
Alexander mengatakan hal tersebut sambil memijit -mijit pelipisnya.
"Tuan Alexander "
"Ada apa Peter?"
"Kita harus segera bersiap -siap,tuan Richard meminta kita untuk berkumpul di ruang rapat kembali"
"Ya Peter aku akan segera kesana"
Alexander segera bangkit dari tempat duduknya untuk menuju ke ruang rapat,saat ini Alexander harus menyingkirkan terlebih dahulu segala sesuatu hal yang dipikirkan tentang Keisha dan juga Mr.Black karena Alexander harus berkonsentrasi terhadap pembebasan Keisha.
"Alexander apa kau baik - baik saja?"
Saat Alexander kembali masuk ke dalam ruang rapat Edward dapat melihat gelagat yang berbeda dari Alexander.
"Aku baik - baik saja Pa"
"Syukur lah jika seperti itu"
Alexander kau tidak akan pernah bisa membohongi papa nak,ada sesuatu hal yang saat ini sedang kau pikirkan.
Edward hanya bisa mengatakan hal tersebut di dalam hatinya saja,dan lebih memilih untuk berkonsentrasi terhadap pembebasan Lilian pada malam hari ini.
__ADS_1
"Baiklah karena persiapan telah selesai ayo kita berangkat"
Richard mengatakan hal tersebut kepada semua orang yang sudah hadir, satu per satu mulai bangkit dari tempat duduk mereka masing - masing dan langsung masuk ke dalam mobil,di dalam mobil Alexander berusaha untuk membuat tenang pikiran nya.
"Alexander kau yakin kau baik - baik saja?"
"Ya kak Michelle aku baik -baik saja
"
Michelle yang sejak tadi melihat Alexander gelisah pada akhirnya bertanya kembali kepada adiknya tersebut.
Tak beberapa lama mobil sudah sampai ke tempat tujuan, terlihat satu rumah tua dengan halaman yang luas namun tidak terawat bangunan tua tersebut terletak di tengah -tengah kota, aparat setempat juga sudah datang untuk mengamankan warga sipil yang berada di sekitar lokasi kejadian,keadaan jam saat ini sudah sepi dan tidak ada lagi warga sipil yang lalu lalang di sekitar rumah tua"
Jian Lee kembali mengingatkan semua anggota Chandradinata yang siap melakukan pembebasan Lilian.
"Alexander kau siap?"
"Ya paman Richard"
Alexander dan semua tim yang bergerak dibaris terdepan segera menggunakan kaca mata khusus rancangan dari Jian Lee, lewat kacamata tersebut mereka bisa dengan mudah melihat keberadaan benang listrik yang mengelilingi pagar yang sulit untuk dilihat dengan mata telanjang.
"Alexander ayo potong benang itu sekarang!"
__ADS_1
Richard memberikan instruksi kepada Alexander untuk segera memotong benang -benang yang mengelilingi pagar tersebut.
Dengan gerakan yang lincah Alexander melakukan pemotongan benang tersebut tanpa kesulitan yang berarti dan terbukalah pintu gerbang yang terlilit dengan benang listrik tersebut.
"Alexander awas!"
Tiba -tiba ada satu jaring kecil yang melayang ke arah Alexander,namun ada satu pengawal yang berhasil memegang jaring tersebut dan detik itu juga pengawal tersebut langsung tewas di tempat.
Semua orang saling pandang,dan kini mengerti betapa berbahaya nya jika terkena jaring - jaring kecil tersebut.
"Lindungi kepala kalian dengan penutup wajah yang aku berikan!"
Jian Lee segera berteriak kepada semua orang yang hendak masuk ke halaman rumah tua tersebut.
"Edward apa kau siap?"
"Ya Jian Lee"
Dan setelah Edward mengatakan hal tersebut satu pistol kecil Jian Lee arahkan ke atap rumah dan keluarlah satu tali kecil transparan yang sangat kuat.
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.
__ADS_1