
"Kau hamil sayang,kita akan menjadi orang tua"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil menunjukan kertas yang berada di dalam gengganman tangannya.
"Alexander apakah yang kau katakan itu benar?"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat sambil berlinang air mata
"Tentu saja itu benar sayang,mulai sekarang aku akan lebih sangat berhati - hati lagi dalam menjaga mu dan anak kita,sayang ini Papa nak"
Alexander memegang perut Keisha dengan sangat berhati - hati,hari ini Alexander sangat bahagia sehingga pada akhirnya Alexander memberikan banyak bonus kepada karyawan karena kehamilan istrinya.
Sementara itu Albert yang masih berada di Rumah Sakit sore ini setelah jam praktek selesai segera menghampiri Michelle ke dalam ruang kerjanya.
"Boleh aku masuk?"
Albert membuka pintu ruangan tersebut dan melihat Michelle sedang duduk dengan raut wajahnya yang sangat lelah.
"Masuklah"
"Bagaimana hari ini?"
"Lumayan melelahkan karena ada satu operasi yang harus aku jalani dan beberapa konsultasi pasien,ada apa?"
Michelle bertanya dengan tatapan wajah dingin ke Alexander.
"Ayo,aku ingin mengajak mu makan malam"
"Tapi Albert"
"Pakai mantel mu,kita berangkat"
"Jalan kaki?"
"Ya kita menikmati malam dengan berjalan kaki"
Albert menggandeng tangan Michelle dan Michelle mengikuti langkah Albert.
"Albert kita akan jalan kemana?
Michelle mulai bertanya kepada Albert,karena Albert yang kini menggandeng tangan Michelle seperti mengajak Michelle berjalan tanpa tujuan yang pasti.
"Kita kesini"
Albert menunjukan sebuah taman dan mengajak Michelle duduk di bangku taman tersebut sambil menikmati mie instant yang telah Albert beli di supermarket sepanjang perjalanan mereka yang masih tak tentu arah tersebut.
"Makanlah,selagi masih hangat"
Albert meniup mie instant tersebut beberapa kali dan hendak menyuapi Michelle.
"Kemarikan mie instant tersebut,aku bisa makan dengan tangan ku sendiri"
Michelle meminta mie instant tersebut untuk diberikan kepadanya.
"Malam ini izinkan aku yang melayani semua yang saat ini kau butuhkan"
"Untuk apa?"
__ADS_1
"Untuk malam ini aku mohon untuk kau tidak banyak bertanya, izinkan aku melakukan saja itu Sudah cukup"
Michelle menatap tajam ke arah Albert dan tatapan mata Albert yang begitu teduh pada akhirnya membuat Michelle menganggukan kepala tanda bahwa dia setuju.
"Ayo makan,buka mulut mu dengan manis"
Albert tersenyum sambil meminta Michelle membuka mulutnya,dengan kesabaran Albert menyuapi Michelle, sesekali kedua mata Michelle beradu tajam dengan kedua mata Albert,namun dengan tenang Albert terus menyuapi Michelle.
"Apakah kau masih lapar"
Albert mengatakan hal tersebut sambil membersihkan bibir Michelle dari sisa makanan.
"Itu semua sudah cukup"
Michelle mengatakan hal tersebut sambil pandangan nya yang tidak pernah lepas dari wajah Albert.
"Bagus ayo kita pulang"
"Jalan kaki?"
"Kemarilah"
Albert meminta Michelle untuk naik ke atas punggungnya.
"Aku akan menggendong mu sampai ke rumah utama"
Michelle seakan - akan dibuat tidak percaya dengan setiap perkataan Albert pada Mal hari ini.
"Kau sudah gila Albert, meskipun dengan kendaraan jarak antara tempat ini dan rumah utama tidak terlalu jauh,kau tetap saja tidak akan pernah kuat dengan menggendong ku hingga sampai ke rumah"
Ke dua mata Albert kini beradu kuat dengan ke dua mata Michelle.
"Naiklah"
Albert kini sudah siap dengan posisi hendak menggendong Michelle dari arah belakang, sedangkan Michelle yang sejak tadi masih ragu hanya menatap punggung Albert.
