MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
BERTEMU MELISA KEMBALI


__ADS_3

Alexander menunjuk - nunjuk wajah Keisha sambil mengatakan semua sumpah serapah tersebut dan semua itu dikatakan oleh Alexander dihadapan semua pelayan.


Keisha tetap bertahan untuk menatap wajah Alexander dan hal itu yang pada akhirnya membuat Alexander diam dan memilih untuk pergi dari ruang makan tersebut.


Setelah Alexander pergi,Keisha terduduk di kursi dan menangis.


"Keisha,apa kau baik - baik saja?"


Keisha melihat Aira begitu khawatir padanya.


"Ra sebaiknya,mulai saat ini kau menjauh dariku,aku tidak ingin membuatmu menderita"


Keisha menuliskan kata - kata tersebut sambil menangis dan menunjukkan nya kepada Aira.


"Keisha,kau adalah sahabat ku mana mungkin aku tega membiarkan mu dalam keadaan seperti ini"


Aira memeluk erat Keisha dan mulai ikut menangis bersama dengan Keisha,lama mereka saling berpelukan tanpa kata di ruang makan tersebut,Keisha menangis karena perkataan demi perkataan Alexander yang terasa sakit di hatinya.


"Ra,aku mau ke kamar,aku mau istirahat"


Keisha menoleh ke arah Aira dan tulisannya yang singkat tersebut membuat Aira terpaksa harus mengendurkan pelukannya.


"Ya Keisha kau harus banyak istirahat,aku akan mengantarmu ke dalam kamar"


Keisha mengangguk dan mengikuti langkah kaki Aira.


Sementara itu kini Alexander sudah kembali bekerja,dan sikap Alexander yang berubah menjadi CEO dingin dan arogan membuat banyak karyawannya semakin bertanya - tanya sebenarnya apa yang telah terjadi pada CEO dari perusahaan farmasi tempat mereka bekerja.


"Selamat pagi tuan Alex"


"Pagi Peter, bagaimana laporan pekerjaan selama aku tidak ada di kantor?"


"Tidak ada masalah tuan, semua berjalan baik - baik saja"


"Bagus,duduklah Peter ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan dengan mu"

__ADS_1


Peter yang sejak tadi masih berdiri pada akhirnya mencoba untuk duduk di hadapan Alexander,Peter yang mengetahui hati dari atasannya sedang tidak enak,untuk kali ini memilih untuk tidak banyak berbicara.


"Ada yang bisa saya bantu tuan Alexander?"


"Ya Peter,untuk kali ini kau harus membantuku, selidiki tentang Keisha,aku ingin tau dengan lengkap segala sesuatu tentangnya"


"Aku curiga jika anak yang ada di dalam kandungan nya bukanlah anak ku"


"Tuan,apakah tuan Alexander pernah membicarakan hal ini dengan nona Keisha, maksud saya apakah tuan pernah mengajak nona Keisha untuk ke dokter kandungan?"


Peter mencoba untuk memberikan saran kepada Alexander,karena menurut Peter dengan membawa Keisha ke Dokter kandungan dan menghitung periode kehamilan akan lebih akurat untuk mengetahui apakah anak yang ada di dalam kandungan Keisha betul - betul anak Alexander.


"Cih,untuk apa membawa wanita pelacur itu periksa ke dokter kandungan,aku memang berencana akan memeriksa DNA dari janin yang ada di dalam kandungan nya tersebut,namun pemeriksaan itu akan aku lakukan tanpa sepengetahuannya,dan itu adalah pemeriksaan akurat yang dapat membuatku untuk menceraikan dia"


"Namun itu tidak akan aku lakukan sekarang,saat ini aku ingin bermain - main dengan wanita tersebut,dia berani menyentuh ku,membuatku masuk ke dalam ceritanya dan menjebak ku,maka aku akan membuat dia menderita terlebih dahulu sampai dia betul - betul hancur setelah itu baru akan aku buang dia ke jalanan,aku ingin dia menjadi gila"


Senyum Alexander begitu mengerikan ketika Alexander mulai membayangkan akibat dari semua rencananya itu.


