
"Ra aku gugup"
Keisha menuliskan hal tersebut kepada Aira ketika kini mereka sudah berada di depan gedung milik dari keluarga tuan Lio.
"Kau tenang saja Key, ayo kita tunggu tuan Lio datang"
Kedua gadis tersebut pada akhirnya menunggu kedatangan tuan Lio, mereka menunggu di depan pintu gerbang gedung tersebut,gedung yang sangat menjulang tinggi dengan pagar yang hampir menutupi sebagian dari gedung tersebut.
Tak beberapa lama Aira dari kejauhan melihat satu mobil melaju mendekat ke arah gedung tersebut dan Aira yang sebelumnya sudah mengetahui mobil apa yang pernah dipakai tuan Lio karena keluarga tuan Lio sering bertemu dengan keluarga Chandradinata di rumah utama.
"Berhenti!"
Dengan berani Aira menghadang mobil mewah tersebut dengan berdiri tepat di tengah -tengah jalan dan mobil mewah tersebut pada akhirnya harus berhenti dengan cara terpaksa,satu orang laki -laki keluar dari dalam mobil mewah tersebut.
"Hei kau wanita gila, sudah bosan hidup rupanya ha?"
Satu asisten tuan Lio berdiri di hadapan Aira yang kini berdiri di hadapannya.
"Aku hanya ingin bertemu dengan tuan mu yang berada di dalam mobil mewah tersebut"
"Minggir kami tidak menerima pengemis!"
__ADS_1
Satu kata yang terlontar dari mulut asisten tuan Lio kepada Aira mampu membuat gadis itu berani menampar sang asisten pribadi tersebut.
"Kau!"
"Apa ha?"
"Kau akan membayar mahal tamparan yang sudah kau berikan,jika kau bukan wanita mungkin sekarang aku sudah memukulmu"
"Pukul saja,jika kau berani,aku dan teman ku saat ini tidak memiliki kepentingan kepadamu,kami hanya ingin bertemu dengan tuan mu bukan mencari masalah dengan anda"
Aira menunjuk wajah sang asisten pribadi tersebut dengan jari telunjuknya.
Tuan Lio yang sedari tadi sudah gerah dengan tontonan yang dia lihat dari kaca mobil pada akhirnya memilih untuk keluar.
"Mmmaafkan saya tuan,tapi gadis ini sudah gila,dia menghalangi mobil kita dengan berdiri menghadang laju laju mobil ini"
Tuan Lio terdiam dan memperhatikan Aira dengan tatapan tajam dan kini tatapan tersebut berpindah kepada Keisha.
"Ada urusan apa kalian kemari?"
"Kami ingin menuntut tanggung jawab dari anda"
__ADS_1
Tuan Lio langsung mengernyitkan dahi ketika Aira mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Tanggung jawab pada wanita gembel seperti kalian,sungguh aku sangat kurang kerjaan meladeni kalian disini"
Setelah mengatakan hal tersebut tuan Lio segera membalikan badan dan bersiap untuk pergi.
"Tunggu,tuan Lio,kau harus bertanggung jawab karena sahabatku Keisha saat ini sedang mengandung anak mu"
Teriakan dari Aira membuat langkah tuan Lio berhenti,dan kembali menghadapkan badannya ke arah Aira.
"Siapa Keisha?aku tidak mengenal gadis itu"
Deg
Perkataan tuan Lio kini menusuk sangat tajam ke dalam hati dari Keisha dan karena itu Keisha segera mendekat ke arah Aira dan mulai menuliskan di kertas bahwa dialah keisha yang dimaksud oleh Aira.
"Jadi kau yang namanya Keisha,tunggu biar aku ingat apakah aku pernah menjamah tubuh mu"
Tuan Lio kembali mengingat -ingat siapa Keisha, petualangan cinta tuan Lio dengan banyak nona malam,membuat dia pada akhirnya sampai tidak pernah mengingat lagi nama -nama wanita tersebut.
"Tuan,kau harus ingat aku,aku pernah tinggal di tempat Madam Naureta dan pada malam itu kau memberikan aku obat sehingga aku tidak mengingat lagi apa yang telah aku lakukan kepada mu"
__ADS_1