MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
KEMARAHAN ALEXANDER.


__ADS_3

Kimmy mencoba jujur kepada suaminya dan Edward yang sudah mengetahui sisi istrinya yang seperti ini, segera bangun dari tempat tidur dan menghampiri istrinya.


"Apa yang menganggu pikiranmu, sehingga membuatmu tidak dapat memejamkan mata?"


"Edward entah mengapa malam ini aku memikirkan Alexander dan Keisha, firasat ku mengatakan bahwa telah terjadi sesuatu hal di rumah putih"


Edward kembali mengernyitkan dahi ketika Kimmy mencoba untuk menceritakan perasaan yang saat ini dia rasakan kepada Edward, meskipun ini bukan hal yang pertama untuk Edward,namun tetap saja logika Edward sampai saat ini belum bisa dengan sepenuhnya menerima.


"Sudahlah sayang,mungkin itu hanya perasaan mu saja,kau belum terbiasa dengan hal ini,kau belum terbiasa ketika kau harus kembali tinggal jauh dengan Alexander"


"Tapi Edward yang kurasakan ini kuat sekali,aku sudah menempatkan dan berpesan pada Aira agar melaporkan semua hal yang terjadi di dalam rumah putih,namun sampai saat ini Aira tidak memberikan kabar apapun kepada ku,dan itu yang membuatku semakin cemas"


Edward menatap kembali istrinya dan mulai menggeleng - geleng kan kepalanya.


"Sayang,jika Aira tidak memberikan kabar apapun itu berarti keadaan mereka berdua baik - baik saja, sudahlah ayo tidur,kau juga jangan terlalu banyak memikirkan mereka, mereka sudah dewasa,kau harus menjaga kesehatan mu"


"Tapi Edward"


"Sudah,ayo tidur hari sudah semakin larut,apa kau mau pada akhirnya tertidur sambil duduk seperti itu?"


"Edward, bolehkah aku menginap di rumah putih untuk sementara waktu?"


Edward hanya bisa terdiam dengan semua permintaan dari Kimmy, sebenarnya dari hatinya yang paling dalam saat ini Edward juga sedang tidak yakin dengan keadaan Alexander dan Keisha mereka akan tetap baik - baik saja,namun malam yang semakin larut membuat Edward sedang tidak ingin berpikir lebih banyak.


"Edward kau dengar aku?"


"Sayang,untuk masalah ini kita bicarakan Besok saja,dan kumohon jangan membuat kita bertengkar di malam hari ini hanya karena masalah ini,saat ini aku hanya meminta mu untuk beristirahat,itu semua karena aku peduli dan mencintai mu nyonya Edward!"


Mulai ada nada penekanan di dalam suara Edward yang pada akhirnya membuat Kimmy menuruti semuanya.


"Maaf jika aku harus memaksamu untuk tidur,namun aku melakukan hal itu semua demi kebaikanmu sayang"


Kimmy yang sudah kembali ke tempat tidur kini dipeluk oleh Edward dan Edward yang merasa bahwa agak sedikit keras memaksa istrinya untuk beristirahat segera meminta maaf kepadanya.


"Iya aku mengerti,maafkan aku juga Edward"


"Tidurlah"


Edward mengecup kening Kimmy,dan tak butuh waktu lama untuk Kimmy pada akhirnya bisa terlelap di dalam pelukan dari Edward Chandradinata,kini berganti Edward yang tidak bisa tidur karena memikirkan Alexander dan Keisha.


Alexander semoga engkau tidak mengulangi kesalahan Papa di masa lalu,yang pernah menyia-nyiakan istrinya sendiri.

__ADS_1


Edward mengatakan hal tersebut di dalam hati dan mencoba untuk memejamkan mata.


Malam yang telah larut kini bergantian dengan pagi,di rumah putih di pagi buta Keisha sudah bangun dari tidurnya,perut Keisha begitu lapar,dia ingat bahwa sejak dari semalam perutnya belum diisi sama sekali oleh makanan.


"Selamat pagi Keisha"


Sapaan Aira begitu hangat ketika Keisha sudah sampai di dapur, perutnya yang kelaparan membuat dirinya berusaha untuk tetap melangkahkan kakinya ke dapur, meskipun tubuhnya masih terasa sakit akibat perbuatannya Alexander yang brutal.


"Ra, apakah ada makanan?"


Keisha menuliskan kata - kata tersebut sambil melihat - lihat kondisi dapur.


