
"Nona Michelle dan tuan Alexander bagaimana keadaan kalian?"
Setelah mereka sampai di lantai empat mereka semua terduduk di lantai nafas mereka masih tersenggal akibat berlari.
"Kami baik -baik saja Peter"
Nafas Alexander dan Michelle masih tersenggal saat mereka mengatakan hal tersebut.
"Selamat datang kembali kak San - San"
Satu suara yang sangat Peter kenal kini muncul dihadapan mereka bertiga.
"Liora,kau ada disini?"
Peter sangat kaget karena kini dia sedang berhadapan dengan satu wanita cantik berwajah oriental dan berambut panjang hitam lengkap dengan pistol di tangan kanannya.
"Kenapa kak San -San menatap Liora seperti itu?kaget karena musuh yang saat ini kaka hadapi adalah adik kandung mu sendiri?"
Michelle dan Alexander langsung saling memandang begitu mengetahui bahwa gadis yang saat ini berada di hadapan mereka adalah adik kandung Peter.
"Liora aku mohon pergilah,aku tidak ingin kau terlibat lebih lagi di dalam permainan naga hitam"
Liora memandang tajam Peter dan tetap berdiri di tempat nya.
__ADS_1
"Kakak ada dimana waktu itu?kakak tiba - tiba menghilang saat aku membutuhkan kakak,Papa yang mengajarkan aku tehnik untuk bertahan hidup,papa yang mengajarkan aku untuk menjadi petarung wanita terhebat dan apa yang aku dapat dari kakak?kakak pergi karena tidak mau lagi berhadapan dengan naga Hitam"
Liora terus mengatakan hal tersebut sambil memegang pistol nya.
"Liora aku mohon serahkan pistol tersebut kemari,aku tidak akan mungkin melawan mu,ayo cepat kemari"
Peter berusaha untuk membujuk Liora menyerahkan pistol nya.
"Aku tidak akan menyerahkan pistol ini,pistol yang aku pakai melindungi diri ku di saat laki -laki yang mengaku kakak kandung ku tiba -tiba saja menghilang!"
Liora berteriak dan menembak salah satu vas bunga yang ada di pinggir ruangan tersebut dan detik itu juga banyak pengawal mulai keluar.
"Kak Peter selalu mengatakan jika naga hitam bukan keluarga kakak lagi kan?jika sudah seperti itu,ayo kita bertarung"
Suara tembakan demi tembakan mulai terdengar di udara.
"Alexander jika seperti ini kita akan mati di tangan mereka!"
Michelle mengatakan hal tersebut kepada Alexander yang juga sudah mulai kelelahan
"Jumlah kita sangat kalah banyak Alexander"
Michelle kembali berteriak kepada Alexander,namun Alexander tidak begitu jelas mendengarkan teriakan dari Michelle.
__ADS_1
"Sayang kau mendengarkan aku?"
Tiba - tiba saja Albert mulai kembali berbicara.
"Albert aku takut sekali,jumlah kita tidak sebanding dengan mereka!"
"Sayang tenanglah,aku sedang mengirimkan banyak pengawal dengan helicopter beberapa detik lagi mereka sampai"
Alexander mengatakan hal tersebut kepada Michelle agar Michelle bisa tenang.
Dan tak beberapa lama kemudian beberapa pengawal Chandradinata mulai memecahkan kaca jendela, mereka melakukan hal tersebut sambil bergelantungan dengan tali dan karena kaca berhasil di pecahkan,para pengawal mulai masuk dan membantu Alexander dan Michelle.
"Peter kau harus langsung naik ke lantai Lima aku yakin Lilian ada di lantai paling atas"
Alexander mengatakan hal tersebut kepada Peter.
"Ayo Peter jangan pedulikan kami, disini sudah banyak pengawal yang membantu kami"
Alexander kembali mengatakan hal tersebut kepada Peter.
"Baik tuan Alex"
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
__ADS_1
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.