"Albert"
"Naiklah"
Albert mengulang kembali perkataan nya.
"Maaf"
Pada akhirnya hanya kata tersebut yang berhasil keluar dari mulut Michelle saat dia naik ke punggung Albert.
"Ayo kita berangkat"
"Hati - hati"
Albert menganggukan kepala dan membawa Michelle ke dalam gendongan nya untuk kembali ke rumah utama.
"Albert apa kau lelah? turunkan aku jika kau lelah"
Michelle melihat keringat mulai bercucuran dari kepala Albert.
"Pejamkan saja mata mu,maka sebentar lagi kita akan sampai"
__ADS_1
"Tapi Albert"
"Aku mohon biarkan tetap seperti ini sampai kita tiba di rumah utama"
Sebenarnya Michelle ingin sekali turun dari gendongan Albert,namun entah mengapa hati dan pikirannya saat ini sedang tidak bisa diajak untuk bekerja sama.
Sepanjang perjalanan Michelle memilih untuk memejamkan mata,serta memeluk erat Albert dari belakang,namun dengan perlahan air matanya menetes dia bisa mendengarkan hembusan nafas Albert yang menderu saat membawa Michelle pulang ke rumah dengan cara seperti ini.
Albert sebenarnya apa yang saat ini sedangkan kau pikirkan?
Di dalam isak tangis yang tak terdengar Michelle hanya bisa mengucapkan hal tersebut di dalam hatinya.
Dada Michelle malam ini sangat terasa sesak, Michelle seakan - akan menangkap sebuah arti dari segala sesuatu yang Albert lakukan padanya malam ini,namun mulut Michelle hanya bisa saling mengigit agar air mata,isak tangis yang menaunginya saat ini tidak di dengarkan oleh Albert.
"Kita sampai"
Deg
Michelle segera menghapus air mata saat Albert menurunkan nya dari gendongan.
"Terima kasih"
"Masuklah,hawa disini terlalu dingin"
"Baiklah"
Albert yang masih berada di pintu gerbang kini memandang Michelle yang perlahan berjalan masuk,namun tiba - tiba langkah kaki Michelle terhenti dan Michelle berlari ke arah Albert dan memeluknya.
"Jangan banyak bertanya,aku hanya ingin melakukan hal ini kepada mu beberapa saat"
Michelle mengatakan hal tersebut sambil terus memeluk Albert dan Albert yang mendapatkan pelukan tersebut hanya bisa terdiam.
"Udara di luar terlalu dingin,kau pulanglah dengan ini"
Selesai memeluk Albert Michelle melepaskan syal yang melekat pada lehernya, Michelle mengenakan syal tersebut ke leher Albert.
"Jangan banyak bertanya biarkan aku melakukan ini kepadamu"
Michelle terus mengatakan syal tersebut ke leher Albert agar Albert tidak kedinginan.
"Hati - hati"
Dan terakhir Michelle memberikan ciuman sayang kening Albert dan langsung membalikan badannya untuk masuk ke dalam halaman utama, perlahan - lahan Michelle mulai menghilang dari hadapan Albert dan kini Albert hanya bisa duduk tersungkur di tanah.
"Arrrrrh aku mencintai mu Michelle"
Tangisan Albert pecah saat logikanya kini telah kalah oleh perasaan nya sendiri.
"Aku tidak ingin kau terluka lagi,aku berjanji kepadamu bahwa hanya aku laki -laki terakhir yang hanya akan bersama dengan mu,aku berjanji sayang"
Albert mengatakan hal tersebut sambil menutup wajahnya.
"Tuhan, Engkau mempertemukan aku dengan Michelle untuk melengkapi kekurangan nya,bukan untuk mengungkit masa lalunya,maafkan aku yang sejenak terlalu egois dengan logika dan hampir melepaskan gadis yang menyimpan semua sisi gelapnya seorang diri"
Albert segera berdiri dan kembali berjalan menembus dingin nya malam sambil mengatakan hal tersebut.
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yang banyak yah agar authornya semangat
__ADS_1