Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 10


__ADS_3

Jam 8 pagi semua keluarga Li sudah berkumpul


diaula hotel tempat acara akan dilangsungkan. Acara pelepasan Sisca dari


keluarga Li. Sarah Li memandangi para undangan yang datang adalah dari klan


ular semuanya. Para tetua hadir juga pada acara, dua jam acara adat dari klan


ular dilangsungkan. Kaki Sarah Li hampir patah rasanya. Ini pertama kalinya ia


benar-benar mengikuti acara seperti ini.


Mulai dari memberi makanan dan teh kepada orang


tua dan sesepuh dari keluarga. Memberikan hadiah kepada orang tua mereka


kemudian menyerahkan hadiah ucapan terima kasih sudah menghadiri acara


pernikahan kepada para sesepuh. Belum lagi mendengarkan nasehat dari kedua


orang tua masing-masing mempelai wanita dan pria. Nasihat dari para sesepuh


klan ular, jika dihitung-hitung ada 10 orang yang memberikan kata sambutan.


Sarah Li memberikan informasi kepada pengatur


acara pernikahan jauh-jauh hari sebelumnya agar membatasi waktu bicara paling


lama 10 menit saja. Ternyata memang ada gunanya memberikan perintah seperti


ini. Waktu yang dibutuhkan untuk mendengar semua hal yang membosankan itu lebih


singkat pikir Sarah.


Akhirnya acara adat selesai selama lebih dari 2


jam, para tamu sudah mulai datang keacara dan resepsi sudah akan dimulai.


Selama acara adat seluruh wanita keluarga Li mengenakan baju berwarna merah.


Sedangkan Andy Li mengenakan jas hitam dengan kemeja berwarna merah didalamnya.


Dasi yang dikenakan sama dengan motif yang dipakai oleh Alex, warna hitam


dengan motif garis berwarna merah.


Sisca dan Jackie keruangan ganti pakaian. Jackie


lebih cepat keluar dan bergabung dengan para tamu lainnya. Ia mengenakan


setelan jas berwarna hitam dengan kemeja putih dan  dasi kupu - kupu.


Senyum bahagia tidak berhenti dibagikannya kepada semua tamu yang datang


keacara


Jam 11 acara umum akan dimulai, semuanya sudah


diatur dengan tepat waktu oleh Sarah Li. Tamu umum sudah datang keacara,


seharusnya Sarah Li mengganti bajunya dengan gaun berwarna merah muda. Karena


kesibukannya sebagai kepala acara pernikahan kakak pertamanya, Sarah Li tidak


sempat mengganti pakaiannya begitu juga dengan Serena yang sibuk dengan makanan


yang disiapkan dalam acara ini.


Serena dan Sarah menyempatkan diri mendatangai


Sisca yang masih berada pada ruangan ganti. Sisca mengenakan gaun pernikahan


dengan model ball gown berwarna putih. Tiara diatas kepala Sisca terlihat


berkilau dengan motif berwarna merah. Senada dengan warna head piece yang


dikenakan Sarah dan Serena.


"kakak pertama... kamu terlihat sangat


cantik." Puji Sarah sambil duduk dibangku sebelah Sisca.


"ya.... ini yang termegah dan tercantik dari

__ADS_1


sebelum - sebelumnya." Serena ikut duduk disebelah kanan Sisca.


Mereka mengabadikan kebersamaan mereka bertiga.


"sebentar lagi giliran kakak kedua..."


Sisca bertepuk tangan sambil melihat kearah Serena yang tersenyum malu.


"kelak, walaupun kita sudah menikah... kakak


harap hubungan baik kita akan selamanya dan tidak terpengaruh dengan status


pernikahan kita. Bagaimana???" Sisca bicara sambil meihat kewajah adik


perempuannya secara bergantian dikanan dan kirinya.


"tentu saja, kita akan bersama


selamanya..." kata Serena dengan penuh bangga.


Ketiga nona muda Li masih sibuk berbicara, tiba-


tiba salah seorang pegawai wanita hotel Sarah datang "nona, mohon maaf...


acara akan segera dimulai. Apakah anda sudah siap??"


Sarah dan Sisca menyadari mereka belum mengganti


busana sesuai dengan yang direncanakan. Jika tidak menjalankan sesuai dengan


keinginan Mayleen jangan harap bisa hidup dengan tenang setelah acara


pernikahan selesai.


karyawan tersebut melihat jam dan kemudian


menggelengkan kepalanya "sepertinya sudah tidak ada waktu lagi nona Li..


maafkan saya."


Sarah melihat jam tangannya, sudah hampir jam 12.


