MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
TES KEHAMILAN


__ADS_3

Keisha menangis dan terus menangis sambil mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.


Sekarang aku harus bagaimana?


Pikiran Keisha menjadi kalut meskipun itu semua belum dia buktikan kebenaran nya.


"Keisha ada apa dengan mu?"


Tiba - tiba Aira masuk ke dalam kamar Keisha dan mendapati mata Keisha masih sembab karena habis menangis.


Keisha yang mengetahui kehadiran dari Aira langsung saja menghapus air matanya,namun semuanya itu terlambat Aira sudah melihat semuanya.


"Katakan Keisha,jangan kau pendam sendiri,kita disini juga keluarga kan,kau anggap aku temanmu bukan?"


Mata Aira yang menunjukkan sebuah ketulusan pada akhirnya membuat Keisha kembali menangis dan memeluk erat Aira,Aira mengerti jika saat ini temannya itu sedang dalam masalah dan meskipun Aira belum mengetahui masalahnya,namun Aira tetap mencoba untuk menenangkan Keisha.


"Sudah tenang,Key sekarang bisa dengan perlahan menceritakan semua masalah mu itu,jangan kau pendam seorang diri,agar beban mu ringan kau bisa menceritakan nya kepadaku"


Aira menatap dalam - dalam wajah Keisha dan detik itu juga Keisha mengambil kertas dan alat tulis serta menuliskan apa yang dia alami saat ini.

__ADS_1


"Aira kemungkinan aku hamil"


Begitu tulisan Keisha di kertas tersebut dan Aira yang melihat tulisan Keisha segera menutup erat mulutnya tanda bahwa dia tidak percaya apa yang saat ini Keisha sedang alami,karena pihak keluarga Chandradinata menutup asal usul Keisha dari siapapun.


"Astaga Key, bagaimana itu bisa terjadi?kau melakukan hal itu dengan siapa?"


Suara Aira berusaha dia tekan serendah mungkin,agar tidak ada orang yang mendengarkan percakapan dari mereka.


"Aku Melakukan itu dengan salah satu tuan muda di tempat lokalisasi"


Pernyataan Keisha membuat Aira kembai menutup ke dua mulutnya dengan tangan,kini Aira begitu kaget ketika mengetahui asal usul Keisha yang sebenarnya.


Keisha kembali menatap Aira dan dengan perlahan mengangguk -anggukan kepalanya tanda bahwa apa yang dikatakan oleh Aira itu benar adanya.


"Ya,Aira tuan Alexander yang menyelamatkan aku sehingga pada akhirnya aku bisa sampai ke rumah utama ini"


"Ya,ya aku mengerti,baiklah karena ini semuanya sudah terjadi,ya sudah mari kita cari jalan keluarnya berdua,kau tidak usah mengingat hal - hal yang sudah berlalu, sekarang kau harus ingat bahwa di dalam perutmu ada satu nyawa lagi yang harus kau jaga"


"Tapi Ra,aku belum memeriksakan hal ini ke Dokter"

__ADS_1


Aira menatap wajah sahabatnya itu dengan tajam.


"Jadi kau belum mengetahui pasti tentang apa kau hamil atau tidak?"


"Ya Ra aku baru menduganya tapi besar kemungkinan semuanya menuju ke arah sana"


Kini Aira hanya bisa menggelengkan kepalanya saat dia tau jawaban dari Keisha.


"Ya ampun Keisha,tes kehamilan itu tidak perlu repot,kau tunggu sebentar"


Aira segera berlari keluar dari kamar Keisha dan tak beberapa lama dia kembali dengan alat tes kehamilan.


"Coba kau periksakan kehamilan ini dengan tes kehamilan yang aku bawa"


Dengan penuh ketakutan dan juga keraguan yang bercampur menjadi satu pada akhirnya Keisha mengambil alat tes kehamilan yang berada di tangan Aira.


"Aku akan mencobanya"


Keisha menuliskan hal tersebut di dalam kertas dan pada akhirnya Keisha masuk ke dalam kamar mandi dan mencoba menggunakan tes kehamilan tersebut.-

__ADS_1


__ADS_2