
Aira dan Keisha saling pandang dan pemikiran mereka sama
"Nona,aku akan meminta izin terlebih dahulu terhadap tuan Alexander,saat ini nona Keisha sedang hamil tuan Alexander sedang menjaga nona Keisha dengan sangat ketat"
"Ya,ya kakak ku Alexander memang seperti itu
Lilian mengatakan hal tersebut sambil menyilangkan ke dua tangannya.
"Nona Lilian saya sudah mengirimkan pesan kepada tuan Alexander dan tuan Alexander mengizinkan dengan catatan kita harus segera sampai di rumah"
"Baiklah karena izin sudah di dapatkan,ayo kita pergi"
Lilian segera mengambil kunci mobil dan masuk ke dalam mobil,perasaan Keisha mulai tidak enak ketika Lilian mulai menyalakan mesin mobil dan pada akhirnya mobil tersebut melaju pelan ke arah jalan raya.
"Nona apakah anda tidak merasa aneh?"
"Aneh?ada apa Aira?"
Aira melihat dari kaca spion satu mobil mengikuti mereka dari arah belakang,dan mobil tersebut terus mengikuti mereka.
"Mungkin hanya perasaan mu saja Ra"
__ADS_1
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat.
"Tidak mungkin Keisha,jalan raya ini begitu lapang mengapa mereka tidak maju saja"
Keisha kembali mengamati mobil yang semenjak tadi berada di belakang mereka.
"Nona Lilian awas!"
Tiba - tiba Aira berteriak karena ada satu kendaraan bermotor yang tiba - tiba memotong jalan di depan mereka, seketika itu juga muncul kendaraan bermotor dari arah yang berlawanan dan menggiring mobil Lilian meninggalkan jalan raya.
"Sial,apa yang dikatakan oleh Aira benar, mereka sengaja mengikuti kita,kak Keisha Aira pegang kuat - kuat aku akan melajukan Mobil ini lebih cepat"
Lilian segera menambah kecepatan yang tinggi untuk mobilnya tersebut,Lilian sudah tidak memikirkan lagi kondisi Keisha yang saat ini sedang hamil muda,bagi Lilian yang penting mereka bertiga selamat dari kejaran para orang - orang misterius tersebut.
Satu mobil pada akhirnya bisa menghadang mobil mereka,Lilian menghentikan mobil secara mendadak dan kepalanya terbentur kaca mobil.
"Sial,hei siapa sebenarnya mereka"
"Entahlah nona,semua laki - laki ini memakai pakaian serba hitam"
Aira,Lilian dan Keisha yang masih berada di dalam mobil kini mulai melihat mereka menghampiri mobil tersebut.
__ADS_1
"Kalian tenanglah semua mobil Chandradinata di lengkapi pengamanan tingkat tinggi, mereka tidak akan mungkin bisa membuka pintu mobil ini "
Lilian mencoba untuk menenangkan Aira dan Keisha agar bisa lebih tenang.
"Ra hubungi Alexander"
Keisha mengatakan hal tersebut dalam bahasa isyarat kepada Aira.
"Jaringan tidak ada Keisha"
Aira yang sudah mengeluarkan ponsel dan mencoba untuk menghubungi Alexander namun selalu gagal dan disaat yang bersamaan pada akhirnya pintu mobil depan tempat Lilian berada bisa dibuka oleh mereka.
"Sial,Aira hubungi Peter cepat!"
Lilian mengatakan hal tersebut,namun Lilian langsung pingsan karena salah satu diantara mereka berhasil memukul kepala Lilian.
"Nona Lilian!"
Aira menjerit histeris ketika beberapa orang menyeret Lilian yang telah pingsan keluar dari dalam mobil tersebut dan langsung membawa Lilian masuk ke dalam mobil mereka.
Sedangkan beberapa orang yang kini sudah berhasil membuka pintu mobil Keisha dan Aira mulai membius Aira dan Keisha secara bersamaan dan membuat ke dua nya pingsan.
__ADS_1
"Tuan hanya menginginkan wanita yang pingsan, Tinggalkan saja ke dua wanita ini di mobil"
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yah ayang banyak agar authornya semangat