Sudah terlalu lama membuat tamu menunggu. Tidak ada pilihan lain, tetap


kelalaiannya.


"baiklah... " kata Serena pasrah dengan


keadaan.


Andy Li datang keruangan Sisca. "maaf.. papa


juga lupa. Terlalu lama mengobrol sehingga lupa dengan waktu. Apa kita akan


ganti pakaian lagi??" tanya Andy Li menatap ketiga putrinya secara


bergantian.


"Sayangnya tidak ada waktu pa..." kita


sudah membuat acara tertunda selama satu jam. Kata Sarah sambil menarik nafas


panjang.


"tidak masalah, papa ganteng. Ketiga putri


papa juga cantik semua. Ayo kita masuk keruangan acara," Andy Li terlihat


sangat senang dengan acara pernikahan putri pertamanya.


Lampu di ballroom diredupkan. Lampu sorot


mengarah kepada jalan menuju altar pernikahan. Dekorasi lantai dari kaca dengan


hiasan bunga mawar dibawahnya yang disusun secara bergantian antara bunga mawar


merah, merah muda dan putih. Membuat kesan seolah pengantin berjalan melayang


diantara bunga - bunga. Kanan kiri dihiasi bunga mawar dan altar pernikahan


juga dibuat hiasan melingkar dari puluhan ribu bunga mawar dan bunga lainnya.


Kombinasi warna yang sangat sempurna dipandang mata.

__ADS_1


Tambahan lampu cristal gantung menambah kesan


romantis dan mewah dalam acara.


Pintu menuju jalan ke altar terbuka, Sarah dan


Serena berjalan sambil memegang setangkai bunga mawar merah, yang senada dengan


gaun yang dikenakan mereka.


Kedua putri Li ini berjalan dengan anggun dan


senyum ditebar kesegala arah. Membuat para tamu terpesona dengan kecantikan


mereka berdua. Pusat perhatian jatuh kepada Sarah, rambut panjang yang tergerai


sebagian membuatnya sangat cantik. Hal yang langkah bisa disaksikan saat ini.


Sarah Li tersenyum kepada semua orang!


Antara percaya dengan tidak, tapi itu lah yang


terjadi. Sarah Li yang tersenyum membuat sepasang mata memperhatikannya dengan


tidak senang. Dialtar sepasang pria yaitu Chandra dan Daniel sudah berdiri


disamping pengantin pria. Begitu sampai dialtar pernikahan, Sarah dan Serena


masih berjalan dijalan menuju altar. Satu lampu sorot lagi mengarah kebelakang


Sarah dan Serena.


Sisca dan Andy Li berjalan bersama. Sisca


menggandeng Andy Li dan tersenyum kepada semua orang dengan ramah, dan


melambaikan tangan kepada para tamu sambil menganggukkan kepalanya. Kelopak


bunga mawar putih bertabur dari atas Sisca menemaninya berjalan bersama


papanya. Pengantin wanita yang terlihat sempurna.  Sisca dan Sarah sampai


lebih dahulu dialtar.


Dengan jalan perlahan, Sarah bisa melihat tatapan


mata Jackie yang berkaca - kaca menyambut kedatangan Sisca. Wanita yang dari


dahulu sangat ingin didekatinya, berkali - kali mendapatkan penolakan dari


Sisca. Melihat wanita yang dicintainya menikah dengan pria lain selama dua


kali. Memang membuat hatinya hancur berkeping - keping. Tapi semangatnya untuk


tetap mengejar wanita idamannya akhirnya terbayar sudah dengan resminya


hubungan mereka sebagai suami istri.


Andy Li menyerahkan tangan Sisca kepada Jackie


yang terlihat menghapus air mata disudut matanya. Sarah sangat terharu melihat


perjalanan cinta keduanya. Pasangan romantis ini membuat Sarah iri, jika kelak ingin


menikah. Ia mau menemukan seseorang yang seperti kakak iparnya.


Acara pernikahan berjalan dengan sangat lancar.


Sarah sangat senang bisa menjadi bagian yang mendukung saudara perempuannya


tidak hanya dikala sedih. Tapi di moment bahagianya juga bisa menjadi orang


yang selalu berada disampingnya. Dan melihatnya hidup berbahagia dengan


pasangannya.


Chandra dan Serena saling berpegangan tangan.


Mereka adalah calon pengantin berikutnya dikeluarga Li. Sarah memandangi kedua


saudaranya, ada rasa iri dihatinya melihat mereka berdua sudah menemukan


pasangan hidup masing - masing. Sedangkan dirinya? masih harus menunggu

__ADS_1


pasangan hidupnya.


__ADS_2