MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
KETAKUTAN KEISHA


__ADS_3

Albert yang seperti biasa mengikuti Michelle kini ikut duduk di bangku taman bersama dengan nya.


"Kau menangis nona?"


"Bukan urusan mu!"


Michelle mengatakan hal itu di sela Isak tangisan nya.


"Semua itu akan menjadi urusan ku jika hal tersebut menyangkut tentang mu"


Michelle menghadapkan wajahnya ke arah Albert lalu tiba - tiba memeluk Albert dan tangisannya bertambah kencang di dalam pelukan dari laki - laki yang selalu dianggapnya sebagai adik kecil tersebut.


"Hei nona,ada apa?hal apa yang membuat mu sampai bisa menangis sesedih ini?"


"Aku benci papa Ed"


Satu kata yang pada akhirnya keluar dari mulut Michelle yang membuat Albert terdiam tanpa kata.


"Agar hatimu lega ayo ungkapkan apa yang menjadi kegelisahan mu,aku akan dengan setia mendengarkan mu"


Albert mencium lembut puncak kepala Michelle.


"Selama ini aku menganggap Papa Ed adalah sosok Papa yang sangat luar biasa,tapi hari ini aku begitu banyak mendengarkan cerita tentang Papa Ed"


"Rasa hormat ku,rasa kagum ku kepada Papa Ed seketika berubah menjadi rasa sakit yang sangat sakit"


Michelle terus menceritakan hal tersebut di dalam dekapan Albert dan dalam posisi masih menangis.

__ADS_1


"Aku benci Papa Ed,Papa yang aku banggakan ternyata dulu pernah menyakiti banyak wanita"


Michelle pada akhirnya tidak dapat menyelesaikan lagi setiap kata - katanya,karena suaranya semakin tergantikan oleh Isak tangis nya.


"Nona Michelle,mungkin aku tidak begitu tau rasa sakit yang saat ini kau rasakan,namun yang diceritakan oleh wanita tadi itu semua adalah masa lalu dari Paman Edward, sekarang Paman Edward sangatlah mencintai keluarganya, apalagi Bibi Kim,jadi untuk apa kita memikirkan masa yang telah berlalu"


"Kau tidak mengerti perasaan ku Albert!"


Michelle kembali berteriak sambil memukul - mukul dada bidang Albert.


"Ya,ya mungkin aku memang tidak begitu mengerti perasaan mu,mungkin saat ini kau hanya kaget dengan semua berita yang kau terima,namun satu hal yang pasti Paman Edward tetaplah Papa kandung mu nona,seburuk - buruknya Paman Edward beliau tetaplah Ayah kandung mu"


"Berdamai lah dengan masa lalu, seperti Bibi Kim yang dengan tulus hati dapat menerima Paman Edward,jika Bibi Kim bukan wanita yang tulus mana mungkin Paman Edward dapat sembuh dari apa yang sudah di alaminya"


"Saat ini nona kau hanya perlu untuk bisa melebarkan hatimu kembali menerima masa lalu Paman Edward dan aku percaya kau bukanlah seorang gadis yang penuh dengan dendam,saat ini mungkin kau sedang saja kecewa,namun kekecewaan mu ini tidak akan pernah berlangsung lama,aku percaya itu gadisku akan tetap kuat dan akan tetap baik - baik saja"


"Tetaplah dalam posisi seperti ini sampai kau kembali tenang"


Albert kembali menciumi puncak kepala Michelle dan kali ini Michelle sama sekali tidak melakukan perlawanan kepada Albert saat Albert melalukan semua hal tersebut kepadanya.


Dalam dekapan seorang tuan muda Albert Lee pada akhirnya hati Michelle dibuat begitu tenang.


Sementara itu di sisi taman bunga mawar yang lainnya,nampak Lilian juga sedang memandang lautan bunga mawar itu sendirian,tatapan Lilian kosong dan hanya bisa terdiam seorang diri di dalam taman itu.


"Mana ada yang peduli dengan ku jika aku dalam keadaan seperti ini!!Papa Ed,aku sayang Papa Ed,aku...."


