
Albert memberikan ciuman sayang di puncak kepala Michelle yang pada akhirnya membuat Michelle tersentak dan belum sempat Michelle membalas Albert dengan kata - kata, Albert sudah keluar dari ruangan tersebut dengan penuh kemenangan.
"Hei kau kembali!!,kenapa kau begitu gampang mencium ku ha!"
Michelle berteriak ke arah Albert,namun sepertinya percuma karena Albert sudah menghilang dari balik pintu Unit Gawat Darurat tersebut.
"Dokter Michelle mari kita melakukan pemeriksaan lebih lanjut"
Tiba - tiba ada satu orang perawat menghampiri Michelle dan meminta Michelle untuk duduk di kursi roda guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Tapi suster,aku baik - baik saja untuk apa pemeriksaan lebih lanjut?"
"Maafkan saya Dokter,semua ini perintah dari Dokter Albert,mulai sekarang Dokter Albert telah mengajukan diri menjadi Dokter penanggung jawab anda"
Michelle hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika sang perawat berkata demikian terhadap dirinya.
"Baiklah,baiklah aku akan mengikuti semua prosedur di dalam Rumah Sakit ini dan tentunya di bawah pengawasan Dokter Albert"
Dengan terpaksa Michelle pada akhirnya mengikuti semua pemeriksaan yang sudah dituliskan oleh Albert.
Sementara itu Melisa yang kini sedang berbunga - bunga sore ini segera kembali ke rumah utama untuk mulai mempersiapkan segala sesuatu hal yang berhubungan dengan pertunangan nya nanti.
"Nona Melisa memanggil saya?"
Begitu Melisa tiba di rumah utama Melisa langsung mencari keberadaan Keisha,namun Melisa sama sekali tidak menemukan gadis tersebut sehingga pada akhirnya Melisa mencoba untuk memanggil Aira.
"Ah betul aku memanggilmu,apa kau melihat Keisha?hari ini aku sama sekali belum melihatnya"
Deg
Pertanyaan dari Melisa membuat Aira mulai terdiam,Aira juga sebenarnya sama sekali tidak tau dimana keberadaan Keisha sekarang, terakhir mereka bertemu adalah saat Keisha membantu Aira menyiapkan acara yang akan diadakan di rumah utama tersebut.
"Maafkan saya nona,hari ini saya juga belum melihat nona Keisha"
"Apa dia sakit,atau dia sedang cuti dari pekerjaannya?"
"En,saya,saya"
Namun sebelum Aira selesai menjawab terdengar pintu kamar di buka dan Alexander tiba - tiba masuk ke dalam kamar Melisa.
"Ada apa sayang?"
"Alex,kau sudah pulang?tidak ada apa - apa Alex,aku hanya ingin mencari Keisha,hari ini aku sama sekali tidak melihat dirinya"
__ADS_1
"Keisha?untuk apa kau mencari gadis itu?"
"Tidak ada maksud apa - apa,aku hanya ingin dia ikut membantu aku menyiapkan acara pertunangan kita saja"
"Sudahlah,disini kan banyak para pelayan yang lainnya,bukan hal yang sulit untuk kau meminta tolong kepada mereka,nona kau boleh keluar"
Alex meminta Aira keluar dari dalam kamar Melisa dan Aira yang memang sejak daritadi sudah tidak ingin berada di dalam kamar tersebut tanpa butuh waktu lama segera pergi dari sana.
"Mau apa kau Alex"
Melisa tersenyum ketika Alex mendekat ke arahnya dan mulai mencium rambut Melisa.
"Aku rindu kekasihku"
"Ya,tapi tidak sedekat ini menatapku,aku jadi takut kepadamu"
Melisa yang sudah tidak kuasa menahan tatapan Alex, segera saja meminta Alex menjauh dari hadapan nya.
"Aku tak sabar ini segera menyentuhmu nona Melisa"
Alex kembali mencium rambut panjang Melisa yang buat Alex rambut tersebut tercium sangat harum.
