MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
TANGAN YANG GEMETAR


__ADS_3

Ya,ya Lilian mengerti,jadi Mama dan Papa setuju dengan suami kak Michelle meskipun secara usia dia lebih muda dan Michelle?"


"Mengapa tidak sayang?"


"Jika nanti nya Lilian memilih suami yang jarak usinya lebih tua atau terlalu tua untuk gadis seusia Lilian apakah Mama dan Papa juga setuju?"


Kimmy langsung mengernyitkan keningnya ketika Lilian bertanya kepadanya


"Coba sekarang katakan kepada Mama siapa laki -laki itu?"


Lilian hanya menatap ke dua mata Kimmy dengan tajam.


"Belum waktunya Ma untuk aku katakan kepada Mama Kim, karena sampai saat ini laki - laki tersebut masih belum menentukan perasaan nya terhadap Lilian"


Lilian kembali menundukkan wajahnya ketika Lilian kembali mengingat jika sampai saat ini Peter masih menolak cintanya.


"Baiklah Mama akan menunggu calon menantu keluarga Chandradinata berikutnya,asalkan laki -laki itu jelas asal usulnya maka kami sebagai orang tua pasti akan memberikan kesempatan"


"Meskipun laki - laki tersebut tidak kaya?"


Lilian kembali bertanya kepada Kimmy.


"Harta itu bisa di cari sayang,yang penting laki - laki tersebut adalah laki - laki yang bertanggung jawab dan seorang pekerja keras"


Kimmy kembali tersenyum kepada Lilian dan senyuman Kimmy sangat meneduhkan hati Lilian.


"Terima kasih Ma,Mama Kim memang idola Lilian"


Lilian mengatakan hal tersebut sambil mencium pipi Kimmy dan segera berlalu dari hadapan Kimmy.


"Sayang Mama tau siapa laki - laki yang saat ini sedang berada di dalam hati mu,Mama berharap meskipun kau sangat mencintai nya,kau masih memiliki harga diri untuk tidak terlalu menunjukan jika kau betul - betul mengejarnya"


Kimmy mengatakan hal tersebut sambil memandang kepergian Lilian dan pada akhirnya Kimmy kembali sibuk mengatur rumah untuk menyambut kedatangan keluarga Lee.


Sementara itu Alexander yang saat ini masih di kantor tidak dapat berkonsentrasi di dalam setiap pekerjaan nya, pikiran nya terus tertuju kepada Keisha,rasa rindu bercampur rasa sedih masih hingap di dalam hati Alexander.


"Tuan Alexander"


"Ya Peter"


"Esok hari nyonya Kim memberikan perintah untuk semua anggota keluarga berkumpul,karena keluarga Lee akan datang untuk melamar Nona Michelle"


"Ya Peter aku tau"

__ADS_1


Alexander menjawab datar pemberitahuan Peter tersebut dan Peter yang mengerti hati Alexander memilih untuk diam dan segera meninggalkan ruang Alexander.


Berjam - jam Alexander menunggu jam pulang kantor,bagi Alexander saat ini waktu terasa sangat lama,dan tak beberapa lama waktu yang ditunggu - tunggu Alexander pada akhirnya datang juga.


"Tuan Alexander apakah tuan Alexander akan menyelesaikan semua pekerjaan atau"


"Ayo Peter kita pulang"


Belum sempat Peter melanjutkan kata - katanya Alexander sudah berdiri dari tempat duduknya,mengambil jas dan berjalan meninggalkan ruangan Direktur Utama tersebut.


Sepanjang perjalanan kembali ke rumah putih , Alexander sudah membayangkan istrinya,membayangkan tubuhya,membayangkan senyuman nya dan segala hal tentang Keisha,saat ini Alexander hanya bisa memiliki pikiran - pikiran liar tentang Keisha tanpa bisa untuk menyentuh nya.


"Selamat malam tuan Alexander"


Sesampainya di rumah putih, Alexander hanya mendapati Aira yang menyambutnya.


"Dimana istriku?kenapa dia tidak ikut menyambut ku pulang?"


"Nona Keisha sedang mandi tuan"


Alexander segera berlari menuju ke kamarnya tanpa melihat lagi Peter ataupun Aira yang masih berada di belakang Alexander.


