MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
MENCOBA MALAM PERTAMA


__ADS_3

Alexander mengatakan hal tersebut sambil mengacak -acak rambutnya,kini Alexander memilih untuk tetap duduk di taman memandang langit sampai suasana hatinya betul-betul bisa lebih tenang kembali.


Sementara itu Clarissa yang kini telah kembali ke dalam kamarnya mendadak termenung dengan semua hal yang tadi Michelle katakan.


"Sayang apakah ada sesuatu hal yang saat ini sedang menganggu hati mu?"


Clarissa yang merasakan pinggangnya di peluk oleh laki-laki yang dia cintai kini menghadapkan dirinya ke laki-laki yang merupakan separuh dari jiwanya tersebut.


"Tadi aku menemui Michelle"


"Lalu?"


"Michelle begitu tidak percaya diri untuk malam pertamanya ini"


Clarissa mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Richard.


"Apa yang membuatnya tidak percaya diri sampai seperti itu?"


"Karena dia sudah tidak suci lagi Dan hal tersebut terus dikatakan olehnya"


Richard terdiam dengan semua hal yang dikatakan oleh Clarissa.


"Apakah setiap wanita akan seperti itu?"


"Apa maksudmu Richard?"


"Ya mereka memiliki mental yang jatuh ketika sudah berbicara tentang hal ini, apakah hal ini begitu sensitive untuk kaum wanita?"


"Ya Richard,hal yang Michelle alami pernah aku rasakan ketika aku pertama kali melakukan hal tersebut dengan mu,kau yang telah menjaga hidup mu dengan baik,tiba-tiba harus mendapatkan wanita seperti aku,namun aku bersyukur kau yang pada saat itu menyakinkan aku"

__ADS_1


"Dan Albert akan melakukan hal yang sama untuk anak kita Michelle"


Richard mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Clarissa.


"Jadi kau tidak perlu khawatir,semua akan baik-baik saja,baik Albert ataupun Michelle pada malam hari ini akan mendapatkan haknya sebagai sepasang suami istri"


Richard tersenyum dan senyuman nya bisa membuat teduh hati Clarissa.


"Sekarang istriku yang tetap cantik ini ayo kita istirahat sayang"


"Ayo aku sudah mengantuk"


Richard membawa Clarissa untuk masuk kembali ke dalam kamar, Clarissa mencoba untuk tidak khawatir dengan setiap hal yang akan terjadi kepada Michelle pada malam hari ini.


Sementara itu di kamar dengan perlahan Albert mulai masuk ke dalam ruangan.


Mengetahui Albert sudah masuk ke dalam kamar,semua pelayan membungkukkan badannya untuk memberikan hormat kepada Albert.


"Apakah semuanya sudah selesai?"


"Sudah tuan"


"Baiklah kalian boleh pergi"


Setelah mengatakan hal tersebut para pelayan mulai meninggalkan ruangan di dalam kamar,kini tinggal Albert dan Michelle yang masih duduk di kursi riasnya sambil terus memand kaca.


"Sayang"


Albert memanggil perlahan Michelle dan Michelle langsung menghadapkan badan nya ke arah Albert.

__ADS_1


"Bagaimana apakah kau sudah lelah?"


Hal tersebut yang pada akhirnya terlontar pada mulut Albert karena gugup.


"Ya aku lelah Albert"


"Ah jadi seperti itu,tapi jika malam ini aku mengajak mu bermain apakah kau masih sangup kan?"


"Bermain?"


Michelle nampak tidak mengerti dengan semua ucapan yang dikatakan oleh Albert.


"Ya bermain seperti ini"


Seketika itu juga Albert langsung menarik Michelle ke dalam pelukannya dan ******* habis bibir Michelle.


Michelle yang pada awalnya berusaha untuk mengendalikan permainan langsung kalah oleh aksi arogan dari Albert di atas tempat tidur.


Albert membuka satu per satu pakaian yang digunakan oleh Michelle dengan gerakan-gerakan tangannya.


Hai,pembaca setia tuan Alexander


vote dan like


author yah agar authornya bisa


tambah setia tuan Alexander vote dan


like

__ADS_1


__ADS_2