
Jadi Kakek dari istriku sendiri yang melakukan transaksi itu?"
"Betul,tuan Alexander bisa melihat di dalam laporan tersebut bahwa Kakek dari nona Keisha menerima sejumlah uang"
"Jadi dengan kata lain istri ku sebenarnya tidak diculik tapi memang sengaja untuk di jual seperti itu Peter?"
"Ya tuan"
"Kurang ajar!!sampai sekarang istriku masih belum mengetahui kebenaran ini Peter"
"Tuan Alexander kita tidak boleh gegabah"
"Apa maksud mu mengatakan hal tersebut Peter?"
"Jika Kakek nona yang melakukan hal ini besar kemungkinan ada orang kuat di balik nona Keisha"
"Jadi menurut mu istriku bukan wanita sembarangan?"
"Ini hanya menurut hamba tuan Alexander"
Alexander terdiam dengan semua hal yang Peter katakan.
"Baiklah Peter, tinggalkan aku sendiri"
"Baik tuan"
Peter pun segera keluar dari ruangan Alexander kini tinggal Alexander sendiri di dalam ruangan tersebut.
"Sayang siapa sebenarnya dirimu?kenapa banyak sekali orang - orang yang menginginkan kau celaka?"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil mengusap kepalanya.
"Mulai sekarang aku lebih mengawasi mu Keisha"
Selesai mengatakan hal tersebut Alexander kembali tenggelam di dalam pekerjaan nya,hari ini Alexander mengerjakan banyak hal sehingga dia tidak sempat untuk menghubungi istri kembali.
"Tuan Alexander apakah tuan akan lembur pada malam hari ini?"
"Seperti nya begitu Peter,katakan pada istriku bahwa aku pulang terlambat"
"Baik tuan"
Peter keluar dari ruangan untuk memberikab informasi kepada Keisha,Peter berusaha untuk menghubungi ponsel Keisha namun tidak mendapatkan jawaban.
"Kemana nona Keisha"
Setelah mengatakan hal tersebut Peter segera menghubungi para pengawal untuk melihat keadaan Keisha.
Sementara itu di toko bunga cinta,hari ini begitu ramai banyak orang datang untuk membeli bunga atau sekedar untuk melepaskan penat di coffee shop yang berada di dalam toko bunga tersebut, Keisha dan para karyawan sangat kewalahan dalam melayani semua pelanggan.
"Keisha hari ini luar biasa"
"Ya Ra aku tidak menyangka jika pengunjung hari ini sangat banyak"
__ADS_1
Keisha mengatakan hal tersebut kepada Aira menggunakan alat tulisnya.
"Ayo kita pulang Ra"
Keisha menggandeng tangan Aira ,namun belum sampai pintu keluar tiba - tiba muncul satu orang yang Keisha kenal.
"Nona akan pulang kan?biar aku yang mengantarkan mu pulang"
Senyum laki - laki tampan yang belakangan ini berada di sekeliling Keisha.
"Dokter Jansen,tidak perlu ini akan merepotkan anda"
Keisha berusaha menolak permintaan Dokter Jansen namun sepertinya penolakan ini tidak akan pernah ampuh untuk Dokter Jansen.
"Nona, Alexander pasti sangat sibuk,jadi biarkan aku mengantarkan mu pulang,tak baik jika ke dua wanita cantik ini pulang sendiri,ayolah kita kan berteman"
Dokter Jansen kembali melancarkan serangannya.
"Baiklah Dokter karena kita teman aku terima tawaran mu"
Keisha pada akhirnya menerima tawaran Dokter Jansen tanpa berpikir apapun.
"Mari nona"
Dokter Jansen membukakan pintu keluar dan mengajak Keisha dan Aira masuk ke dalam mobilnya.
Sementara itu di kantor, Alexander yang baru saja menerima bahwa ponsel Keisha tidak aktif ketika di hubungi langsung meninggalkan pekerjaan nya.
"Ayo Peter kita segera ke toko bunga"
"Lantas siapa yang mengantarkan istriku kembali ke rumah?"
"Maafkan saya tuan dari laporan pengawal nona Keisha di antar pulang oleh Dokter Jansen"
Kurang ajar kau Jansen,ayo Peter kita segera pulang ke rumah putih.
