
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil duduk di sofa di dalam ruangan tersebut.
"Tentu aku ingat sayang,saat itu adalah perjuangan ku sekaligus kemenangan untuk ku"
"Kemenangan?"
"Ya kemenangan karena berhasil membuatmu percaya kepada ku, memenangkan karena pada akhirnya aku sebagai seorang suami bisa memberikan kepuasan untuk mu"
"Apakah hal tersebut membuat mu bangga Alexander?"
"Tentu aku bangga aku bisa menjadi pria sejati untuk istri yang aku cintai ini"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil mengusap kepala Keisha dengan penuh kasih sayang.
"Bagimana jika aku yang menawarkan hal ini kepada mu?"
Alexander cukup terkejut dengan semua perkataan dari istrinya tersebut.
"Kau serius?"
"Ya Alexander,hatiku sedang sedih,aku ingin kau bisa menenangkan hati ku,aku ingin kau yang melakukan hal tersebut"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat.
"Baiklah sayang,suami mu ini akan memberikan penghiburan untuk mu"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil mengecup lembut bibir istrinya,membiarkan ciuman tersebut lebih terasa manis, Alexander memainkan bibir istrinya dengan sangat lembut dan membiarkan Keisha menikmati setiap permainan yang sebentar lagi akan segera diberikan oleh Alexander.
"Bagaimana perasaan mu sekarang?"
__ADS_1
"Aku lebih tenang Alexander"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat.
"Sekarang pejamkan ke dua mata mu,aku akan membuat satu kenangan manis sekali lagi di tempat ini sebelum kita benar -benar meninggalkan tempat ini"
Keisha tersenyum dan pada akhirnya membiarkan Alexander memanjakan seluruh tubuhnya pada hari ini.
Keisha begitu menikmati kembali setiap permainan cantik yang selalu berhasil di berikan Alexander untuk dirinya.
"Aku akan membuat mu tidak akan melupakan malam hari ini"
Dengan penuh cinta Alexander melakukan penyatuannya kepada istrinya.
Malam hari ini menjadi malam yang indah untuk Alexander dan Keisha di tempat mereka pernah mengukir cinta dan segala macam masalah yang terselesaikan di ruang pribadi toko bunga cinta.
Sementara itu di lain tempat.
"Papa Louisius"
Liora yang sedang berdiri depan kolam renang sangat kaget dengan kedatangan Mr.Black Ayah nya.
"Panggil aku Papa Black Liora,nama Louisius sudah mati!"
Mr Black mengatakan hal tersebut kepada Liora saat Liora kembali memanggil Mr Black dengan sebutan nama lamanya.
"Ada apa papa?"
"Aku hanya ingin menanyakan kenapa anak gadis ku ini termenung sendiri malam-malam seperti ini?"
__ADS_1
"Liora rindu kak Peter pa"
Liora mengatakan hal tersebut kepada Mr.Black dan mr Black kini hanya bisa terdiam.
"Dia bukan kakak mu lagi"
"Kenapa pa?hanya karena dia membela musuh kita sehingga aku tidak punya hak untuk memanggil nya kakak?"
"Ya karena kita bukan keluarga nya lagi,dia memilih berdiri bersama dengan musuh kita karena dia saat ini sedang bersama dengan wanita yang dia cintai"
"Nona Lilian maksud papa?"
"Ya wanita itu yang telah merebut kakak mu dari kita Liora"
"Apa yang harus aku lakukan untuk hal ini pa?"
"Bunuh dia dan serahkan tubuhnya untuk di makan oleh anjing liar"
Liora terdiam dengan semua hal yang kini telah dikatakan oleh Ayah nya.
"Untuk apa kau harus bimbang Liora? wanita itu yang merebut kakak kandung mu"
Hai,pembaca setia tuan Alexander
vote dan like
author yah agar authornya bisa
tambah setia tuan Alexander vote dan
__ADS_1
like