Air mata Lilian mengalir dengan deras saat Lilian menyebut nama sang Ayah,rasa kecewa terhadap Edward bercampur menjadi satu dengan perasaan cintanya kepada sang Ayah Edward Chandradinata,hati Lilian yang lebih lembut daripada Michelle pada akhirnya belajar untuk bisa menerima setiap masa lalu dari Edward.

__ADS_1


"Aku tidak boleh seperti ini,Mama Kim saja bisa untuk menerima Papa Ed,berarti aku juga harus bisa menerima Papa Ed dan tidak boleh kecewa padanya"


Dengan perlahan Lilian mengusap setiap air matanya yang masih keluar dan dengan perlahan juga Lilian berdiri dari tempat duduknya dan meninggalkan taman bunga mawar tersebut.


Tanpa Lilian sadar sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan dirinya dengan diam - diam, sepasang mata yang kini bertambah kagum dengan setiap ketegaran yang Lilian miliki.


"Nona Lilian,tunggulah aku,aku percaya kau hanya akan diciptakan untuk ku saja"


Beberapa kata terucap dari bibir laki - laki yang sampai saat ini masih dengan setia hanya bisa mengamati Lilian dari jauh,yang masih berpura -pura tidak memiliki perasaan terhadap Lilian,dan yang masih memendam perasan cinta nya yang begitu dalam.


Hari yang melelahkan secara fisik dan perasaan bagi keluarga Chandradinata untuk setiap hal yang sudah terjadi pada hari ini.


Satu hati yang saat ini masih menangis dalam kesendirian,satu hati yang saat ini masih menangis dalam rasa ketakutan akibat kemunculan nya hari ini yang membuat semua acara pertunangan Alexander dan Melisa hancur seketika.


Satu hati itu kini berada di sebuah kamar mewah yang dijaga oleh banyak sekali pengawal,kamar mewah yang menjadi saksi bisu atas ketakutan demi ketakutan yang saat ini sedang melanda hati gadis tersebut.


Apa yang akan terjadi denganku selanjutnya,aku melihat tatapan tuan Alex yang begitu marah kepadaku,aku melihat tatapan matanya yang penuh dengan kebencian,esok hari aku akan menjadi istri sah dari tuan Alex, bagaimana aku bisa melalui seumur hidup ku dengan laki - laki seperti dia?"


Maafkan aku Tuhan yang saat ini mempermainkan pernikahan,maafkan aku Tuhan yang sudah melakukan kebodohan ini,saat aku mengambil keputusan aku hanya mengikuti ketakutan ku,aku tidak mengikut sertakan Engkau dalam setiap keputusan ku,maafkan aku,beri aku kekuatan untuk aku bisa melalui semuanya.


Keisha kembali menangis dan meratapi setiap kebodohan demi kebodohan yang telah dia lakukan,rasa takut yang terlalu dalam mengalahkan segalanya,rasa takut yang menguasai diri Keisha membuatnya salah mengambil satu langkah,rasa takut membuatnya Keisha mengikuti semua perkataan dari tuan Lio


Kini semuanya sudah terjadi,esok hari Keisha akan menikah dengan laki - laki yang pernah dia taruh di dalam hatinya,namun di saat yang bersamaan hati dan pikiran laki - laki tersebut sangat membencinya.


Keisha sudah masuk terlalu dalam,kini tidak ada hal apapun yang dapat Keisha lakukan lagi kecuali Keisha harus menjalani semuanya sampai selesai.


"Tuhan aku serahkan semuanya ke dalam tanganmu,Engkau yang akan menyertaiku,karena aku hanya memiliki Mu saja,esok hari aku akan menjadi istri dari laki "laki yang saat ini begitu membenciku,kuatkan aku untuk aku bisa menghadapinya"

__ADS_1


Hal tersebut yang pada akhirnya dikatakan oleh Keisha di dalam hatinya,dan mau tidak mau Keisha harus siap menjadi istri Alexander Chandradinata.


__ADS_2