
Keisha tersenyum ke arah Melisa dan Melisa menyambut senyuman gadis itu dengan hangat.
"Halo,namaku Melisa,senang berkenalan denganmu nona Keisha"
"Salam hangat dariku nona Melisa"
Keisha mengatakan hal itu dengan bahasa isyarat dan Melisa hanya bisa memandangi nya karena Melisa tidak mengerti apa yang diperagakan oleh Keisha.
"Dia bilang salam hangat darinya sayang"
Alexander memberitahukan apa yang diperagakan oleh Keisha kepada dirinya.
"Ah seperti itu,nampaknya kau nanti harus mengajariku bahasa isyarat sayang,agar aku bisa berkomunikasi dengan nona Keisha agar aku bisa lebih banyak lagi berbincang dengan dirinya"
"Pasti sayang,ayo aku tunjukan kamarmu, untuk sementara Papa dan Mama akan tetap di rumah utama menemani Kakek dan Nenek,itu sebabnya kita sebagai anak -anak mereka mengikutinya"
"Tak ada masalah, kedatanganku kemari adalah untuk mengunjungi mu dan keluarga Chandradinata"
"Kau memang kekasihku yang paling bisa mengerti diriku"
Alexander mengecup mesra kening Melisa dan mengantarkan Melisa menuju kamar tamu untuk Melisa bisa beristirahat, sementara itu Keisha hanya memandangi romantisnya mereka berdua dan entah mengapa ada sesuatu hal yang dirasakan Keisha begitu perih di dalam hatinya.
Ada apa denganku?kenapa hati ini rasanya begitu sakit ketika melihat mereka berdua mesra seperti itu?
Dengan penuh kebingungan Keisha yang kini kembali ke taman untuk merawat bunga -bunga mawar merah, pikirannya mulai liar memikirkan apa yang sedang dia alami saat ini.
Sementara itu Lilian dan Natan hari sedang berada di sanggar lukis dan telah selesai mengajar para muridnya.
"Lisa,hari ini kau kembali dari Paris,apakah hatimu masih beku seperti dulu?"
Natan yang berada di dalam ruangannya mulai memandang album foto antara dirinya dan Lisa di masa kecil dan dengan perlahan pada akhirnya menutup album foto tersebut dan tertidur di kursinya.
"Paman Natan,apakah paman ada di dalam?"
Terdengar suara Lilian membuka pintu ruangan kerja Natan,sejak Natan kembali dari Paris, Natan memilih untuk membantu Lilian di dalam sanggar lukis miliknya.
Lilian masuk dan terdengar suara dengkuran halus dari sangat paman dengan sebuah album foto tergeletak di atas mejanya,dan dengan perlahan Lilian masuk ke dalam,duduk di kursi di hadapan Natan dan mulau membuka album foto tersebut.
"Semua foto ini adalah foto Bibi Lisa,hmm nampaknya di masa lalu Paman Natan pernah mencintai Bibi Lisa,lalu kenapa mereka tidak bersama saja jika mereka memang saling mencintai?"
Saat itu Lilian sedang asyik melihat album foto,sampai dia tidak menyadari jika Natan tiba -tiba bangun dari tidurnya.
"Lilian,sejak kapan kau ada disini?"
Perkataan Natan yang tiba -tiba sukses membuat Lilian terkejut.
__ADS_1
"Ah paman sudah bangun?maafkan Lilian jika lancang membuka album foto -foto ini paman"
Lilian segera kembali menaruh album foto tersebut di atas meja dan kini kembali memandang wajah pamannya.
"Ya sudah Lilian letakan kembali album foto itu disitu"
Natan mulai merapikan kembali kemejanya dan dengan ketenangan yang dia miliki,dia mencoba untuk bersikap seperti tidak ada apa -apa, meskipun Lilian masih terus memandangi nya.
"Paman Natan"
"Ya Lilian"
Apakah paman masih mencintai Bibi Lisa?"
Deg
Perkataan Lilian sukses membuat Natan kini mengarahkan pandangannya kepada Lilian.
"Kenapa kau memiliki pemikiran seperti itu?"
"Paman,Lilian tau jika paman mencintai bibi Lisa,raut wajah Paman selalu berubah ketika membicarakan bibi Lisa,jika paman menyukai bibi Lisa kenapa paman tidak memperjuangkan cinta paman?"
