
"Baiklah jika tidak ada yang perlu untuk dipertanyakan lagi,aku harap kita segera bersiap -siap, merupakan sebuah keuntungan jika kita bisa menyerang mereka dalam kondisi mereka sedang tertidur, Albert kami tetap meminta mu berada di tim medis,kami akan sangat membutuhkan tim medis"
"Baik paman Richard"
"Usahakan kita tidak banyak membuat para pengawal kita terluka"
Setelah Richard mengatakan hal tersebut satu per satu anggota Chandradinata mulai mempersiapkan perlengkapan mereka di ruang rapat tersebut.
"Doakan aku sayang agar aku tidak perlu beradu tembak dengan putra ku sendiri"
"Pasti Edward"
Kimmy mengatakan hal tersebut sambil memakai kan Edward rompi anti peluru.
"Ma,pa"
Saat Kimmy dan Edward sedang berbicara tiba -tiba Keisha datang menghampiri mereka.
"Ada apa sayang?"
"Ma Keisha ikut ke rumah putih"
Keisha mengatakan hal tersebut kepada Kimmy.
"Sayang lokasi itu sangat berbahaya untuk mu"
"Aku mengerti ma,aku tidak akan ikut masuk ke dalam,tapi aku akan tetap di luar bersama dengan para pengawal,aku hanya ingin aku yang menyambut kembali Alexander kembali ke dalam pelukan ku untuk yang pertama kalinya"
Kimmy dan Edward saling berpandangan dengan semua bahasa isyarat yang saat ini sudah di ucapkan oleh Keisha.
"Baiklah Papa akan mengizinkan mu untuk ikut,namun kau harus berjanji apapun keadaan Alexander nanti kau tidak boleh turun dari dalam mobil,apa kau mengerti!"
"Keisha mengerti pa"
Sementara itu Lilian malam hari ini berusaha untuk mengirimkan pesan kepada Peter akan terjadi penyerbuan di dalam rumah putih,dan Peter yang saat ini masih berada di dalam rumah putih sedang berdiskusi dengan Alexander paham harus melakukan hal apa.
__ADS_1
"Tuan Alexander"
"Ya Kenapa Peter?"
"Apa tidak sebaiknya kita tunda pekerjaan kita ini sampai esok hari,ini sudah malam"
Alexander melirik jam tangan nya dan kembali Tersenyum ke arah Peter.
"Kau benar Peter,aku akan segera menyusul istiku ke dalam kamar"
Setelah Alexander mengatakan hal tersebut Alexander segera meninggalkan ruang kerjanya dan masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Sementara itu Peter langsung memberitahukan keadaan rumah putih yang terbaru kepada Lilian melalui pesan singkat.
"Paman,papa Peter memberitahukan jika saat ini kondisi rumah putih sedang sepi,kak Alexander sudah masuk ke dalam kamar"
Semua yang mendengarkan perkataan Lilian kini tersadar jika masih ada Peter berada di pihak mereka.
"Terima kasih atas informasi nya Lilian,katakan kepada Peter kita akan tiba sekitar dua jam lagi"
"Baik paman Richard"
"Baiklah ayo kita berangkat, perjalanan akan memakan waktu"
"Ya Richard ayo"
Jian Lee mengatakan hal tersebut sambil mengecup kening Fanny.
"Aku akan ikut bersama dengan mu kali ini Richard"
Clarissa mengatakan hal tersebut sambil mengambil satu pistol yang masih belum digunakan.
"Kau tenang saja Richard aku hanya akan melindungi Keisha,dia pasti butuh seorang wanita yang jago menembak seperti ku"
Clarissa tersenyum sambil mengatakan hal tersebut kepada Richard dan Richard hanya bisa memandang tanpa bisa melarangnya lagi.
__ADS_1
"Edward jaga dirimu baik -baik,doaku selalu menyertai mu"
Kimmy mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Edward.
"Semuanya mobil sudah siap,di harapkan untuk segera masuk ke dalam mobil"
Albert masuk ke dalam ruangan dan memberitahukan hal tersebut kepada semua orang yang ada.
"Ayo"
Semua orang segera keluar dari dalam ruang rapat untuk masuk ke dalam mobilnya masing-masing.
"Sayang jaga dirimu baik -baik,jangan sampai aku melihat mu terkapar seperti di Cambodia"
Albert mengatakan hal tersebut kepada Michelle.
"Aku tidak bisa menjanjikan hal itu Albert"
Selesai mengatakan hal tersebut Michelle segera masuk ke dalam mobil dan mobil-mobil tersebut segera membawa anggota Chandradinata yang melakukan penyerbuan dengan jalur darat
"Paman Edward,papa Jian Lee,ayo"
Satu helikopter mendarat di tengah -tengah halaman rumah utama, Albert meminta Jian Lee dan juga Ed masuk ke dalam helikopter tersebut.
"Jaga diri kalian"
Setelah Albert selesai mengatakan hal tersebut Albert melihat helikopter tersebut lepas landas,kini Albert masih menyiapkan semua keperluan medis Dan puluhan pengawal yang akan membantu keluarga Chandradinata.
"Tuan Albert semuanya sudah siap"
Salah satu pengawal mengatakan hal tersebut kepada Albert dan setelah itu Albert segera masuk ke dalam helikopter.
Alexander tidak pernah terbayangkan di dalam hidupku jika hari ini aku harus pergi untuk menyerang mu,kau adalah salah satu sahabat terbaik ku..
Albert hanya bisa mengatakan hal tersebut di dalam hatinya,saat ini hati Albert begitu sedih karena untuk pertama kalinya Albert harus melakukan perlawanan terhadap sahabat nya sendiri.
__ADS_1
Hai,pembaca setia tuan Alexander vote dan like
author yah agar authornya bisa tambah semangat lagi.