MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
AKU AKAN MENEMANIMU


__ADS_3

"Pasangan?jatuh cinta?"


Senyum Natan hambar dengan kedua kata -kata yang saat ini dia ucapkan.


Rasa sakit masih Natan rasakan ketika dia pernah menyatakan cintanya kepada Lisa di Paris dan Lisa menolak cinta tersebut tanpa sebuah alasan yang pasti,sejak itulah Natan memilih untuk tetap sendiri.


"Sebaiknya aku segera tidur agar kenangan ini tidak kembali menguasai hatiku lagi"


Pada akhirnya Natan meletakkan semua alatnya untuk menulis dan masuk ke dalam kamar tidurnya.


Malam yang telah berlalu bergantikan dengan pagi,hari ini rumah utama keluarga Chandradinata begitu ramai dengan kehadiran tamu -tamu penting mereka.


"Selamat pagi semuanya"


Seperti biasa Lilian selalu menyapa semua anggota keluarga dengan ramah dan dengan senyum manisnya yang mempesona.


"Pagi Lilian sayang"


"Pa,Ma pagi ini aku dan paman Natan akan pergi ke sanggar lukis bersama -sama ya"


"Pergilah sayang selama kegiatan yang kau jalani itu positif maka kami akan mendukungmu"


"Terima kasih Papa"


"Oh iya Michelle pagi ini kau pergi bersama dengan Albert ke Rumah Sakit kan?"


Michelle yang sedari tadi sedang asyik menikmati dimsum tiba -tiba harus dibuatnya berhenti mengunyah ketika Edward mengatakan hal itu kepada dirinya.


"Pa,apakah Michelle juga harus berangkat bersama dengan adik kecil ini?"


"Hei,aku bukan adik kecilmu tau!"


Albert siap mengibarkan bendera perangnya kembali ketika Michelle akan memulai menjawab nya lagi.


"Sudah,sudah kenapa Papa selalu mendengar keributan kecil jika kalian yang berbicara"


"Hmmm,ya,ya baiklah aku akan berangkat bersama dengannya"


Pada akhirnya Michelle mengakhiri pertengkaran ini sebelum lebih meledak lagi.


"Kak Michelle hati -hati nanti kakak jatuh cinta sama kak Albert,karena kakak sering bertengkar dengan kak Albert"


Perkataan Lilian sukses membuat Michelle yang sedang minum tersedak berkali -kali


"Gak mungkin kakak jatuh cinta sama adik kecil ini,usia kakak kan lebih daripada dia"


"Cinta tidak akan pernah memandang usia kak,lagipula Paman Jian Lee dan bibi Fanny pasti tidak akan keberatan jika kak Michelle pada akhirnya berjodoh dengan kak Albert,bukan begitu paman?"

__ADS_1


Jian Lee yang sedari tadi tidak terlalu menghiraukan pembicaraan ini segera memandang wajah Lilian.


"Hmm,paman kembalikan ke anak -anak saja"


"Ya ampun,ah sudahlah lebih baik aku berangkat saja,Ma aku berangkat dulu,ayo adik kecil segera aku tunggu kau di mobil ya"


Michelle mencium pipi Clarissa dan juga Kimmy secara bergantian,setelah itu langsung berdiri dan berlalu dari hadapan mereka semua.


"Paman,dan Bibi jika aku serius mencintai Michelle kalian pasti akan merestui aku"


Dengan ringan Albert mengatakan hal itu kepada semua anggota keluarga Chandradinata,dan pada akhirnya meninggalkan mereka semua menyusul Michelle yang sudah berada di dalam mobil,kini ruangan menjadi sepi sesaat setelah pengakuan dadakan Albert kepada semua anggota Chandradinata.


"Edward, Richard putraku dengan gentleman meminta persetujuan dari kalian, bagaimana?"


Edward dan Richard saling berpandangan dan kemudian tertawa bersama.


"Kami serahkan kepada nyonya kami masing -masing,karena mereka yang akan lebih detail memikirkan ini"


Ke dua laki -laki tersebut saling melemparkan senyumnya kepada istrinya masing -masing.


"Sudah,sudah,biarkan mereka mengalir seperti air,jika mereka ingin saling mengenal biarkan semuanya berawal dari persahabatan"


Kimmy pada akhirnya bersuara dan disusul dengan anggukan dari para istri yang lainnya.


