
Sorot mata Alexander yang teduh kini berubah menjadi sorot mata tuan muda yang dingin.
Rasa sayang dan segala rasa yang dulu Alexander miliki kini juga telah berubah,hati dan pikirannya saat ini hanya dikuasai oleh dendam,namun meskipun seperti itu Alexander tetap memasang wajah yang biasa - biasa saja seakan - akan semua hal pasti bisa di atasi dengan baik.
"Alex,Mama ingin berbicara dengan mu"
Saat Alexander sedang berada di luar gedung utama dan sedang berbicara dengan Peter,tiba - tiba Kimmy menghampiri anaknya tersebut dan meminta waktu untuk bisa berbicara dengannya.
"Ada apa Ma? Alexander tidak memiliki banyak waktu,katakan sekarang saja!"
Ada sebuah nada ketegasan yang diberikan Alexander kepada Kimmy,Alex saat ini sedang tidak ingin mendengarkan nasehat dari siapapun termasuk dari sang Ibunda tercinta yang selama ini Alexander kagumi.
"Mama ingin berbicara dengan mu di taman malam ini"
"Maaf Ma,Alex sibuk katakan sekarang juga atau Alex akan pergi"
Perkataan Alexander yang dingin kepada Kimmy, membuat hati Kimmy terasa begitu sesak dan saat Kimmy ingin kembali berbicara tiba - tiba tangan nyonya Tiara meraihnya dan tatapan nyonya Tiara mengisyaratkan untuk Kimmy tidak memaksa Alexander.
"Baiklah Alex,Mama akan mencoba mengerti perasaan mu saat ini,namun Mama masih tetap menunggu untuk kau bisa berbicara dengan Mama, dan satu hal lagi Mama tidak akan memberikanmu penghakiman atas segala sesuatu yang saat ini menimpa mu,datanglah ke Mama jika kau nanti sudah siap,sampai kapanpun kau tetap lah anak Mama"
Setelah mengatakan hal tersebut dengan perlahan Kimmy melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam kediaman rumah utama meninggalkan Alexander yang dengan perlahan menatap kepergian Ibunya tersebut.
Maafkan Alex Ma,namun saat ini bukan waktu yang tepat untuk Alexander bercengkrama dengan Mama,ada saatnya nanti Alex yang akan datang dan duduk bersama untuk menceritakan segala sesuatu hal yang Alex akan lakukan untuk menyelesaikan semua masalah ini.
Alexander yang masih menatap kepergian Kimmy hanya bisa mengucapkan semua hal tersebut di dalam hatinya saja.
"Tuan Alexander,apakah kita bisa kembali kepada pembicaraan kita sebelumnya?"
Perkataan Peter membuat Alex harus mengakhiri tatapan matanya kepada kepergian sang Ibunda tercinta.
"Peter siapkan pernikahan untuk besok,kau urus semuanya dengan baik,aku percaya bahwa kau bisa melakukan hal tersebut meskipun dengan waktu satu hari"
__ADS_1
"Baik tuan Alexander akan segera saya laksanakan semua perintah tuan Alex"
"Satu hal lagi,carikan aku rumah yang sangat besar dan aku mau tidak ada satupun asisten rumah tangga di dalam rumah tersebut"
"Memangnya mengapa tidak boleh ada asisten rumah tangga tuan?"
"Karena aku ingin wanita itu yang mengerjakan semua pekerjaan rumah pada nantinya"
Senyum kebencian dari Alexander terpancar jelas dari wajahnya, dan pada akhirnya Alexander terus membicarakan tentang pernikahan nya esok hari agar tetap bisa terlihat megah dan terkesan berarti untuk orang - orang.
Sementara itu kini Kimmy diajak masuk nyonya Tiara ke dalam kamarnya dan begitu di dalam kamar tersebut sudah ada tuan Adrian dan juga Edward menunggu kedatangan mereka berdua.
"Menantuku duduklah di samping Edward,ada beberapa hal yang akan Papa bicarakan kepada kalian berdua"
Kimmy yang sudah sangat hafal sikap sang Ayah mertua jika sudah berkata seperti ini, berarti ada satu hal yang serius yang akan dibicarakan oleh nya.
