
Minum lah minuman ini akan segera melegakan amarah mu"
Perlahan terdengar suara seorang gadis menghampiri laki - laki tersebut.
"Siapa kau?"
"Dokter Jansen nama ku Aira"
Dokter Jansen yang masih berada duduk di mobil bagian depan segera memandang ke arah Aira.
"Kau pelayan dari Keisha?"
"Betul Dokter"
"Untuk apa kau kemari? kau pasti akan ikut menertawakan aku kan?"
Aira tersenyum dan langsung duduk di dekat Dokter Jansen.
"Apa untungnya aku menertawakan Dokter Jansen? tak ada untungnya untuk ku"
"Lantas kenapa sekarang kau berada disini?"
"Tadinya aku hanya ingin mengantar salah satu pelayan yang akan membeli kebutuhan pribadi nya,namun saat akan masuk ke dalam rumah,aku bertemu dengan Dokter Jansen yang sedang terdiam,aku hanya ingin melihat keadaan mu saja"
Dokter Jansen tersenyum sinis dengan perkataan Aira.
"Kau tak usah berlagak peduli padaku,pada dasarnya tidak ada orang yang akan peduli padaku"
Pandangan Dokter Jansen jauh menatap ke depan saat Dokter Jansen mengatakan hal tersebut.
"Baiklah jika memang tidak ada yang perduli terhadap Dokter, berarti mulai sekarang aku adalah orang yang akan peduli pada mu,apakah seorang pelayan wanita bernama Aira boleh menjadi teman Dokter Jansen?"
Aira mengatakan hal tersebut sambil mengulurkan tangan nya kepada Dokter Jansen dan Dokter Jansen hanya menatap uluran tangan tersebut.
"Ada apa Dokter? apakah belum ada seseorang yang ingin berteman dengan mu secara tulus?"
Aira kembali mengatakan hal tersebut sambil terus menggulurkan tangannya kepada Dokter Jansen.
"Apa mau mu nona?"
"Yang aku mau adalah memperdulikan mu sebagai sahabat baru ku,tidak akan pernah lebih dari itu aku janji"
Senyum manis Aira mampu membuat Dokter Jansen bisa merasakan satu kelembutan seorang wanita yang sudah lama tidak dia dapatkan.
"Baiklah aku terima tawaran mu,hanya sebatas teman tidak akan pernah lebih dari itu"
Dokter Jansen menyambut uluran tangan Aira dan Aira tersenyum dengan jabatan tangan Dokter Jansen.
"Nah karena malam ini adalah malam pertemanan kita,aku meminta kau menghabiskan minuman itu"
__ADS_1
Aira menunjuk minimum yang masih berada di dalam gengganman tangan Dokter Jansen.
"Apa minuman ini betul - betul bisa membuat ku tenang?"
"Jadi kau meremehkan sahabat mu ini dalam membuat ramuan herbal?"
"Tidak meremehkan,namun hanya ragu kau sedang tidak menaruh racun kan di dalam minuman ini?"
Dokter Jansen memandang gelas yang berisi minuman itu.
"Kemarikan"
Aira langsung mengambil minuman tersebut dari tangan Dokter Jansen dan langsung meminum nya sedikit.
"Kau lihat keadaan ku baik - baik saja kan?jadi sekarang kau tidak perlu ragu"
Aira menyerahkan kembali minuman tersebut ke tangan Dokter Jansen.
"Sekarang minum lah"
"Jadi kau meminta aku untuk meminum bekas mu?"
"Ya sebagai tanda persahabatan kita"
"Dasar wanita!"
Dokter Jansen mengatakan hal tersebut sambil menegak minuman yang telah di buat oleh Aira
Dokter Jansen yang sudah menegak minuman tersebut dapat merasakan kehangatan yang ada di dalam kerongkongan nya.
"Bagaimana enak kan minuman yang aku buatkan?"
"Lumaya,jika aku sedang banyak pikiran aku akan meminta mu untuk membuat banyak banyak minuman ini"
"Issst,dasar laki - laki"
Aira mengatakan hal tersebut sambil tersenyum malam hari ini Dokter Jansen yang menemukan teman baru pada akhirnya menceritakan banyak hal kepada Aira dan Aira dengan penuh perhatian mendengarkan curahan hati Dokter Jansen.