"Ah,tenang saja ini aku ada bubur,makanlah"


"Terimakasih"


Keisha kembali menuliskan kata - kata tersebut,sambil segera meraih mangkuk berisi bubur panas tersebut.


Dengan cepat Keisha menghabiskan bubur tersebut,karena ada beberapa hal yang ingin dia lakukan di dapur pada pagi hari ini.


"Sudah habis?,cepat sekali kau makan bubur ini"


Aira yang melihat mangkuk bubur itu telah kosong hanya bisa tersenyum kepada Keisha sahabatnya.


Keisha kembali menanyakan hal tersebut kepada Aira lewat tulisannya.


"Belum Keisha,kau tau sendiri pagi - pagi begini tuan Alexander pasti belum bangun"


"Kalau begitu biarkan aku yang menyiapkan semua sarapan untuknya"


Aira mengernyitkan dahi ketika Keisha menuliskan hal tersebut,dan meminta dirinya yang akan menyiapkan sarapan untuk Alexander.


"Kau yakin?, bagaimana jika tuan Alexander kembali berlaku kasar kepadamu?"


"Ra,ketika aku menikah dengan tuan Alexander,aku sudah siap menerima segera konsekuensi,dan jika karena sarapan yang aku buatkan untuknya nanti aku kembali diperlakukan kasar aku akan tetap belajar untuk menerima,yang terpenting aku tetap ingin menjalankan tugas ku sebagai seorang istri untuk dia"


Aira terdiam dengan semua tulisan yang telah dia baca,dengan menghela nafas panjang pada akhirnya Aira mengatakan sesuatu hal kepada Keisha.


"Baiklah jika untuk memang maumu Keisha"


"Terima kasih Ra"

__ADS_1


Keisha menuliskan hal tersebut sambil tersenyum dan segera mengambil alih dapur di di dalam rumah putih, memasak sarapan untuk suaminya.


Tak beberapa lama sarapan berupa aneka dimsum dan pelengkap nya sudah terhidang di atas meja makan,bau yang begitu harum keluar dari masakan yang dikerjakan oleh Keisha.


"Selamat pagi tuan Alexander"


Aira yang melihat Alexander sudah bangun dan menuju ke meja makan segera menyapa pemilik rumah putih tersebut,namun seperti biasa Alexander tidak pernah membalas ucapan tersebut dan memilih langsung duduk di sana


Alexander yang melihat aneka dimsum sudah terhidang di atas meja makan segera mengambil dimsum tersebut dan mulai memasukan ke dalam mulutnya.


"Apakah ada koki baru di rumah ini?"


Alexander mengatakan hal tersebut karena ketika dia melahap makan paginya, kali ini sarapan tersebut begitu enak.


"Tidak ada koki baru tuan,semua hidangan yang tersedia nona Keisha yang memasaknya.


Mendengar nama Keisha yang melakukan semua itu,wajah Alexander langsung berubah.


"Panggil wanita itu kemari,cepat!!"


Alexander berteriak kepada beberapa pelayan untuk memanggil Keisha yang telah kembali ke dalam kamar,dan tak beberapa lama para pelayan kembali bersama Keisha di meja makan.


"Ada apa"


Kata - kata singkat tersebut yang Keisha tuliskan untuk suaminya.


"Siapa yang mengizinkan mu menyiapkan sarapan pagi untuk ku!?"


Mata Alexander merah karena marah.


"Tidak ada yang memberikan aku izin untuk melakukan hal ini,karena ini sudah menjadi naluri seorang istri untuk melakukannya"


Dan detik itu juga Alexander melempar semua makanan yang sudah disajikan dan menginjak semua makanan tersebut.


"Mulai sekarang jika sampai aku melihat wanita ini yang menyiapkan makanan untuk ku,maka aku akan membunuh kalian semua,apa kalian mengerti!"


Semua pelayan ketakutan dengan amarah Alexander yang terjadi pada pagi hari ini.


"Mengerti tuan"


"Dan kau,kau bukan istriku kau adalah wanita pelacur, wanita pembawa sial,wanita yang tak pantas menyentuh semua hal yang ada di rumah ku ini!!!"

__ADS_1


Alexander menunjuk - nunjuk wajah Keisha sambil mengatakan semua sumpah serapah tersebut dan semua itu dikatakan oleh Alexander dihadapan semua pelayan.


__ADS_2