Alexander segera mengambil jas dan Langsung meninggalkan ruangannya bersama dengan Peter.
Sepanjang perjalanan Alexander sangat heran dengan perbuatan dari Dokter Jansen.
"Aku tidak akan membiarkan dia untuk dekat dengan istriku"
Alexander memukul - mukul kan tangannya di kaca jendela mobil.
Sementara itu kini mobil Dokter Jansen telah tiba di halaman rumah putih.
"Terima kasih Dokter Jansen"
Keisha mengucapkan hal tersebut dengan bahasa isyarat ketika Dokter Jansen membukakan pintu mobil untuknya.
"Sama - sama nona Keisha,jika nona membutuhkan aku,nona bisa segera menghubungi ku dengan senang hati aku akan membantu nona"
Keisha mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dan segera masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Dokter Jansen segera masuk kembali ke dalam mobil dan mobil pun keluar dari pintu gerbang rumah putih,namun tak jauh dari rumah putih tiba - tiba mobil Alexander menghadang laju Mobil Dokter Jansen.
"Keluar kau Jansen"
Alexander yang sudah murka segera keluar dari dalam mobil dan meminta Dokter Jansen untuk keluar dari mobil tersebut.
"Hei selamat malam Alexander,aku baru saja mengantarkan istri mu pulang, nampaknya kau mulai melupakan dia,kau lebih peduli pada kesibukan mu sendiri tanpa mau untuk mengantarkan nya kembali ke rumah"
"Jaga bicara mu Jansen!!,kau tidak tau apa saja yang aku lakukan hari ini"
"Aku tidak perlu tau apa saja yang kau lakukan hari ini,karena yang aku tau kau menelantarkan istri mu"
"Kau!"
Emosi Alexander kembali tersulut ketika dia kembali berhadapan dengan Dokter Jansen,jika ini bukan jalanan umum mungkin Alexander akan memukul Dokter Jansen.
"Tuan Alexander kendalikan diri mu,disini jalanan umum"
Peter kembali untuk menenangkan tuan mudanya.
"Kau benar Peter,untuk apa aku bertengkar dengan laki - laki tidak tau malu yang ingin merebut istri orang,kau bagai orang merindukan bulan berada di dalam pangkuan mu Jansen,aku bisa menjamin jika istri ku hanya ingin berteman dengan mu saja,tidak akan perasaan lebih apalagi sampai dia meninggalkan ku demi laki - laki seperti mu,ayo kita kembali Peter"
Alexander langsung mengajak Peter untuk masuk ke dalam mobil dan mobil Alexander pun kembali melaju dengan kencang.
Sementara itu kini wajah Dokter Jansen yang merah padam menahan marah akibat perkataan Alexander.
Alexander lihat saja aku akan merebut istri mu
Dengan penuh kemarahan Alexander mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.
"Selamat malam Dokter Jansen"
Satu suara laki - laki kini menghampiri dirinya yang masih berdiri di pinggir jalan.
"Siapa kau?"
"Perkenalkan aku Lio Tanama"
"Aku tidak kenal dengan mu"
"Ya anda memang tidak kenal dengan ku,namun musuh yang kita hadapi saat ini adalah musuh yang sama"
Mendengar perkataan Alexander,Dokter Jansen berusaha mencerna setiap perkataan nya.
"Apa yang kau maksud kan?"
"Aku tau kau sedang menginginkan Nona Keisha kan? dan aku menginginkan Alexander Chandradinata itu hancur,jika kau berkenan kita bisa bekerja sama untuk rencana kita ini"
Dokter Jansen memandang wajah tuan Lio dan berpikir sejenak.
"Aku tak membutuhkan mu tuan Lio,aku tidak perduli terhadap kehancuran Alexander,yang aku inginkan adalah wanita nya menjadi milik ku itu saja"
"Ya,ya aku mengerti pemikiran mu,namun suatu saat jika kau membutuhkan bantuan ku,aku akan bisa untuk dihubungi"
__ADS_1
Tuan Lio memberikan kartu namanya kepada Dokter Jansen dan segera berlalu dari hadapan Dokter Jansen.