MY QUEEN ( I Love My CEO 2)

MY QUEEN ( I Love My CEO 2)
BAYANGAN WAJAH KEISHA


__ADS_3

Tuan Alexander sebesar itukah cinta mu pada nona Melisa sampai kau menjadi seperti ini?


Keisha menangis sendirian di malam hari ini,disaat Alexander sudah tertidur oleh sebuah kebahagiaan di alam mimpi,namun tidak dengan Keisha yang merasa semakin sedih dengan sikap Alexander ketika sudah masuk di dalam pernikahan.


Kini luka yang baru telah kembali terbuka pada hati Keisha, dalam kelelahan karena menangis,pada akhirnya Keisha mencoba memejamkan mata dan beristirahat, meskipun dengan berusaha pada akhirnya rasa lelah membuat Keisha ikut terlelap pada malam hari yang melelahkan ini.


"Wanita pelacur!sejak kapan kau berada di tempat tidur ku"


Alexander yang telah terbangun dari tidur,sangat kaget melihat siapa wanita dengan erat yang berada di dalam pelukannya saat ini.


"Jurus apa lagi yang kau gunakan, sehingga kau bisa berada di tempat tidur ini, cepat katakan!!!"


Kemarahan Alexander membuat Keisha yang masih belum sepenuhnya tersadar,pada akhirnya harus terjaga dan langsung mengambil selimut untuk menutupi tubuhnya yang tanpa busana.


"Tuan Alexander,semalam anda pulang dalam keadaan mabuk,anda yang melakukan hal itu terhadap ku"


Karena Keisha tidak membawa buku dan alat tulisnya,pagi ini terpaksa Keisha harus kembali berkomunikasi dengan bahasa isyarat yang Alexander sebenarnya juga mengerti.


"Jadi aku yang menyentuhmu begitu kau bilang?"


Keisha menganggukan kepalanya,tanda bahwa apa yang dikatakan oleh Alexander itu benar.


"Cih,jangan pernah berharap aku akan melakukan hal itu,seumur hidupku aku tidak akan pernah melakukan hal itu dengan perasaan cinta kepadamu,kau yang mungkin sedang bermimpi untuk aku melakukan hal itu kepada mu,dasar wanita pelacur,pergi kau dari kamarku sekarang juga,cepat!!!"


Alexander kembali mengeluarkan nada tinggi nya kepada Keisha, sehingga pada akhirnya membuat Keisha langsung keluar dari kamar Alexander hanya dengan berbalutkan selimut untuk kembali ke dalam kamarnya sendiri.


"Sial,apa yang telah aku lakukan semalam bersama dengan wanita pelacur itu,kenapa tubuh ku seakan-akan memberikan respon kepada dirinya,arrrrrh dasar wanita sialan!!"


Alexander mengatakan tersebut sambil mengacak - acak rambutnya,ada sebuah rasa penyesalan atas apa yang telah dia lakukan semalam,karena dengan perlahan - lahan pada akhirnya dia mengingat semua satu per satu kejadian yang telah terjadi.


Dengan langkah kaki yang berat Alexander turun dari tempat tidur nya dan masuk ke dalam kamar mandi,di dalam kamar mandi Alexander menguyur kepalanya agar ingatan demi ingatan semalam secepatnya bisa hilang.


"Selamat pagi tuan Alexander"


"Pagi Peter"

__ADS_1


Setelah Alexander membersihkan diri, dengan cepat Alexander pergi ke kantor untuk bersiap kembali tenggelam di dalam setiap pekerjaan nya.


"Peter,apa kau yang membawa aku kembali ke rumah?"


"Betul tuan,saya yang membawa anda pulang kembali ke rumah,kondisi anda saat kembali ke rumah sedang mabuk berat"


Alexander terdiam dengan penjelasan Peter,kini dia semakin yakin dengan ingatan demi ingatan atas hal apa yang saja yang sudah dia lakukan kepada Keisha.


"Tuan,ini berkas yang anda minta"


Peter meletakan satu berkas tebal di depan meja Alexander.


"Apa ini Peter?"


