
"Tuhan, Engkau mempertemukan aku dengan Michelle untuk melengkapi kekurangan nya,bukan untuk mengungkit masa lalunya,maafkan aku yang sejenak terlalu egois dengan logika dan hampir melepaskan gadis yang menyimpan semua sisi gelapnya seorang diri"
Albert segera berdiri dan kembali berjalan menembus dingin nya malam sambil mengatakan hal tersebut.
Rasa cinta Albert pada akhirnya mengalahkan segala logika yang begitu kuat di dalam dirinya.
"Tidak ada seseorang yang sempurna,bukan melihat masa lalu seseorang,namun menjadi penting apakah orang tersebut masih berada di dalam masa itu atau sudah meninggalkan dan menutup rapat - rapat masa lalu tersebut dan kau sudah melakukannya dengan baik sayang"
Di dalam mobil di parkiran Rumah Sakit Albert kembali mengatakan hal tersebut, setelah berjalan kaki dengan sangat panjang, membawa Michelle di dalam gendongan nya, melayani orang sangat dia cintai,kini Albert mengerti bahwa yang terpenting bukan masa lalu dari orang tersebut, melainkan apakah dia sudah meninggalkan atau masih hidup di dalam masa itu.
Dengan tersenyum Albert melajukan kendaraaan nya,saat ini hati Albert sudah jauh lebih tenang.
Sementara itu di rumah putih Alexander sedang kebingungan menghadapi Keisha yang saat ini sedang hamil muda.
"Baik Mama Kim, Alexander mengerti"
Alexander yang sudah selesai berkonsultasi dengan Kimmy mengenai bagaimana cara untuk menghadapi istri yang sedang hamil langsung mematikan ponselnya dan beranjak dari ruang kerja menuju ke kamar.
"Sayang,buka pintu,kenapa kau kunci aku di luar seperti ini?"
Alexander sangat kaget ketika sampai di pintu kamar,pintu kamar tersebut di kunci oleh Keisha.
"Sayang apa salah ku?ayo kita bicara,jangan kau seperti ini buka pintu nya"
Alexander coba untuk mengetuk pintu kamar tersebut kembali,namun hanya kebisuan yang dia dapatkan.
"Sayang,aku mohon"
"Alexander jangan mendekati aku,nanti kepala ku bisa sakit dan perut ku mual"
Keisha yang pada akhirnya membuka pintu kamar langsung meminta Alexander untuk menjauh, Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat yang dia miliki.
"Apa salah ku?"
"Kau tidak salah apapun Alexander,aku juga tidak mengerti jika kau mendekat ke arah ku, kepalaku langsung sakit dan perutku langsung mual"
Keisha berusaha menjelaskan kebingungan nya ini dengan bahasa isyarat kepada Alexander.
"Lantas sekarang aku harus tidur dimana sayang?"
Alexander mulai frustasi ketika dia tidak di izinkan untuk masuk ke dalam kamarnya sendiri oleh Keisha.
"Rumah ini memiliki banyak kamar,kau bisa tidur di dalam kamar tersebut"
__ADS_1
Keisha mencoba untuk memberikan solusi kepada Alexander dengan bahasa isyarat.
"Ya aku tau,tapi tanpa kau berada di samping ku,mana mungkin aku bisa tidur?"
"Jangan mendekat Alexander!"
Keisha yang mengetahui Alexander segera mendekat Langsung menyilangkan ke dua tangannya.
"Sayang, apakah ini hukuman yang diberikan oleh anak kita kepada ku?"
"Aku juga tidak mengerti Alexander,jadi aku mohon jangan mendekati ku untuk malam ini"
Keisha kali ini betul - betul memohon kepada Alexander untuk betul - betul tidak mendekat ke arahnya.
"Baik,baiklah aku akan melakukan hal ini untuk mu,untuk anak kita,namun esok hari kita periksakan ini ya sayang,aku tidak akan pernah sanggup untuk menjauh dari mu terlalu lama"
Alexander kini memohon kepada Keisha untuk Keisha esok hari mau melakukan pemeriksaan dengan kelakuan anehnya ini.