Sedangkan Peter hanya terdiam dan tidak berani untuk berkata - kata, setidaknya untuk saat ini karena kondisi hati Alexander yang masih terluka.


"Jadi tugas mu adalah menyelidiki latar belakang wanita pelacur tersebut,apa kau mengerti Peter?"


"Baiklah jika tidak ada hal lain yang perlu kita bahas,kau boleh pergi"


Alexander meminta Peter untuk pergi dari ruangannya,dan hari ini Alexander menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan.


Sementara itu hari yang telah beranjak sore di Rumah Sakit terbesar di Negara W membuat ke dua wanita Chandradinata pada hari ini kedatangan tamu yang sangat spesial.


"Jadi apakah keputusan mu sudah bulat dengan memberikan surat pengunduran diri ini nona Melisa?"


Di dalam ruangan nampak Kimmy menatap tajam Melisa yang hari ini pada akhirnya berani muncul untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya.


"Mel,kau tidak mau untuk terus berada disini?aku tau mimpi besar mu adalah menjadi seorang Dokter,aku mohon untuk kau tidak melihat adik ku Alexander tapi lihatlah para pasien yang harus kau tangani"


Michelle mencoba untuk membujuk kembali Melisa agar tidak jadi untuk mengundurkan diri.

__ADS_1


"Nyonya Kim,kak Michelle,maaf aku tidak bisa aku tidak cukup kuat untuk melakukan hal ini,bagiku ketika aku masih berurusan dengan keluarga Chandradinata,maka aku masih akan tetap merasakan sakit,aku perlu untuk menenangkan diri,aku mohon mengerti lah"


Kimmy menatap dalam - dalam mata Melisa yang masih penuh dengan kesedihan,dan Kimmy mencoba untuk berada di posisi Melisa.


"Baiklah,nona Melisa jika itu yang anda inginkan,maafkan anak ku jika dia menyakitimu,hanya itu yang bisa aku katakan kepadamu saat ini"


Kimmy menarik nafasnya dalam - dalam untuk dapat mengeluarkan perkataan demi perkataan tersebut.


"Terimakasih nyonya Kim,kak Michelle"


"Jaga dirimu baik - baik Mel"


Michelle pada akhirnya hanya bisa mengatakan hal tersebut kepada Melisa dan mereka pada akhirnya hanya bisa melihat Melisa yang meninggalkan ruangan itu.


Melisa keluar dengan air mata yang mengalir dengan sangat deras,tak dapat dipungkiri Rumah Sakit ini menjadi salah satu kenangan termanis antara dirinya dengan Alexander,Melisa mempercepat langkahnya untuk segera menuju ke parkiran mobil.


"Melisa,tunggu!!"


Satu suara yang sangat dia kenal berteriak kepadanya ketika Melisa sudah membuka pintu mobil nya dan ketika Melisa mencari suara tersebut,nampak wajah Alexander yang berlari menghampirinya.


Sore itu Alexander sengaja datang ke Rumah Sakit untuk bertemu dengan salah satu Dokter kandungan guna untuk membicarakan tes DNA untuk janin yang berada di dalam kandungan Keisha,dan saat Alexander datang dia malah bertemu dengan seorang gadis yang masih berada di dalam hatinya hingga saat ini.


"Kau,untuk apa kau kemari,lepaskan kita sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi"


"Mel,dengarkan penjelasan aku terlebih dahulu!"


Alexander mencengkram lengan Melisa dengan kuat dan itu membuat Melisa kesakitan.


"Lepaskan aku Alexander atau aku akan berteriak disini!"


Melisa terus meronta - ronta dari cengkraman Alexander,namun perkataan Melisa sama sekali tidak dihiraukan oleh Alexander.


"Lepaskan gadis itu tuan Alex"


Satu suara terdengar diantara Alexander dan juga Melisa,satu suara yang muncul dari orang terdekat mereka.

__ADS_1


"Apa urusan mu tuan Lio!!"


"Ini akan menjadi urusan ku jika kau sudah menyakiti fisik seorang wanita, lepaskan dia tuan Alexander!"


__ADS_2