Sementara itu Kimmy yang sudah sampai di pintu kamar Michelle segera mengetuk pintu tersebut namun tidak ada jawaban dari dalam pemilik kamar tersebut,dengan perlahan Kimmy membuka pintu kamar Michelle yang ternyata tidak dikunci,Kimmy masuk ke dalam kamar tersebut dan menyalakan lampu kamar.
"Sayang,ini Mama Kim"
Kimmy melihat Michelle menangis dalam diam di atas tempat tidurnya,Kimmy segera mendekat ke arah Michelle dan mengusap kepala putrinya tersebut.
"Sayang"
"Ma"
Wajah Kimmy dan Michelle kini saling bertatapan.
__ADS_1
"Ma pasti papa Edward marah sekali dengan Michelle"
Michelle mengatakan hal tersebut sambil menangis.
"Pasti saat ini seluruh keluarga Chandradinata sedang marah kepada Michelle,pasti sebentar lagi Papa Edward akan mengusir Michelle,Papa Richard dan mama Clarissa juga pasti tidak mau menerima Michelle lagi sebagai anaknya"
Michelle terus mengatakan banyak hal tersebut sambil menangis dan tangisan Michelle mengambarkan rasa lelah dan rasa bersalah yang teramat dalam.
"Sayang, jujur mama dan Papa kecewa dengan segala sesuatu hal yang sudah terjadi dengan mu"
"Namun meskipun ada rasa kecewa di hati kami,namun kami tidak akan pernah mungkin mengusir mu, ataupun melakukan hal yang lainnya terhadap mu,kau adalah anak kami sayang dan hanya orang tua yang tidak memiliki hati nurani yang tega untuk membuang anaknya"
"Ma,maafkan Michelle, sebagai wanita Michelle telah menjadi pembunuh, sebagai wanita Michelle tidak bisa menjaga diri dengan baik"
Michelle masih menangis dengan semua hal yang saat ini telah dikatakan nya.
"Jadi apakah karena hal ini mama tidak pernah melihat mu dekat dengan laki - laki dan sikap mu sangat galak terhadap mereka?"
Michelle hanya menganggukan kepala saat Kimmy mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Saat itu setelah semua hal yang telah Michelle lakukan, Michelle berjanji tidak akan menjalin hubungan dengan siapa pun rasa bersalah Michelle tutup dalam - dalam dengan ketegasan Michelle supaya setiap laki - laki takut pada Michelle"
Kimmy memandang anak gadisnya,Kimmy betul - betul merasa kasian dengan Michelle, Michelle memendam rasa ini bertahun- tahun dan sebagai orang tua Kimmy tidak mengetahui jika ada banyak rahasia yang ditutup oleh putri sambungnya tersebut.
"Sayang kemarilah Mama ingin memeluk mu"
Kimmy merentangkan ke dua tangannya dan Michelle langsung berhamburan datang ke dalam pelukan dari Kimmy.
"Mama maafkan Michelle,maafkan Michelle"
Michelle menangis dengan keras di dalam pelukan dari Kimmy.
"Sayang semua sudah terjadi, sekarang yang terpenting kita harus menghadapi konsekuensi dari segala sesuatu yang sudah kita lakukan"
Kimmy mencoba menenangkan putri sambungnya tersebut.
"Michelle siap menerima segala konsekuensi nya ma"
Michelle mengatakan hal tersebut sambil mengendurkan pelukannya dari Kimmy.
"Baiklah,anak Mama ini akan menghadapi semuanya tidak sendiri Mama akan selalu bersama dengan mu,ada mama Clarissa yang pasti juga akan selalu di samping mu, asalkan"
"Asalkan apa Ma?"
"Asalkan saat ini kau harus berjanji akan selalu terbuka kepada kami, bagaimana kami bisa menolongmu jika kau tidak pernah terbuka sayang"
"Michelle mengerti Ma"
"Bagus, sekarang istirahat lah jangan biarkan intimidasi menguasai mu,Mama akan tidur dengan mu malam hari ini"
__ADS_1
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yang banyak yah agar authornya semangat.