain musuh yang kita hadapi saat ini juga memiliki terhnologi yang sudah sering kita gunakan"

__ADS_1


"Ya kau benar Richard,musuh kali ini adalah musuh dengan otak yang pintar"


Jian Lee mengatakan hal tersebut sambil terus menerus melihat segala sesuatu yang sedang di tampilkan oleh layar raksasa tersebut.


"Lalu apa rencana mu Richard?"


Kini Jian Lee kembali bertanya kepada Richard.


"Entahlah,alat -alat ku tidak berhasil melacak keadaan Lilian saat ini,jadi aku tidak tau dimana markas mereka"


"Kurang ajar,berani membuat putri kecilku terluka maka kalian akan berurusan dengan mu!"


Edward mengatakan hal tersebut dengan penuh kemarahan, amarahnya saat ini betul- betul tersulut.


"Jian Lee apakah kau memiliki pentunjuk kecil untuk kasus kali ini?"


Richard sekali lagi bertanya kepada Jian Lee,dan yang Richard peroleh hanya gelengan kepala dari Jian Lee.

__ADS_1


"Aku tidak mendapatkan petunjuk apapun dari kasus kali ini Richard"


Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yah ayang banyak agar authornya semangat


__ADS_2