"Ada apa Pa? langsung saja aku dan Kimmy akan mendengarkan Papa dan Mama"
"Edward,apakah kau sadar kondisi Alexander yang saat ini terjadi dahulu juga pernah kau alami saat kau mati - matian membantah Mama dan Papa karena Clarissa?"
Edward yang mendengarkan semua perkataan dari tuan Adrian kembali mengingat - ingat kembali kejadian puluhan tahun yang lalu saat dirinya memberontak kepada orang tuanya karena cintanya kepada Clarissa yang tidak mendapatkan restu.
"Ya Pa, Edward mengingat kejadian itu,namun bukankah permasalahan waktu itu berbeda dengan permasalahan Alexander yang sekarang?"
"Ya kau benar Edward,namun respon yang ditunjukkan oleh Alexander sama persis dengan apa yang kau lakukan dulu,namun sekarang bedanya Alexander masih memilih untuk tetap tinggal di rumahnya meskipun dalam keadaan marah"
"Ya Pa Edward mengerti jika dulu Edward memilih pergi dan memilih untuk memusuhi anggota keluarga Chandradinata"
"Ya kau benar Edward,hal tersebut karena Papa yang terlalu memaksakan kehendak Papa tanpa melihat mu,karena Papa terlalu khawatir jika pada akhirnya Clarissa melukai hatimu"
"Dan sekarang apa yang harus kita lakukan Pa?"
__ADS_1
"Edward,Kimmy saat ini kondisi Alexander sedang tidak stabil,Papa dan Mama berharap kalian bisa bersikap bijaksana kepada Alex,dalam arti untuk beberapa saat tidak memaksakan kehendak kalian dalam membantu permasalahan Alexander"
"Maksud Papa kita diminta untuk diam dan membiarkan Alex bertindak sendiri?"
"Kita tidak diam Edward,namun kita akan bergerak dari belakang secara perlahan,tujuannya dalah agar Alexander bisa tetap berada bersama dengan kita,tanpa memilih untuk kabur dan tidak mau mengakui keluarga nya sendiri"
"Papa yakin saat ini Alex sudah memiliki rencana untuk membalas semua hal yang telah dilakukan oleh tuan Lio kepadanya"
Kini Edward dan Kimmy saling pandang,di satu sisi sebagai orang tua mereka tidak akan ingin sampai Alexander mempermainkan pernikahan,namun di satu sisi yang lain jika pernikahan tidak di setujui bisa memungkinkan Alexander melalukan rencana nya sendiri tanpa mereka bisa memantaunya.
"Sayang bagaimana dengan mu?"
Edward mencoba bertanya kepada Kimmy apa yang harus dia putuskan.
"Edward apa yang dikatakan oleh Papa Adrian itu benar,saat ini sangat penting agar Alexander tidak hilang komunikasi dengan kita,satu kesalahan kita perbuat kepadanya maka semuanya akan berakhir panjang,kita restui pernikahan nya"
"Meskipun dengan keadaan seperti ini?"
Kimmy menganggukkan kepalanya kepada Edward,sebenarnya sulit untuk Edward dapat menerima keadaan saat ini dan memberikan keputusan untuk anaknya,namun sepertinya saran dari tuan Adrian untuk saat ini menjadi saran terbaik yang Edward bisa terima.
"Baiklah Pa, Edward akan merestui pernikahan tanpa cinta itu"
"Ya Edward kau harus melakukan hal itu,kita tidak pernah tau apa yang Tuhan rencana kan setelah pernikahan tanpa cinta itu pada akhirnya betul - betul terjadi"
Tuan Adrian mencoba untuk memberikan penguatan kepada Edward dan pembicaraan demi pembicaraan terus berlangsung di ruangan tersebut.
Sementara itu kini Michelle sedang termenung duduk di bangku taman seorang diri.
"Hei nona apa yang sedang kau lakukan di sini seorang diri?"
Albert yang seperti biasa mengikuti Michelle kini ikut duduk di bangku taman bersama dengan nya.
__ADS_1
"Kau menangis nona?"