
Kimmy dan Edward pada akhirnya berdiri dari tempat duduk mereka masing - masing,pagi itu mereka hanya sarapan berdua saja,semua anggota Chandradinata yang lainnya berangkat lebih pagi dengan padatnya aktivitas mereka masing - masing.
"Sial apa yang harus aku perbuat sekarang?"
Alexander yang kini berada di dalam kamar hanya bisa memukul - mukulkan tangannya di atas meja yang berada di dalam ruangan tersebut.
"Tuan Alex, apakah anda baik - baik saja,apa saya bisa masuk?"
Saat Alexander di dalam kamar, tiba - tiba terdengar suara Peter di depan pintu kamar yang mencoba untuk mengetuk pintu kamar tersebut.
"Peter,masuklah"
Dengan persetujuan dari Alexander pada akhirnya Peter masuk ke dalam kamar dari Alex.
"Tuan ada apa dengan anda?"
"Aku telah diperdaya oleh seorang wanita Peter"
"Maksud tuan?"
Alexander mulai menceritakan semua hal yang sudah dialaminya pada malam hari itu kepada Peter satu per satu dan Peter mendengarkan semua cerita Alexander dengan sangat teliti.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan? menceritakan semuanya ini pada Papa?apakah aku tidak bisa mengatasinya sendiri sehingga aku harus melakukan hal itu?"
"Tuan Alex menurutku tuan harus mencari tau apa motif nona Keisha melakukan semua itu, sekarang dimanakah nona Keisha berada?"
"Terlambat Peter,aku sudah mengusir wanita itu"
"Kita masih bisa mencarinya tuan"
"Carilah jika kau ingin mencarinya,aku sudah tidak bisa berpikir jernih lagi,dimana Melisa?"
"Nona Melisa hari ini ikut pergi nona Michelle ke Rumah Sakit,nona Melisa akan membantu di Rumah Sakit milik Chandradinata"
"Apa dia menanyakan keberadaan ku?"
"Tidak tuan,nampaknya nona Melisa sangat percaya pada tuan Alex"
Mendengar perkataan dari Peter, Alexander hanya bisa menarik nafasnya dalam - dalam.
"Dan aku telah mengkhianati kepercayaannya itu Peter"
Sambil berdiri dari tempat duduknya menuju ke dalam kamar mandi Alexander mencoba untuk menguyur tubuhnya dengan air dingin,agar pikiran nya menjadi semakin dingin.
Sementara itu kini Keisha sudah tiba di salah satu tempat yang diberikan oleh tuan Lio kepadanya.
__ADS_1
Sampai kapan semua ini akan berlalu?aku sama sekali tidak punya kekuatan untuk tidak mengikuti semua kemauan laki -laki itu,entah apa yang akan dilakukannya lagi untuk keluarga Chandradinata,mengapa dia begitu dendam terhadap keluarga terhormat tersebut?siapa sebenarnya tuan Lio?
Di dalam kamar mandi di bawah guyuran air dingin Keisha mencoba untuk bertanya - tanya di dalam dirinya sendiri, sebenarnya apa yang membuat tuan Lio mau melakukan hal itu kepada keluarga Chandradinata,semakin Keisha mencoba untuk berpikir namun semakin Keisha tidak mendapatkan jawabannya.
Sementara itu kini di rumah utama saat Alexander akan berangkat tiba - tiba dia meminta Peter untuk melakukan sesuatu hal untuk dirinya.
"Peter"
"Ya tuan"
"Aku ingin bertemu dengan Melisa sebentar,ayo kita ke Rumah Sakit"
"Baik tuan Alex"
Dan pada akhirnya Peter sang asisten mengarahkan mobilnya ke Rumah Sakit,rasa bersalah Alexander yang begitu dalam kepada Melisa membuat dirinya pada pagi ini ingin segera bertemu dengan sang pujaan hatinya tersebut.
"Selamat pagi Dokter Melisa tersayang"
Alexander yang kini sudah tiba di Rumah Sakit segera masuk ke dalam ruang kerja baru Melisa yang sudah di persiapkan oleh Michelle.
