
Suara tersebut terus diperkatakan oleh wanita muda tersebut di ruang pemujaan,senyum mengerikan mulai terpancar dari wajahnya saat kini dia melihat semua mantra tersebut berhasil dia ucapkan dengan sempurna.
"Bagaimana Melisa?"
"Yang mulia Ratu semua akan berjalan sesuai dengan keinginan kita,dengan perlahan Alexander akan tidak mengenali istrinya lagi,dan akan menjadi musuh dari istrinya"
"Bagus itu yang aku inginkan"
Rena tersenyum dengan senyuman yang sangat jahat.
"Yang mulia Ratu sebenarnya mantra ini hanya bisa masuk dengan sempurna jika hubungan suami istri sedang bermasalah,aku tidak mengetahui apa yang saat ini sedang terjadi di antara Alexander dan istrinya,namun saat tadi aku membacakan mantra,mantra tersebut dapat terkirim dengan sempurna"
Melisa mengatakan semua hal tersebut sambil tersenyum.
"Melisa pada dasarnya aku tidak pernah peduli saat ini kondisi mereka sedang seperti apa,yang aku lihat adalah semua rencana kita berhasil dengan sempurna, bersiap - siap lah karena beberapa hari lagi aku akan mengirim mu untuk kembali ke Negara W,kau tenang saja Alexander tidak akan pernah membunuh mu,namun Alexander yang akan mencari keberadaan mu"
"Baik yang mulia Ratu"
Melisa mengatakan hal tersebut sambil membungkukkan badan untuk memberikan hormat kepada Rena.
"Ayo Linlin"
Rena mengatakan hal tersebut kepada pelayan pribadinya dan segera keluar dari ruang pemujaan,kini tinggal Melisa sendiri yang berada di dalam ruang pemujaan tersebut.
__ADS_1
"Alexander aku akan kembali di dalam hidup mu"
Melisa tersenyum penuh arti sambil menatap wajah nya di kaca kecil yang terdapat di ruang pemujaan tersebut.
Malam itu terjadi perang batin di dalam diri Alexander, seperti ada seseorang yang begitu memberikan keyakinan jika wanita yang saat ini menjadi istrinya bukanlah Keisha namun wanita yang sedang menyamar,di dalam tidurnya Alexander bermimpi bahwa Keisha yang sebenarnya bukanlah wanita yang saat ini berada di rumah putih.
Mimpi malam itu betul-betul masuk ke dalam pemikiran Alexander dan tertanam kuat, hingga pada akhirnya malam yang panjang dan melelahkan tersebut telah berubah menjadi pagi, Alexander bangun dengan sesuatu hal yang baru.
"Selamat pagi tuan Alexander"
Satu orang pelayan masuk ke dalam kamar tamu dan membangunkan Alexander.
"Tuan waktunya tuan untuk sarapan,karena nona Keisha sudah menunggu anda di meja makan"
"Dasar pelacur,pergi dari ruangan ini!"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil berteriak di depan Keisha,matanya merah menyala menandakan sebuah kemarahan.
"Alexander ada apa dengan mu?"
Keisha yang mendapatkan teriakan seperti itu sangat kaget dan langsung bertanya kembali menggunakan bahasa isyarat.
"Siapa kau?"
__ADS_1
"Alex aku Keisha istri mu"
Keisha berusaha menjelaskan dengan bahasa isyarat miliknya.
"Kau bukan istriku"
Deg
Hati Keisha begitu tersentak dengan jawaban yang diberikan oleh Alexander.
"Alex,ada apa dengan mu?"
"Pergi!"
"Aku tidak mau pergi sebelum kau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi padamu saat ini"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil menatap tajam Alexander.
"Baiklah jika kau tidak mau pergi aku yang mengusir mu dari ruangan ini!"
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.
__ADS_1