Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 85


__ADS_3

Andy Li dan David Long adalah dua orang terakhir yang masuk keruangan rapat. Semua wajah ceriah menjadi tegang ketika kedua pimpinan tertinggi kedua perusahaan ini bergabung dalam rapat. Wajah keduanya tidak seramah seperti biasanya, terlihat sekali kalau ada masalah besar yang terjadi.


Daniel dan James tidak lama muncul kedalam ruangan. Daniel dengan tampilan gaya militernya selalu membuat


mata Sarah tidak bosan menatapnya, tapi kali ini wajah Daniel memerah.


“maaf, kami datang terlambat.” kata Daniel dan langsung masuk keruangan rapat dan duduk disamping Sarah Li.


“tidak apa – apa nak… kami belum mulai rapatnya.” jawab Andy Li yang duduk disamping David Long.


Sisca Li yang membawakan rapat kali ini. Ia menyampaikan hasil penyelidikan pihak kepolisian besama dengan


badan intelejen perusahaan Long. Hasilnya sangat mengejutkan ternyata kebakaran bukan karena korsleting listrik tetapi karena ada orang yang sengaja melakukan aksi pembakaran. Untuk saat ini orang yang melakukan hal itu masih dalam pengejaran pihak keamanan dan datanya belum bisa dibagikan kepada pihak manapun.


Sarah Li langsung berdiri ketika melihat gambar orang yang melakukan pembakaran. Postur tubuhnya sangat mirip dengan orang yang dilihatnya berada disekitar bangunan ketika ia dan Nana diserang dibangunan itu.


“kenapa nak??” tanya David Long..


“dia…. sangat familiar, aku mendapat serangan ketika berkunjung dilokasi minggu yang lalu. Dan dia adalah


orang yang sama. Sayang sekali… file dalam kameraku sudah hilang. Jika tidak, aku bisa menunjukkan kepada kalian semua.” Sarah menundukkan pandangannya.


Daniel menggengam tangan Sarah, hawa panas menjalar ditangan Sarah. Ia menatap Daniel Long yang terlihat tidak bersemangat seperti biasanya.


“aku sangat kecewa, hasil investigasi membuktikan ada pihak yang ingin menguji kemampuan perusahaan Li


dan Long. Siapapun orangnya kami sudah pastikan tidak akan lama lagi menangkap orang tersebut. Yang  paling mengecewakan adalah hal ini dilakukan oleh internal kita sendiri. Aku tidak habis pikir” Sarah Li terdiam melihat mata Daniel yang berkilat ketika sedang marah. Pria diselebahnya ini tidak bisa menutupi rasa kecewa dan marah dalam dirinya.  “kita akan proses semuanya. Harap keamanan di perusahaan kita ditingkatkan kembali pak Jackie dan pak Andrew. Kami tidak mau ada hal yang sama terulang.” Sisca Li bicara sambil menatap lurus keduanya.

__ADS_1


Sarah Li duduk perlahan, melihat Sisca Li yang begitu tegas berbicara kepada suaminya ketika membahas pekerjaan mengingatkan dirinya kepada Daniel Long waktu itu. Pertama kalinya ia bertemu dengan dirinya diperusahaan ini. Cara bicaranya juga sama seperti Sisca Li sekarang.


Seperti orang lain yang tidak memiliki hubungan sama sekali. Apakah memang seperti ini yang namanya


profesionalisme dalam bekerja. Jika ditanyakan secara jujur, Sarah Li tidak bisa diperlakukan seperti ini oleh Daniel Long.


Mungkin jika kedua saudara perempuannya yang melakukan hal itu ia sudah biasa melakukannya, tapi jika itu


Daniel… sudah dipastikan Sarah tidak akan menerimanya. Sarah kembali duduk dan memperhatikan Jackie dan Sisca Li secara bergantian. Ada perasaan kagum kepada mereka berdua.


Andrew dan Jackie menyampaikan laporan pekerjaan mereka berdua. Wajah tidak puas terlihat di wajah Sisca Li, tidak hanya karena perusahaan mengalami kerugian karena kebakaran yang terjadi. Tapi juga pada system keamanan perusahaan. Belum lagi adik keduanya hampir saja menjadi korban.


Sisca Li yang terlihat marah sedangkan kedua petinggi perushaan Li dan Long hanya memperhatikan Sisca Li berbicara dengan para bawahannya.