"Ah sayang untuk apa kau kemari"
"Untuk apa aku kemari?tentu saja untuk menemui kekasih hatiku ini"
Alexander memberikan bunga mawar merah kepada Melisa dan mencium kening wanita tersebut.
Alexander yang sudah tidak kuasa langsung memeluk pinggang wanita cantik tersebut dan membenamkan dirinya di dalam pelukannya.
"Aku hanya ingin menemui gadis yang aku cintai beberapa menit,tidak akan para karyawan ku mengetahui akan hal ini,diamlah dalam posisi seperti ini sebentar,aku ingi melakukan ini sebelum aku melanjutkan aktivitas ku pada pagi hari ini"
Melisa merasa heran dengan tingkah Alexander pada pagi hari ini,namun dia tetap membiarkan laki -laki yang dia cintai itu untuk memeluk dirinya dari belakang.
"Sayang"
"Kenapa Alex?
"Aku ingin mempercepat pesta pertunangan kita"
Deg
Perasaan Melisa berdegup kencang ketika Alexander mengutarakan keinginannya.
"Alex,bukannya aku tidak mau,tapi aku belum memberitahukan kepada keluarga ku rencana ini"
"Gampang kau tinggal beritahukan saja kepada mereka"
__ADS_1
"Tidak semudah itu Alex"
Alex yang mendengarkan alasan Melisa kini mulai mengendurkan pelukannya.
"Apa alasannya mengapa kau mengatakan hal tersebut?"
"Keluargaku tidak seharmonis keluarga mu,dan aku,aku"
"Ssssst,jika hanya itu masalahnya serahkan padaku,biarkan aku yang mengatur nya untuk mu,kau tetap duduklah menjadi satu - satunya ratu di hatiku"
Ucapan Alexander masuk ke dalam relung hati Melisa hingga tanpa sadar Melisa menatap dalam mata Alexander.
"Jadi bagaimana kau mau bertunangan denganku secepatnya?"
"Ya aku mau"
Dan tak butuh waktu lama Alexander segera menyambar bibir Melisa,ciuman selamat pagi yang hangat telah terjadi di dalam ruang kerja tersebut,satu hati melakukan hal tersebut karena rasa bersalah yang masih menghantuinya dan satu hati yang lain melakukan hal tersebut karena rasa cinta yang masih murni.
"Eheeeeeem"
Tiba - tiba terdengar suara seorang gadis lain yang melihat adegan demi adegan ciuman selamat pagi tersebut.
"Ini tempat kerja,kenapa kalian melakukan hal itu di sini"
Suara Michelle memecah keheningan pada pagi ini dan begitu Melisa dan Alexander berbalik mereka sudah melihat Kimmy dan Michelle memandang tajam ke arah mereka.
"Ma,kak Michelle,aku"
"Ssssst,tidak ada pembelaan lagi yang bisa kau berikan kepada kakak,aku akan mengadukan kepada Papa Ed,agar kau mendapatkan hukuman yang setimpal"
Michelle mencoba untuk mengancam Alexander dengan wajahnya yang serius.
"Kenapa harus Papa Ed ikut campur,aku hanya sedang ingin mencium kekasihku sendiri apa itu salah?"
"Ya salah jika kau melakukan di tempat ini"
"Mungkin karena Kaka Michelle belum pernah dicium oleh seorang laki -laki"
"Kau!"
"Sudah, sudah Michelle,Alex kenapa kalian malah bertengkar pagi - pagi begini?,Alex apa yang dikatakan oleh kakakmu itu benar bukan masalah kau mau mencium Melisa,tapi tempat nya yang tidak tepat,kau mengerti!"
Kimmy mencoba menjadi penengah di antar para putra putrinya ketika mereka sedang bertengkar.
"Bibi,kak Michelle maafkan kesalahan Alex, sebenarnya bukan hanya Alex yang salah,namun aku juga salah,Alex hanya datang dan ingin mengatakan untuk mempercepat pertunangan kami itu saja Bibi"
__ADS_1
Kimmy yang mendengar penjelasan dari Melisa pada akhirnya hanya bisa menarik nafasnya dalam -dalam.
"Baiklah, baiklah kita tutup permasalahan ini sampai disini saja ya,Papa Ed kalian tidak perlu tau hal semacam ini,kalian mengerti?"