
Maafkan tuan Alexander bukan maksudku untuk berlaku kurang ajar terhadap nona Lilian"
"Sudah,sudah kau tidak perlu memberikan penjelasan panjang lebar kepada ku,kita sama -sama laki - laki dari cara pandang mu terhadap adik ku Lilian aku bisa langsung mengetahui jika kau memiliki hati kepadanya"
"Pilihan tetap berada di tangan mu Peter, sebagai seorang teman aku hanya bisa memberikan mu saran sebagai bahan pertimbangan untuk mu nanti"
Alexander kembali tersenyum kepada Peter,Peter memang lebih tua dari Alexander namun bagi Alexander Peter adalah sahabat sejatinya,sejak masih kecil Peterlah yang menjaga Alexander,tuan Adrian dan Edward begitu mempercayakan keamanan Alexander kepada Peter.
"Tuan saya mohon untuk undur diri"
"Pergilah Peter"
Alexander mengatakan hal tersebut sambil tersenyum ke arah Peter, setelah Peter pergi, Alexander segera mengambil ponselnya dan menghubungi Edward perihal segala sesuatu yang saat ini sedang terjadi.
Sementara itu di toko bunga nampak Keisha sedang asyik menata bunga - bunga agar terlihat lebih rapi,diam - diam Keisha memperhatikan Aira yang sejak tadi hanya melamun.
"Hei Aira,ada apa dengan mu? nampaknya ada yang sedang kau pikirkan?"
Keisha menegur sahabat nya tersebut dengan sentuhan dan bahasa isyarat.
"Ah tidak ada apa -apa"
"Apakah kau yakin tidak ingin berbagi cerita dengan ku?"
__ADS_1
Keisha kembali mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat.
"Keisha aku sedang bingung,sungguh saat ini aku sedang bingung"
Aira tiba - tiba memeluk Keisha sambil mengatakan hal tersebut.
"Lepaskan pelukan mu ini Ra,kita dilihat banyak orang"
Keisha berusaha melepaskan pelukannya terhadap Aira.
"Ayo kemari"
Keisha menggandeng tangan Aira untuk masuk ke dalam ruangannya.
Keisha kembali menggunakan bahasa isyarat untuk bertanya kembali kepada Aira,dan Aira yang lambat laun bisa membahami bahasa isyarat Keisha mulai menceritakan hal yang membuatnya gelisah.
"Jadi begini,kau masih ingat dengan Dokter Jansen?"
Keisha yang mengingat nama tersebut langsung menganggukan kepalanya.
"Ada apa lagi dengan Dokter Jansen Ra?"
"Keisha sepertinya aku jatuh cinta pada DokterJansen"
__ADS_1
Keisha yang mendengarkan pengakuan mengejutkan dari Aira kini hanya bisa mengernyitkan dahinya.
"Ra bagaimana bisa?"
"aku juga tidak tau, perasaan ini muncul begitu saja ketika kami memutuskan untuk menjalin hubungan persahabatan"
Keisha hanya bisa menggelengkan kepalanya saat Aira kembali menceritakan semuanya.
"Ra kau tau seperti apa Dokter Jansen, apakah kau tidak khawatir jika nantinya dia mengetahui perasaan mu dan menyakiti hati mu?"
Keisha mengatakan hal tersebut dengan bahasa isyarat dan berusaha untuk membuat sahabat nya kembali berpikir.
"Aku tau Keisha,namun Dokter Jansen sekarang sudah berubah,dia bukan laki -laki seperti dulu lagi, percaya lah kau harus percaya kepada ku"
Aira memegang tangan Keisha dan menyakinkan Keisha,namun Keisha hanya memandang tajam sahabat nya tersebut.
"Ra aku senang jika pada akhirnya kau jatuh cinta,namun jujur aku tidak terlalu setuju kau dengan Dokter Jansen,aku mencemaskan mu Aira,kau adalah satu - satunya sahabat terdekat ku"
Keisha mencoba menyakinkan Aira dengan bahasa isyarat.
"Keisha aku mengerti atas kekhawatiran mu kepada ku,namun kau harus ingat hal ini dulu pernah terjadi juga kan pada mu,saat aku mengatakan untuk apa kau mencintai tuan Alex yang sudah menghina mu"
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like yah ayang banyak agar authornya semangat
__ADS_1