"Nanti, setelah kita menikah kau bebas melakukan nya sayang,tunggu yah"
"Turunlah,Papa dan Mama ingin bertemu dengan kita berdua"
Alex membisikan kata - Kata tersebut ke telinga Melisa dan segera meninggalkan Melisa untuk menunggunya di bawah bersama dengan Edward dan Kimmy.
Sementara itu sore ini Michelle dan Albert masih berada di Rumah Sakit dan Michelle telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan yang menurut Michelle ini terlalu berlebihan dan membuang - buang waktunya.
"Dokter Albert, akhirnya kau datang juga,tolong untuk kau memperbolehkan aku keluar dari ruangan ini,aku mau pulang"
Michelle yang sejak tadi masih berada di ruang Unit Gawat Darurat dan begitu bosan pada akhirnya tidak ada pilihan lain selain hanya memohon kepada Albert dengan baik untuk segera mengeluarkan dirinya dari dalam ruang tersebut.
"Suster bagaimana hasil pemeriksaan hari ini?"
Albert meminta salah satu perawat untuk menyerahkan hasil pemeriksaan tersebut kepadanya dan Albert mulai membaca dengan teliti kata demi kata di dalam hasil pemeriksaan tersebut.
"Baiklah,karena tidak ada hal yang serius yang saat ini sedang menimpamu,maka aku akan memberikan mu izin untuk meninggalkan ruangan ini,tapi"
"Tapi apa lagi?"
"Tapi dengan satu syarat"
__ADS_1
"Syarat? astaga kenapa harus ada syaratnya"
"Ya sekarang terserah padamu,apa kau mau atau tidak jika kau tidak mau aku tidak akan memberikan mu izin meninggalkan ruangan ini"
Michelle yang sudah sangat ingin pulang dan dirinya yang sudah lelah terkurung di ruangan itu pada akhirnya hanya menarik nafasnya dalam - dalam.
"Apa syaratnya?"
"Gadis pintar,syarat yang aku ajukan sederhana saja,selama tiga bulan kau akan menjadi tanggung jawabku,aku akan mengikuti kemanapun kau pergi,aku akan ada di dalam setiap kegiatan mu,hanya ketika kau sudah masuk ke dalam kamar atau saat kau berada di dalam kamar mandi baru aku tidak akan mengikuti mu,dan kau wajib memberitahukan aku kemanapun kau akan pergi bagaimana?"
Michelle yang sudah tidak dapat berpikir lagi pada akhirnya mengeluarkan satu perkataan.
"Ya,ya aku setuju"
"Bagus,suster berikan aku surat persetujuan tersebut untuk Dokter Michelle bisa keluar dari ruangan ini sekarang"
Dan pada akhirnya sang suster memberikan satu surat untuk Albert tanda tangani.
"Ayo"
"Ayo kemana?"
"Kau lupa pada perjanjian kita,ayo aku antar kau pulang mulai sekarang aku akan mengantar mu"
"Issssst"
"Ssst dilarang menggerutu"
Dan pada akhirnya dengan terpaksa Michelle menerima uluran tangan dari Albert dan Albert sekali lagi tersenyum dengan penuh kemenangan.
Sementara itu di rumah utama terjadi pembicaraan antara Kimmy, Edward,Melisa dan juga Alexander.
"Baik,Papa setuju satu bulan dari sekarang pertunangan itu akan di gelar"
"Pa apakah tidak bisa lebih cepat misalnya dua minggu lagi?"
"Sayang apa yang dikatakan Papa Ed itu sudah paling cepat,Mama dan Papa punya banyak sekali kolega bisnis,dan karena ini adalah acara putra kami yang pertama Mama secara pribadi ingin membuat pesta yang sangat megah"
"Nah Alex,apa yang kau tanyakan sudah di jawab oleh Mama Kim,dan jawaban Papa sama dengan Mama"
Edward tersenyum ke arah Alexander yang masih terlihat sangat gusar,karena baginya satu bulan persiapan itu terlalu lama.
"Kami mengikuti saja yang terbaik untuk kami"
__ADS_1
Tiba Melisa mengatakan hal tersebut yang tambah membuat gusar Alexander.