"Baiklah,karena kita akan memulai kegiatan kita masing -masing ada kalanya kita segera menyudahi pembicaraan kita ini"


"Paman Jian Lee,apakah paman jadi ikut dengan ku ke perusahaan farmasi hari ini?"


"Tentu saja Alex"


"Ayo paman"


Jian Lee dan juga Alex pada akhirnya berangkat berdua ke perusahaan farmasi milik Chandradinata,satu perusahaan yang pernah meninggalkan bekas cerita bersejarah dalam pembuatan penawar racun teratai putih di masa lalu.


"Edward hari ini aku akan menemani para nona besar untuk berjalan -jalan,apa kau tidak keberatan jika aku tidak pergi ke Rumah Sakit?"


"Tentu saja tidak sayang,kau adalah ratuku,jadi selama apa yang kau perbuat membuatmu senang maka aku akan berusaha untuk mengabulkannya,aku pergi dulu"


Edward mencium mesra kening Kimmy yang ikut mengantarkannya ke parkiran mobil ruang utama.


"Bagaimana Kim apakah kita jadi untuk berbelanja pada hari ini?"


Clarissa dan juga Fanny tiba - tiba sudah ada di belakang Kimmy.


"Tentu saja,ayo"


Ketiga nyonya besar yang sudah berkumpul pada akhirnya melakukan reuni dan menghabiskan waktu mereka untuk bersama-sama pada hari ini sambil menunggu suami mereka kembali ke rumah.

__ADS_1


Sementara itu di perusahaan farmasi,nampak Jian Lee sedang berbicara banyak kepada tuan Martin,sedangkan Alex terus melihat arloji miliknya,karena dia ingin segera pergi ke apartemen miliknya untuk bertemu dengan Keisha.


"Paman Jian Lee,maafkan aku sepertinya aku harus pergi sebentar karena ada urusan yang harus aku selesaikan"


"Pergilah nak"


Jian Lee menepuk pundak Alex dan pada akhirnya membiarkan Alex pergi dengan Peter ke apartemen miliknya itu, sesampainya di apartemen,Alex dengan tidak sabar mengetuk pintu apartemen tersebut dan tepat di saat ketukan yang pertama seorang gadis cantik membukakan pintu apartemen itu.


"Selamat datang tuan"


Keisha menyapa Alex dengan bahasa isyaratnya.


"Bagaimana keadaan mu hari ini?"


"Aku baik -baik saja tuan"


Keisha mengatakan hal tersebut sambil tersenyum dihadapan Alex dan senyum Keisha yang begitu manis mampu membuat Alex betah berlama -lama untuk memandangi gadis tersebut.


"Baiklah sebentar lagi sahabat ku akan datang ke apartemen ini,kau masaklah untuk kami berdua"


Keisha hanya terdiam dengan perintah yang Alexander berikan kepadanya.


"Kenapa kau masih diam dan mematung seperti ini?"


"Maafkan aku tuan,tapi disini tidak ada bahan makanan apapun kecuali mie instan"


Alex langsung ingat ketika dia kemarin meninggalkan Keisha di apartemen,Alex tidak meninggalkan uang untuk Keisha bisa berbelanja bahan makanan.


"Baiklah,gunakan ini,pakai kartu ini untuk berbelanja bahan makanan"


Keisha yang menerima kartu dengan limit tanpa batas tersebut pada akhirnya hanya bisa terdiam dan membolak-balik kartu itu.


"Ada apa lagi?"


"Keisha tidak tau cara menggunakan kartu ini tuan,di desa tidak ada orang yang memakai kartu seperti ini"


Jawaban dari Keisha membuat Alex langsung terdiam dan memijit -mijit pelipisnya.


"Baiklah,ayo aku akan ikut kau berbelanja dan aku akan mengajari mu menggunakan kartu ini"


Alex yang sudah duduk dan sebenarnya sudah malas untuk berdiri pada akhirnya harus kembali berdiri untuk menemani Keisha berbelanja dengan kartu tersebut.


"Nanti sekalian kau beli perlengkapan wanita,mataku sakit melihat kau menggunakan baju yang lusuh ini"


"Baik tuan"


Keisha membungkukkan badan sebagai bentuk tanda hormatnya kepada Alexander sedangkan Alexander mengatakan hal tersebut sambil lalu dengan pergi meninggalkan Keisha.

__ADS_1


__ADS_2