MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
AHLI KECANTIKAN UNTUk KEISHA


__ADS_3

Dengan perlahan Keisha mengatakan Hal tersebut sambil mencium kening Alexander.


Malam yang semakin larut membuat Keisha tertidur di dalam pelukan Alexander,Keisha menenggelamkan diri ketika Alexander menariknya untuk lebih dekat lagi dengan nya,nafas yang beradu menjadi satu membuat dua insan manusia malam hari ini tertidur dengan sangat nyenyak.


"Astaga,apa telah terjadi semalam dengan ku?"


Pagi ini Alexander terbangun dengan Keisha berada di dalam pelukannya tanpa busana.


"Sial, apa yang sebenarnya dilakukan oleh wanita pelacur ini? tubuhnya sangat membuat ku mencandu untuk ingin menidurinya"


Alexander mengumpat pelan beberapa kali,kekesalan di dalam hatinya yang ingin dia lampiaskan kepada wanita yang saat ini masih tertidur pulas tidak dapat dia keluarkan,entah mengapa pagi ini Alexander sama sekali tidak tega untuk membangunkan Keisha dari tidur panjangnya.


"Lebih baik aku segera siap - siap untuk pergi ke kantor,jika aku masih sibuk memikirkan ini,mungkin aku akan menerkamnya lagi"


Setelah mengatakan hal tersebut,dengan sangat lembut Alexander menaruh kepala Keisha di bantal yang lainnya dan menutupi kembali tubuh Keisha dengan selimut tebal.


Alexander segera memakai kembali pakaian nya dan keluar dari dalam kamar Keisha dengan keadaan hatinya yang saat ini semakin tidak menentu.


"Selamat pagi tuan Alexander"


"Pagi Peter"


Alexander menyambut sapaan Peter dengan sebuah senyuman,pagi ini hatinya begitu bahagia dan Alexander sama sekali tidak menyadari mengapa dia seperti itu.


"Peter,apakah persiapan untuk wanita itu sudah kau buat?"


"Wanita itu?"


"Yang kumaksud adalah Keisha Peter"


"Jika masalah nona Keisha,pagi ini akan ada banyak ahli kecantikan yang akan datang ke rumah untuk memberikan perawatan kepada nona Keisha"


"Bagus selama Hal itu dilakukan lebih cepat semuanya akan lebih baik"


"Tuan"

__ADS_1


"Ya,ada apa Peter?"


"Tuan,apakah tuan juga tidak mendatangkan Dokter untuk nona Keisha?"


"Dokter?untuk apa aku melakukan itu?wanita itu sehat - sehat saja"


"Ya betul tuan,nona Keisha saat ini sedang mengandung dan menurut sumber yang saya terima, nona Keisha sama sekali belum pernah melakukan pemeriksaan dengan Dokter terkait kandungannya sehat atau tidak"


Alexander terdiam dengan semua perkataan dari Peter, Alexander selama ini melupakan jika Keisha sedang dalam keadaan hamil,selama ini Alexander memperlakukan Keisha dengan sangat buruk.


"Persetan dengan kehamilannya,aku yakin janin yang saat ini di dalam kandungannya bukan anak ku,jadi untuk apa aku harus memperhatikan janin tersebut,mau janin tersebut masih hidup atau mati semua itu buka menjadi urusan ku Peter"


Alexander mengatakan hal tersebut dengan tertawa dingin,entah mengapa hatinya terasa sakit ketika dia kembali mengingat tentang hancurnya hubungan dia dengan Melisa dan itu semua menurut pemikiran Alexander karena janin yang saat ini berada di rahim Keisha sehingga tanpa sadar membuat Alexander begitu membenci janin tersebut.


"Tapi tuan Alex"


"Sudahlah Peter,aku hanya ingin bermain - main sebentar dengan wanita itu, sebelum membuangnya ke jalan,kau boleh pergi dari ruangan ini Peter"


"Baik tuan Alexander"


Peter keluar dari ruangan Alexander dengan keadaan marah yang tersimpan di dalam hatinya akibat hati Alexander yang begitu dingin ketika membiarkan kesehatan janin Dari Keisha.


