
"Kau cantik nona Keisha,sangat cantik"
Di dalam mobil Edward berkali -kali mengatakan hal tersebut dan pada akhirnya melajukan kembali mobil nya dalam kecepatan sedang diiringi para pengawal bayangan yang sejak tadi terus mengawasi semua gerak gerik dari Edward.
"Pesan kepada para pengawal yang lainnya agar tidak melaporkan kejadian ini kepada Ibu ku,semua hal yang berhubungan dengan nona Keisha aku melarang keras untuk kalian melaporkan hal tersebut kepada Ibu ku,apa kalian mengerti?"
Edward mengatakan hal tersebut kepada satu orang pengawal yang kini sedang mengemudikan mobilnya tersebut.
"Baik tuan Edward kami mengerti"
Satu pengawal tersebut pada akhirnya hanya bisa menganggukan kepalanya saat Edward mengatakan demikian.
"Bagus,aku sudah dewasa biarkan aku menyelesaikan semua permasalahan ku sendiri tanpa campur tangan Ibu"
Edward mengatakan hal tersebut di dalam mobil,kini pikirannya mulai di hiasi dengan wajah Keisha dan hanya wajah Keisha saja.
Sementara itu kini hari sudah berubah menjadi sore, Alexander sengaja untuk kembali ke rumah putih terlebih dahulu sebelum Keisha kembali.
"Dimana Kakek Luo?"
"Kakek Luo berada di kamarnya tuan Alexander"
__ADS_1
Alexander menanyakan hal tersebut kepada pelayan dan setelah itu segera menuju ke kamar Kakek Luo.
"Tuan Alexander,sungguh kebetulan sekali tuan Alexander berada disini,ada apa?"
Alexander yang telah berada di pintu masuk Kakek Luo segera masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Sekarang katakan kepada ku apa rencana mu sebenarnya tuan Luo yang terhormat"
Alexander mengatakan hal tersebut dengan penuh kegeraman, Alexander maju ke arah Kakek Luo dan mendekat terus ke arah Kakek Luo.
"Apa maksudmu tuan Alexander?"
"Kau tidak perlu bertanya lagi apa maksud ku tua bangka,kau yang telah menjual istriku pada laki -laki yang tak bertanggung jawab,kau yang menjadikan istriku nona malam,kau yang membuat istriku menderita"
"Apa yang tuan bisa buktikan jika memang benar aku adalah pelaku semua hal ini?"
Kakek Luo tak kalah tajam menatap ke arah Alexander.
"Aku memang tidak bisa membuktikan hal apapun kepada mu tua bangka,tapi dengan pukulan demi pukulan ini kau pasti akan segera berbicara"
Alexander menggiring tubuh Kakek Luo ke dinding dan bersiap untuk mengangkat tangannya.
__ADS_1
"Tuan Alexander kendalikan amarah anda"
Peter yang telah mengetahui jika Alexander mulai hilang kendali segera mendekat ke arah Alexander.
"Lepaskan aku Peter,tua bangka ini perlu tau saat ini dia sedang berhadapan dengan siapa,agar dia tau bahwa dia tidak bisa seenaknya saja untuk membuat istri Alexander Chandradinata menderita"
"Hentikan tuan Alexander,jika nona Keisha mengetahui nona Keisha bisa marah kepada tuan Alexander"
Peter terus berusaha untuk menyadarkan kembali Alexander,namun semuanya terlambat saat Alexander melayangkan pukulan nya,tepat di saat yang sama Keisha melihat semua hal yang Alexander lakukan dari depan pintu kamar Kakek Luo.
"Tuan Alexander"
Teriakan Aira kini menyadarkan Alexander bahwa semua hal yang saat ini dilakukan sedang dilihat oleh Keisha.
Air mata Keisha langsung mengalir begitu deras saat melihat Alexander melayangkan satu pukulan kepada Kakek Luo.
"Alexander kau jahat!"
Keisha langsung berlari ke arah Kakek Luo menyingkirkan tangan Alexander dan memeluk Kakek Luo.
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
__ADS_1
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.