"Ini adalah hasil penyelidikan tentang nona Keisha"


Alexander mengernyitkan dahinya terhadap satu berkas yang kini berada di depan matanya, Alexander hampir melupakan jika beberapa hari yang lalu dia meminta Peter untuk menyelidiki latat belakang Dari Keisha.


"Apakah ada yang menarik dari hasil penyelidikan wanita pelacur itu?"


"Ada tuan,sampai saat ini tidak pernah di ketemukan tentang siapa orang tua dari Nona Keisha,nona Keisha hanya tinggal bersama dengan seorang kakek dan setelah kami selidiki ternyata kakek yang tinggal dengan nona Keisha tersebut bukanlah salah satu keluarga kandung nona Keisha"


"Maksudmu diculik?"


"Besar kemungkinan seperti itu tuan Alexander dan identitas mobil yang menculiknya tersebut berasal dari Negara W"


Alexander mulai membaca dengan teliti semua berkas - berkas yang telah dikumpulkan oleh Peter tentang Keisha.


"Apa kesimpulan yang kau dapatkan dari semua hasil penyelidikan ini Peter?"


"Maafkan jika saya salah,namun menurut pendapat saya pribadi saat ini nona Keisha mungkin sedang dalam tekanan seorang,dan kemungkinan orang tersebut menggunakan Kakek dari nona Keisha sebagai umpan, karena mustahil jika para penculik tersebut menculik karena harta, kehidupan nona Keisha sangatlah sederhana"


Alexander terdiam dengan semua hal yang telah diucapkan Peter tentang kesimpulan dari hasil penyelidikan Peter.


"Baiklah Peter,terus lakukan penyelidikan terhadap wanita pelacur tersebut,aku harus memiliki bukti yang kuat untuk aku bisa menceraikannya dan Melisa kembali percaya kepada ku"

__ADS_1


"Baik tuan"


"Apakah ada Hal yang lain yang akan kau sampaikan?"


"Kabar dari rumah utama"


"Ada kabar apa Peter?"


"Ini tuan,minggu depan nona Lisa dan tuan Nathan akan melangsungkan pernikahan nya secara sederhana,tuan Nathan meminta saya untuk menyampaikan undangan ini kepada anda,nyonya Kim juga sering menghubungi saya karena ketika nyonya Kim mencoba menghubungi tuan Alexander,tuan tidak pernah mengangkatnya"


Peter meletakan satu undangan pernikahan di meja Alexander, Alexander menatap undangan bahagia tersebut dengan tatapan dingin.


Semenjak Alexander keluar dari kediaman rumah utama, Alexander memang sengaja membatasi komunikasi dengan keluarga nya itu, Alexander melakukan hal tersebut karena dia tidak ingin keluarga mengetahui rencana bahwa dia ingin memberikan siksaan kepada Keisha baik secara fisik ataupun secara psikis.


"Baiklah Peter, aku pasti akan hadir dalam pernikahan paman Nathan"


"Nyonya Kim juga berpesan bahwa tuan Alexander harus datang bersama dengan nona Keisha"


Alexander menarik nafasnya dalam -dalam begitu nama Keisha kembali di sebut.


"Ya,ya jika Mama sudah memerintahkan maka aku akan menuruti segala permintaan nya itu,katakan pada Mama aku akan hadir dengan Keisha"


"Baik tuan Alexander"


Setelah mengatakan hal tersebut Peter keluar dari ruangan Alexander,kini Alexander hanya sendiri berada di dalam ruangannya.


Saat Alexander memejamkan mata,tiba - tiba ada satu bayangan wanita yang paling dia benci muncul,dan wanita tersebut memberikan senyumannya yang paling tulus kepada Alexander.


"Arrrrrh sial,kenapa yang muncul malah wanita pelacur itu!"


Alexander pun kembali membuka matanya dan langsung berkonsentrasi terhadap semua pekerjaan nya.


Sementara itu di Chandradinata Corp,nampak Edward sedang berdiskusi serius dengan Doni.


"Bagaimana Don,apakah ada hal yang perlu kau beritahukan tentang putraku?"

__ADS_1


"Tuan,maafkan saya sampai saat ini saya masih sangat kesulitan untuk mencari tau tentang tuan Alexander melakukan apa saja di rumah putih"


"Apa yang membuatmu begitu kesulitan?"


__ADS_2