
Sementara itu di balkon kamar.
"Nona"
"Tadi siapa?"
"Tadi itu nona Lilian nona,nona Lilian mencoba untuk ingin masuk ke dalam rumah putih ini nona"
"Tetap laksanakan perintah tuan Alexander,jika anggota keluarga Chandradinata mencarinya kalian harus melarangnya masuk ke dalam,apa kalian mengerti!"
"Kami mengerti nona"
"Bagus sekarang kalian boleh pergi"
Melisa mengatakan semua hal tersebut kepada para pengawal,dengan menuang anggur di dalam gelas,Melisa terus tersenyum dengan licik.
"Kita lihat saja, Keisha apakah kau akan menang dalam pertarungan ini,atau aku yang akan menjadi pemenangnya"
Melisa tertawa dengan keras sambil mengatakan hal tersebut,ada banyak rencana yang telah dia susun dengan rapi agar semuanya berjalan dengan lancar.
Sementara itu Lilian yang tak hilang akal akan segera menghubungi Peter untuk meminta bantuan Peter agar Peter bisa mengeluarkan Aira dari dalam rumah putih.
"Nona Lilian,nona hanya dapat berbicara dengan Aira sekitar lima belas menit saja"
__ADS_1
"Apa? mana cukup waktu lima belas menit kak Peter"
"Maaf nona hanya ini yang bisa aku bantu untuk mu
"
Lilian menarik nafasnya dalam -dalam,sore ini Lilian menunggu Aira di salah satu pusat perbelanjaan di tengah kota,Peter mengatakan akan mengantar Aira untuk membeli kebutuhan rumah tangga.
"Baiklah kak Peter,terima kasih sudah membantu Lilian"
Setelah Lilian mengucapkan hal tersebut,Lilian segera menyusul Aira yang sudah masuk ke pusat perbelanjaan kebutuhan sehari - hari, sedangkan Peter tetap berjaga di depan pusat perbelanjaan tersebut.
"Nona Lilian"
Lilian menarik tangan Aira dan tepat saat Lilian menyentuh tangan Aira di saat itulah alat pelacak milik Richard terpasang dengan sempurna,Alat pelacak berbentuk tahi lalat yang sama sekali tidak di sadari oleh Aira kini sudah terpasang di tangan kanannya.
"Nona ada apa mencari ku?"
Aira mengatakan hal tersebut sambil berbisik kepada Lilian.
"Aira bagaimana keadaan rumah putih?"
"Nona keadaan rumah putih saat ini sangat aneh"
__ADS_1
"Apa maksud mu?"
"Nona Melisa merubah semua letak prabotan,nona Melisa meletakan beberapa patung dengan simbol yang aneh di sudut -sudut ruangan,dan setiap tengah malam nona Melisa selalu keluar kamar, menuju ke halaman belakang,duduk sendiri dan berbicara sendiri"
Lilian hanya terdiam dengan semua hal yang saat ini telah diucapkan oleh Aira.
"Apa yang terjadi dengan kak Alexander?"
"Tuan Alexander seperti berada di bawah kendali nona Melisa,apapun yang nona Melisa katakan tuan Alex selalu mengikuti nya"
"Nona Lilian maafkan aku,aku harus segera pergi,saat ini tuan Alexander melarang semua orang yang berada di dalam rumah putih untuk berbicara dengan keluarga Chandradinata"
Setelah mengatakan hal tersebut Aira langsung pergi dari hadapan Lilian,Lilian hanya bisa terduduk di depan perlengkapan sehari -hari di dalam pusat perbelanjaan tersebut.
"Apa ini yang dinamakan dengan ilmu hitam?apakah ilmu hitam itu masih ada? mengapa saat Aira mengatakan hal tersebut yang terlintas di dalam pikiran ku hanya kata -kata ilmu hitam saja?"
Lilian duduk dan terus bergumam dengan hal itu.
"Halo paman Richard apakah paman sudah mendengarkan pembicaraan aku dengan Aira?"
Lilian yang segera tersadar jika misinya belum selesai segera kembali menghubungi Richard dengan satu alat kecil yang masih menempel pada telingga nya.
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
__ADS_1
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.