MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
CHOU ZHOU


__ADS_3

Peter maaf bukannya aku tidak percaya terhadap hal seperti itu,namun untuk dunia modern seperti ini kita tidak sebaiknya berkonsentrasi di sana,karena mereka tidak akan menyerang kita dengan cara murahan seperti itu"


"Kau benar Alexander,kita pasti akan menang jika hanya dengan cara black magic seperti itu, sebaik nya kita berkonsentrasi pada hal yang lainnya saja"


"Tapi tuan Edward"


"Peter percayakan semua hal ini kepada kami"


Edward mencoba untuk menyakinkan Peter lebih lagi,namun di satu sisi Peter sama sekali tidak yakin jika semua hal tersebut akan tetap baik -baik saja.


"Baiklah karena sudah tidak hal yang lain yang harus kita bicarakan alangkah baiknya kita kembali pada pekerjaan kita masing-masing"


Richard mengatakan hal tersebut dan segera keluar diikuti yang lainnya.


Semoga semua hal baik - baik saja,karena aku masih belum yakin jika semua akan baik -baik saja.


Peter terus mengatakan hal tersebut saat keluar dari dalam ruangan Chandradinata,rasa yang Peter alami saat ini tidak bisa di patahkan oleh apapun,namun Peter sama sekali tidak bisa berkomentar banyak karena semua anggota Chandradinata yang lain begitu percaya diri bahwa semua akan baik -baik saja.


Sementara itu di toko bunga cinta hari ini.


"Selamat pagi"


Satu laki -laki tampan masuk ke dalam toko dan memberikan senyuman manisnya kepada Keisha.


"Selamat pagi tuan"

__ADS_1


Keisha menuliskan kata - kata tersebut di atas kertas"


Laki -laki tampan tersebut begitu kaget ketika menyadari wanita cantik yang saat ini berada di depan nya tidak dapat berbicara.


"Tuan apakah ada yang bisa saya bantu?"


"Ah aku ingin membeli beberapa tangkai bunga mawar merah,bisa nona pilihkan yang terbaik dari toko ini?"


"Tentu saja tuan"


"Baiklah,aku akan menunggu nya disana"


Laki -laki tampan tersebut menunjukan satu tempat duduk yang berada di ujung.


"Tentu saja nona"


Senyum terpancar dari wajah laki -laki tampan tersebut.


"Tuan Edward"


"Sssstt,kalian tunggu di luar saja"


Edward putra dari Dokter Rena membisikkan hal tersebut kepada para pengawal yang sejak tadi ikut serta kemanapun tuannya pergi.


"Baik tuan Edward"

__ADS_1


Para pengawal pun pergi dari hadapan tuan Edward dan kini hanya tinggal Edward saja berada di ujung ruangan itu, Edward mengamati setiap lekuk tubuh dari wanita yang diam -diam kini sedang dia perhatian.


"Tuan ini bunga yang anda minta"


Lamunan Edward segera kembali tersadar ketika sang perangkai bunga datang menghampiri nya.


"Terima kasih nona,boleh aku mengetahui siapa nama mu?"


"Nama ku Keisha tuan"


"Nona Keisha,nama yang indah pasti atasan mu sangat senang kau bekerja disini"


"Terima kasih tuan,namun aku adalah pemilik tunggal tempat ini"


Keisha menuliskan semua hal tersebut di atas kertas dan Edward kini menatap tajam wajah Keisha.


"Sungguh luar biasa jika nona Keisha adalah pemilik tunggal tempat ini,pasti dibutuhkan usaha yang keras untuk bisnis anda bisa maju dengan pesat seperti ini"


Keisha tak banyak berbicara kecuali menanggapi semua hal tersebut sambil tersenyum.


"Baiklah senang berkenalan dengan anda nona Keisha,namaku Chou Zou,aku sedang melakukan perjalanan bisnis di Negara ini"


Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like


author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.

__ADS_1


__ADS_2