
Cuen memberikan satu berkas yang berisikan foto dan data - data para pembunuh bayaran yang telah di sewa oleh Melisa.
Dengan mengernyitkan dahi tuan Lio membaca semua berkas - berkas tersebut
"Ternyata wanita ini cukup mengerikan juga"
Dengan mengatakan hal tersebut tuan Lio melempar berkas di mejanya.
"Lalu apa yang akan kita lakukan tuan Lio?"
"Untuk sementara kita hanya akan menjadi penonton saja Cuen,aku ingin melihat akhir dari rencana nona Melisa akan seperti apa"
"Tuan tidak berniat untuk melindungi nona Melisa?"
"Aku akan melindungi nya setelah aku tau hasil akhir dari rencana tersebut, melawan keluarga Chandradinata tidak semudah apa yang ada di dalam pikirannya saat ini"
"Baik tuan,hamba tunggu perintah dari tuan Lio"
"Pergilah Cuen"
Tuan Lio melambaikan tangannya kepada Cuen agar Cuen segera pergi dari hadapannya,kini tuan Lio menghabiskan malam hari ini dengan ditemani bergelas -gelas minuman beralkohol di depan matanya,malam yang dingin tuan Lio lewati seorang diri dengan pemikiran demi pemikiran yang mulai menjelajah otaknya.
"Selamat pagi tuan Alexander"
Satu senyuman manis Keisha perlihatkan kepada Alexander yang kini masih berada di sampingnya,bahasa isyarat yang mewakili ucapan cinta Keisha pada pagi hari ini.
"Pagi"
"Tuan hari ini mau makan apa?"
Keisha mencoba menggunakan bahasa isyarat lagi untuk menawarkan makanan kepada Alexander.
"Apa saja,cepat kenakan semua pakaian mu,jika tidak jangan salahkan aku jika pada akhirnya aku memintamu untuk melakukan lagi hal semalam"
Deg
Detik itu juga Keisha baru tersadar jika dirinya masih di atas tempat tidur yang sama dengan Alexander dan tubuhnya hanya berbalutkan selimut tebal.
"Baik tuan Alexander aku akan segera menggunakan pakaian ku lagi"
Keisha mengatakan hal tersebut,sambil menunggu untuk Alexander memejamkan matanya.
"Tunggu apa lagi!"
"Anu tuan,aku malu jika harus keluar dari selimut ini,tanpa pakaian"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil menundukkan wajahnya.
"Apa yang membuat engkau malu?jika aku sudah melihat semua bentuk tubuhmu,cepat pakai kembali pakaianmu sebelum aku meminta banyak hal lagi padamu!!"
Alexander kembali berteriak dan teriakan nya sukses membuat Keisha langsung keluar dari selimut nya dan berlari ke arah kamar mandi.
"Gadis bodoh"
Segurat senyum Alexander tipis melihat semua tingkah Keisha pada pagi hari ini.
__ADS_1
Tak beberapa lama,Keisha pun sudah selesai bersiap - siap dan kini membantu Alexander untuk membersihkan dirinya,bagi Keisha mulai saat ini seperti nya dia harus berusaha untuk tidak malu lagi jika harus berhadapan dengan Alexander berdua tanpa sehelai benangpun yang melekat.
"Ayo turun kita sarapan di bawah,Papa Ed dan Mama Kim pasti sudah menunggu kita"
Keisha menganggukan kepalanya dan segera mendorong kursi roda Alexander untuk menuju ke meja makan.
"Selamat pagi Keisha dan Alexander,duduklah"
Kimmy tersenyum melihat kemunculan Alexander dan Keisha di meja makan,Kimmy yang mengetahui segala aktivitas mereka membuatnya memberikan senyuman yang paling terindah untuk satu pasangan suami istri ini.
"Pagi Mama Kim,pagi Papa Ed"
Alexander mencoba untuk menyapa kembali Edward dan Kimmy yang sudah terlebih dahulu melahap roti panggang mereka..
"Pagi Alexander, bagaimana tidurmu apakah nyenyak semalam?"
Edward mengatakan hal tersebut sambil tersenyum tipis kepada putranya, sedangkan Keisha perlahan menundukkan wajahnya karena malu.