Natan yang dari awal menatap lekat -lekat ponakan nya tersebut,kini dengan perlahan mulai menyandarkan kembali tubuh nya di kursi.
"Paman sudah bertanya alasan bibi Lisa tidak dapat menerima paman?"
"Paman pernah bertanya akan hal itu kepadanya saat kita masih berada di Paris,namun bibimu sama sekali tidak memberikan jawaban apapun mengapa dia menolak ku dan aku seakan sudah menyerah dengan apapun yang aku lakukan"
Ada rasa sedih yang mendalam terpancar dari wajah Natan dan Lilian yang berada di hadapannya ikut merasakan apa yang saat ini sedang menimpa sang paman.
"Paman tidak perlu khawatir,aku akan membantu paman untuk memperjuangkan cinta paman"
Dengan penuh keyakinan Lilian mencoba menyakinkan Natan bahwa sebenarnya Natan belum kalah.
"Hahaa terima kasih sayang,tapi sepertinya itu hal yang mustahil"
"Tidak paman,Lilian percaya bahwa paman akan bahagia dengan Bibi Lisa"
"Ya sudah, jika itu yang menjadi keyakinan mu,namun tetap buat paman semuanya sudah sulit Lilian"
"Paman tenang saja"
Lilian menepuk pundak Natan dan segera meninggalkan ruangan Natan.
"Semua pasti akan kembali dengan baik - baik"
__ADS_1
Sesaat sebelum Lilian keluar hal itu yang diucapkan nya kepada Natan dan Natan hanya menanggapi Lilian dengan senyum yang hambar.
Sementara itu menjelang sore Lisa sudah tiba di rumah utama dan kedatangan nya di sambut hangat oleh nyonya Tiara dan juga tuan Adrian,putri kesayangan mereka yang berkebutuhan khusus dan memiliki banyak prestasi.
"Sayang selamat datang"
"Mama,Papa Lisa kangen"
"Kami juga sangat merindukan mu sayang,ayo kita masuk ke dalam kamarmu"
Nyonya Tiara mengajak Lisa masuk ke dalam kamarnya untuk berbincang -bincang.
Menjelang malam semua keluarga Chandradinata makan malam bersama,Natan dan Lisa yang duduk saling berhadapan di meja makan hanya bisa terdiam tanpa kata sementara itu Alex dan Melisa terlihat sangat mesra.
Selesai acara makan malam semua anggota Chandradinata masuk kedalam kamarnya masing -masing,kini hanya tinggal Melisa dan Alexander yang masih berada di balkon lantai dua.
"Sayang,kau lihat malam ini indah sekali"
Melisa mengajak Alex menatap bintang dan langit malam.
"Ya indah sekali Melisa"
"Alex"
"Ya"
"Dapatkah kau berjanji satu hal kepadaku?"
"Janji apakah itu?"
"Janji bahwa kau tidak akan meninggalkan aku apapun keadaan mu nanti,janji bahwa kau akan selalu setia padaku,dan janji hanya aku wanita yang akan kau nikahi pada nantinya"
Melisa mengatakan hal tersebut sambil menatap Alex,mata mereka beradu pandang dan Alex tersenyum kepada Melisa.
"Mel,mana mungkin aku bisa memberikan cinta kepada wanita lain,jika di hati ini sudah terukir namamu,dan mana mungkin aku bisa menikahi wanita lain,jika aku mengharapkan mu menjadi Ibu dari anak -anak ku nanti"
Ucapan Alex membuat Melisa tersenyum.
"Jadi apakah kau mau berjanji kepadaku?"
"Ya sayang aku berjanji padamu,selamanya aku hanya akan mencintaimu seorang"
Melisa tersenyum dan pada akhirnya merelakan bibirnya disentuh oleh Alex,di bawah cahaya rembulan mereka berciuman dengan hangat dengan sebuah janji setia yang terukir.
Namun di satu sisi ada satu pasang mata yang mulai melihat ciuman mereka dengan matanya yang berkaca -kaca,gadis itu adalah Keisha,Keisha melihat adegan itu dari taman dan detik itu Keisha menyadari bahwa hatinya mulai terukir nama Alexander.
__ADS_1