Sesampainya di dalam kamar, Alexander langsung melepaskan semua pakaian nya dan membuka pintu kamar mandi.


Tuan Alexander.


"Untuk kali ini,aku mohon jangan menjauh lagi dari ku,aku hanya ingin dekat dengan mu"


Alexander mulai maju mendekat ke arah Keisha yang masih berdiri di bawah shower.


Keisha hanya terdiam saat Alexander semakin maju dan semakin mendekati nya dan tanpa butuh waktu lama, Alexander berhasil menangkap pinggang istrinya tersebut.


"Jangan takut,ayo kita mandi bersama"


Alexander mencium kening Keisha untuk lebih menyakinkan bahwa dia tidak akan melakukan hal yang lebih daripada itu.


"Ya tuan Alexander"


Pada akhirnya Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat, meskipun saat Keisha mengatakan hal tersebut ingin rasanya Keisha lari dari dalam kamar mandi,tubuhnya betul - betul memberikan penolakan kepada Alexander,namun dengan terpaksa Keisha harus bertahan ketika tubuhnya yang tanpa busana itu berada di dalam pelukan Alexander.


"Apa saja kegiatan mu hari ini?"


Alexander memulai sebuah percakapan pendek di bawah guyuran air di dalam kamar mandi tersebut.

__ADS_1


"Hari ini aku belajar untuk memasak makanan kesukaan tuan lebih lagi"


Dengan wajah menunduk Keisha mengatakan semua hal tersebut di dalam bahasa isyarat.


"Menghadaplah ke belakang biar aku membersihkan punggungmu,lalu setelah itu kau lakukan hal yang sama terhadapku"


Keisha patuh dengan setiap perkataan Alexander dan dengan perlahan Keisha membelakangi Alexander.


"Jadi hari ini kau pasti sudah berhasil membuat makanan kesukaan ku itu?"


Keisha hanya menganggukan kepalanya ketika Alexander mengatakan hal tersebut,tangan Keisha memegang tembok dan begitu gemetar ketika Alexander memberikan sentuhan sentuhan lembut kepada punggungnya.


"Sudah selesai, sekarang giliran mu ya"


Alexander mengatakan hal tersebut kepada Keisha dan dengan tangan yang masih gemetar Keisha menyentuh punggung suaminya tersebut,dalam diam Keisha membersihkan tubuh suaminya.


Rasa hangat mulai menjalar ke dalam hati Keisha ketika Keisha menyentuh punggung suaminya tersebut dan pada akhirnya itu yang membuat Keisha terdiam.


"Apa sudah selesai?"


Tidak ada jawaban saat Alexander yang masih menghadap ke tembok mencoba untuk bertanya kepada Keisha.


"Hei sayang kau sedang melamun?"


Karena tidak mendapat jawaban Alexander langsung membalikan badannya dan Keisha cukup tersentak ketika Alexander mengatakan hal tersebut.


"Maafkan aku tuan Alexander"


Dengan tangan gemetar dan wajah yang menunduk Keisha mengatakan semuanya itu kepada Alexander.


"Tak perlu kau meminta maaf seperti itu, seperti janjiku pada mu,aku tidak akan pernah menuntut mu untuk melakukan hal itu bersama dengan ku sebelum kau betul - betul siap"


Alexander mengambil handuk dan memakaikan kimono handuk tersebut ke badan Keisha.


"Sekarang pergilah dan siapkan makan malam untuk ku"


Alexander memeluk Keisha dan terahkir memberikan Keisha ciuman di keningnya.


"Baik tuan"


Setelah Keisha mengatakan hal tersebut Keisha segera berlari keluar dari dalam kamar mandi.


Sementara itu Alexander yang masih berada di dalam kamar mandi kini harus berjuang hebat karena gairahnya sangat memuncak melihat tubuh polos istrinya namun tidak dapat menyentuhnya

__ADS_1


"Tangannya gemetar, wajahnya tidak berani menatap wajah ku,se takut itukah kau kepada ku,se takut itukah kau kepada suami mu sendiri,arrrrrrh sampai kapan aku kuat menahan semuanya ini"


Alexander kembali menguyur kepalanya dengan air dingin dan berusaha keras untuk meredakan gairah nya sebelum keluar dari dalam kamar mandi.


__ADS_2