"Pasti, sekarang pergilah sebelum sakit kepalaku kambuh"
Keisha kembali mengatakan hal tersebut kepada Alexander dan kini betul - betul memohon dengan sangat agar Alexander bisa segera pergi dari hadapannya.
"Baiklah aku pergi,namun berikan aku satu pakaian mu agar ketika aku merindukan mu aku bisa mencium aroma tubuh mu lewat pakaian itu"
"Baiklah, tunggu sebentar"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan segera mengambil beberapa pakaian nya dari dalam kamar.
"Ini,bawalah pergi"
Keisha menyerahkan pakaian tersebut ke tangan Alexander.
"Terima kasih sayang,kau harus tau aku sangat mencintai mu,aku tidak akan pernah kuat untuk hidup tanpa mu,tidur yang nyenyak, sampaikan kepada anak kita bahwa aku sangat mencintai nya"
Alexander mengatakan hal tersebut dan langsung pergi dari hadapan Keisha.
Malam ini Alexander harus terpisah tidur dengan Keisha, Alexander hanya dapat memeluk guling dan sesekali menciumi aroma tubuh Keisha dari pakaian Keisha yang dia tempatkan di sebelahnya.
"Demi anak ku aku akan melakukan hal apapun, termasuk hal yang tak wajar seperti sekarang"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil kembali memeluk guling dan menciumi pakaian Keisha.
Kebahagiaan sedang meliputi hati Alexander,namun tidak dengan satu laki - laki yang kini sudah mendengarkan kabar kehamilan dari Keisha.
__ADS_1
"Cuen tindakan apa yang akan kita lakukan dengan kehamilan nyonya Alexander ini?"
Tuan Lio mencoba untuk bertanya kepada asisten nya hal rencana apakah yang akan mereka lakukan untuk nyonya Alexander Chandradinata.
"Tuan sepertinya kita harus melakukan rencana yang tuan Lio sudah utarakan tersebut"
Tuan Lio nampak tersenyum dengan beberapa rencana yang sudah di persiapkan nya tersebut.
"Baiklah hubungi tua bangka itu,dan persiapkan sandiwara kita selanjutnya"
"Baik tuan Lio,perlu tuan Lio mengetahui kondisi wanita hamil itu sangat sensitive,ini akan menjadi cara yang cukup ampuh untuk mengoncangkan hubungan mereka"
"Aku mengerti Cuen, sekarang kau boleh keluar"
"Baik tuan Lio"
Cuen segera keluar dari ruangan tuan Lio,kini di dalam ruangan hanya tinggal Tuan Lio seorang diri.
"Kau tau aku bisa melakukan hal yang paling jahat jika aku menghendakinya,namun belum saatnya aku melakukan hal itu, mereka belum mengetahui identitas ku bahwa sebenarnya aku bukan putra kandung keluarga Tanama"
"Mama Clara aku berjanji kepadamu aku akan membalaskan dendam mu"
Tuan Lio mengatakan hal tersebut sambil mengambil satu album foto lama yang di dalam album tersebut terdapat foto lama Clara,Fanny,Kimmy dan juga teman - teman kampus di masa perkuliahan Kimmy.
"Surat ini menjadi barang bukti yang cukup untuk aku bisa mengetahui siapa aku sebenarnya,dan aku akan melanjutkan permainan mu Mama Clara"
Tuan Lio mengatakan hal tersebut sambil memegang kotak tua dan secarik kertas yang diambil dari kotak tersebut.
"Kau tau kau akan mati!!"
Tuan Lio mengambil sebilah pisau, menancakan pisau tersebut kepada foto Alexander dan keluarga Chandradinata.
Sementara itu di Negara B.
"Yang mulai ratu"
"Linlin panggil Melisa untuk menghadap kepada ku,kini waktunya dia untuk bekerja kepadaku"
"Baik yang mulia ratu"
"Dimana putra mahkota?"
"Putra mahkota sedang berada di taman"
__ADS_1
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yang banyak yah agar authornya semangat