Peter terus melangkahkan kaki dengan perkataan demi perkataan yang terus di katakan di dalam hatinya.


Sementara itu kini di rumah putih,Keisha mulai membuka mata dan ketika Keisha membuka mata dia melihat sampingnya telah kembali kosong.


Tuan Alexander rupanya kau telah bangun,aku yakin kau bangun dan akan langsung beranjak pergi dari kamar ini dengan mengutuki dirimu sendiri atas perbuatmu kepada ku tadi malam.


Keisha mengatakan Hal tersebut sambil membelai sebelahnya yang sudah kosong,Keisha mencoba menciuk aroma tubuh Alexander mencoba kembali membayangkan setiap sentuhan demi sentuhan lembut yang masih sangat terasa di sekujur tubuhnya.


"Selamat pagi Keisha"


Aira sahabatnya tiba - tiba masuk ke dalam kamar dan begitu Aira masuk dalam melihat keadaan Keisha serta pakaian Keisha yang masih berserakan di lantai membuat Aira langsung berpikir telah terjadi sesuatu hal antara tuan dan nona muda nya.


"Selamat pagi Aira,maaf jika pagi ini kau melihat ku dalam keadaaan seperti ini"

__ADS_1


Keisha menuliskan hal tersebut kepada Aira dan ketika Aira membacanya Aira hanya tersenyum.


"Ya,ya sebagai wanita dewasa aku mengerti akan apa yang telah terjadi semalam di antara kalian berdua,aku ikut bahagia Keisha"


Aira tersenyum sambil memeluk Keisha,hatinya begitu bahagia ketika pagi ini melihat Sahabatnya tersebut bahagia.


"Ah aku hampir terlupa,hari ini tuan Peter mengirik banyak ahli kecantikan ke rumah putih"


"Ahli kecantikan?untuk siapa Ra?"


Keisha dengan polos menuliskan kata - kata tersebut ke dalam buku tulisnya.


"Ya tentu saja untuk mu nona Keisha,tuan Peter pasti diperintahkan oleh tuan Alexander untuk membuatmu lebih cantik?"


"Membuat ku lebih cantik?untuk apa tuan Alexander melakukan hal itu Ra?"


Dengan masih belum mengerti Keisha kembali menuliskan kata - kata tersebut, sedangkan Aira hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala melihat tingkah polos sahabatnya itu.


"Dengarkan aku,minggu depan adalah hari pernikahan tuan Nathan dan nona Lisa,kau bisa bayangkan betapa banyak tamu yang akan hadir di dalam acara tersebut Keisha,wajar jika tuan Alexander ingin agar kau tampil secantik mungkin,kau adalah istri sah dari tuan Alexander,jadi cepat ganti baju dan kita turun ke bawah untuk menemui para ahli kecantikan tersebut"


Aira meminta Keisha untuk segera bersiap - siap,dengan menyeret kakinya karena malas pada akhirnya Keisha berdiri dari tempat tidur nya dan masuk ke dalam kamar mandi.


Di dalam kamar mandi di depan kaca Keisha memandang tubuhnya yang penuh dengan tanda cinta yang diberikan oleh Alexander kepadanya semalam.


Istri sah?ya aku hampir melupakan jika aku adalah istri sah mu tuan Alexander, perkataan demi perkataan mu yang terus menerus menyebutku sebagai wanita pelacur membuatku sampai lupa kedudukan ku yang sebenarnya di samping mu.


Keisha mengatakan hal tersebut sambil memandang seluruh tubuhnya yang penuh dengan tanda cinta pemberian Dari Alexander.


Sementara itu di suatu tempat.


"Tuan Lio,untuk apa kau kemari lagi?"


Satu suara seorang gadis yang saat masih hatinya masih terluka.


"Nona Melisa,aku akan terus kemari meskipun kau belum membukakan pintu hatimu untuk ku"

__ADS_1


"Katakan dengan terus terang apa mau mu tuan Lio?"


"Jadilah pasangan ku di pesta pernikahan tuan Nathan dan nona Lisa


__ADS_2