“saya harap perlu keamanan ketika orang masuk kedalam perusahaan. Untuk orang yang masuk kedalam kompleks perumahan karyawan pastikan hanya yang tercatat dalam kartu keluarga saja yang boleh masuk. Sisanya jika memang tidak bergabung dalam kartu keluarga diharapkan ada membuat surat pernyataan ijin tinggal sementara dari pihak keamanan dan HRD. Tujuannya satu, agar semua ada datanya. Jika sudah seperti ini, yang ada satu departemen akan menyalahkan departemen yang lain. Harap menjadi catatan anda berdua Pak Jackie dan Pak Andrew.” Daniel Long menyambung perkataan Sisca Li yang sedang berapi – api karena laporan kerja yang tidak sesuai dengan harapannya


“Sarah Li aku harap kedepannya tolong kamu lebih perhatikan kinerja untuk perusahaan ini.” Sisca berbicara dengan tatapan tajam kepada Sarah Li yang sedang memperhatikan Sisca ketika berbicara.


Jackie dan Andrew mengangguk dan rapat akhirnya selesai.


Caramel Latte yang tadi diberikan Sisca Li dan dibawa Sarah keruangan rapat tidak tersentuh sama sekali. Ia baru melihat kopinya belum sempat diminumnya.


Daniel hanya duduk melihat peserta rapat lain meninggalkan ruangan. Hanya tersisa 3 putri keluarga Li, Daniel, David Long, Andy Li dan Jackie.


“jika boleh jujur aku merasa sangat familiar dengan foto yang tadi ditunjukkan.  Aku merasa pernah melihatnya. Tapi aku tidak ingat dimana.” Semua orang menatap ke Sarah Li yang sedang berbicara.


Daniel hanya diam, bersandar pada kursi sambil memegang kepalanya dengan satu tangan. Matanya terpejam, tapi ia mendengarkan semua yang disampaikan dalam ruangan ini.

__ADS_1


“aku akan mengatur jadwal untuk berkunjung lagi kekantor cabang kita.”


“Tidak….” Jawab bersamaan mereka membuat Sarah Li terdiam sambil melihat satu persatu mereka yang ada diruangan secara bergantian.


“kalian bisa sangat kompak…”


“tidak akan ada masalah, “ kata Sarah yang sedang berusaha meyakinkan semua orang diruangan itu.


“adik ipar, untuk masalah ini serahkan saja kepadaku. Bagaimana pun aku adalah orang yang ditunjuk sebagai


orang yang bertanggung jawab pada perusahaan ini. Jika kamu langsung kelapangan saat ini bukan kah itu sama saja membuatku tidak memiliki taring dalam mengelola perusahaan.”  Sarah menatap Jackie, ada perasaan tidak sejutu dalam hatinya. Tapi Sarah sungkan untuk mengatakannya.


Daniel masih memejamkan matanya sambil memijat dahinya dan berkata “katakan saja jika ada yang ingin kamu sampaikan sayang.”


Sarah Li memutar kursinya kesamping dan melihat Daniel yang terlihat seperti orang yang kelelahan. Sarah


kemudian mengambil caramel latte dari hadapannya dan memberikannya kepada Daniel.


Perlahan – lahan Daniel membuka matanya dan menerima kopi pemberian Sarah.


Sarah menarik nafas panjang.


“kakak ipar, bagaimana pun sebagai direktur pelaksana aku mempunyai hak dan kewajiban untuk melakukan


audit kelapangan. Tidak hanya untuk memastikan kenerja bawahan ku, tapi juga sebagai bahan evaluasi agar kantor pusat tahu apa yang perlu dan yang tidak perlu dibenahi dalam anak perusahaan. Aku paham kalau kali mengkhawatirkan ku. Tapi bagaimana pun aku tidak bisa seperti ini secara terus menerus. Akan tiba waktuku, tidak mungkin aku dalam sarang emasku dan menerima semua laporan saja.” Sarah bersandar dikursi sambil memutar pena ditangannya. Matanya menatap semua orang didepannya satu persatu.


“baiklah. Jika memang itu yang kamu inginkan. Jika memang kamu ingin berkunjung kekantor cabang, papa akan menemanimu.” kata David Long

__ADS_1


“papa juga ikut” jawab Andy Li lagi.


Mendengar perkataan papa mertua dan ayah kandungnya membuat Sarah Li langsung duduk dengan tegak. Dulu ia hanya memiliki satu papa yang posesif kali ini ada dua, cukup membuat Sarah Li merasa semakin tidak nyaman. Kedua petinggi sudah menyapaikan masukannya, Sarah Li sudah tidak ingin melanjutkannya. Hanya bisa menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.


__ADS_2