"Tentu saja sangat nyenyak Pa"
"Bagus kuharap akan seperti itu terus"
Edward mengatakan semua hal tersebut dengan datar sambil terus melahap roti panggang miliknya.
"Selamat pagi semuanya"
Terdengar suara dari laki - laki lainnya.
"Pagi Albert, Michelle,kalian ada disini juga?"
"Ya Ma,tanyakan saja pada Albert kenapa dia mengajak ku ke sini"
Michelle menjawab pertanyaan Kimmy dengan cemberut dan langsung duduk di kursi mengambil beberapa roti panggang dan siap -siap untuk menyantapnya
"Sayang kau tidak boleh berbicara seperti itu kepada Bibi Kim"
"Sayang,sayang namaku Michelle bukan sayang,kau yang membuat aku berbicara seperti itu kepada Mama Kim"
"Aku?hei kenapa sekarang kau menyalahkan aku?"
"Sudah,tidak boleh ada keributan di meja makan"
Mendengar keributan yang sebentar lagi terdengar, Edward langsung berbicara dengan nada tinggi.
"Maaf Papa Ed"
"Maaf paman Edward"
"Sekarang katakan untuk apa kalian kemari"
Kini Michelle dan Albert saling pandang.
"Kau saja yang mengatakan, ini semua kan idemu"
Michelle mengatakan hal tersebut sambil memandang Albert dengan tajam.
__ADS_1
"Michelle,ini kau atau Albert yang bicara?Papa gerah melihat kalian berdua terus beradu mulut!"
"Albert Pa yang akan menjelaskan"
"Baik,ayo Albert jelaskan!"
"Sebenarnya kedatangan kami kemari hanya untuk memeriksa keadaan Alexander paman,kami berdua khawatir akan keadaannya"
"Memeriksa aku?untuk apa?aku akan selalu ke Rumah Sakit jika akan periksa,ini semua hanya rencana Albert saja Pa"
Alexander tidak terima ketika namanya dijadikan tameng oleh Albert.
"Ah sudah ,sudah Papa pusing dengan tingkah kalian semua,kalau kalian ingin bertemu Alexander katakan yang sebenarnya,dan jika itu hanya menjadi sebuah alasan Papa tidak akan mengizinkan nya"
Semua langsung terdiam ketika perkataan Edward tersebut sudah keluar dari mulutnya.
"Sayangku Edward,jangan seperti itu terhadap mereka,mungkin memang benar Albert ingin melihat keadaan Alexander"
Kimmy yang sudah membaca situasi segera mengenggam tangan Edward untuk mencoba menenangkannya.
"Baiklah jika memang seperti itu,ayo berangkat aku akan mengantarkan mu ke Rumah Sakit terlebih dahulu"
Pada akhirnya Edward memilih untuk mengalah setelah berkata demikian Edward beranjak dari tempat duduknya dan mengajak Kimmy untuk ikut serta.
"Jaga diri kalian semua"
Kimmy melambaikan tangan kepada para anak -anak muda yang masih tertinggal di meja makan dan menikmati sarapan nya.
"Cukup, sekarang kau yang harus makan"
Alexander mengatakan hal tersebut kepada Keisha yang semenjak tadi masih menyuapinya.
"Pengantin baru oh pengantin baru"
Tiba - tiba Albert berkumandang.
"Diam kau,cepat katakan apa maumu kesini?"
"Alexander aku hanya ingin memeriksa mu saja"
"Yakin hanya itu?"
"Ya yakin"
"Baiklah,ayo ke ruang kerja,ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan hanya berdua denganmu saja"
"Siap"
Albert langsung berdiri dan mendorong kursi roda Alexander meninggalkan meja makan,kini hanya Keisha dan Michelle yang masih tersisa disana,Keisha sama sekali belum pernah bicara berdua dengan Michelle,karakter Michelle yang cuek dan juga galak membuat Keisha tidak tau harus memulai pembicaraan dari mana, terlebih Keisha masuk ke dalam keluarga Chandradinata karena sebuah kecelakaan yang hampir merusak nama besar keluarga tersebut.
"Kau sudah selesai makan?"
Michelle tiba - tiba bersuara,dan Keisha langsung mencari pena dan kertas untuk menjawab pertanyaan Michelle.
"Kau tak perlu mencari benda - benda tersebut,aku mengerti bahasa isyarat.
__ADS_1