
Sarah berjalan menaiki anak tangga sambil terus bergumam karena tidak suka dengan cara Daniel berpakaian dan begitu sampai di 3 anak tangga terakhir, ia berusaha mendorong membuka pintu tapi tidak bisa. Sarah mendorong lebih keras, tapi hasilnya masih juga sama. Pintu sama sekali tidak bergerak terbuka.
“pintu ini tidak bisa dibuka oleh sembarang orang. Hanya aku dan papaku yang bisa membukanya. Sama dengan teleportasi kepulau ini hanya bisa dilakukan papaku dan aku saja. Mamaku tidak akan bisa melakukannya dipulau ini.”
Sarah terkejut Daniel Long sudah ada dibelakangnya entah sejak kapan.
“kapan kamu ada dibelakangku?? “ tanya Sarah dengan gugup karena detak jantungnya berdetak dengan cepat. Bagaimana pun dari tadi ia bergumam menjelek – jelekan dirinya. Tapi sepertinya ia tidak marah sama
sekali.
“dari tadi… sejak kamu berbicara mengenai suamimu sendiri.” Daniel melirik kearah Sarah dan membukanya hanya dengan satu dorongan kecil dari ujung jari telunjuknya.
“kamu hanya butuh jari ini??” tanya Sarah tidak percaya sambil menunjukkan jari telunjuknya kepada Daniel.
Daniel mengangguk sambil tersenyum. Pintu terbuka dan cahaya matahari masuk ke mata Sarah dan menyilaukannya. Daniel melindungi mata Sarah dengan telapak tangannya.
“sudah….” tanya Daniel melihat Sarah yang masih menutup erat matanya.
Sarah mengintip dari satu matanya dan melihat tangan Daniel ada didepan matanya. “terima kasih” jawab Sarah.
Begitu menghirup udara luar, Sarah merasa sangat senang. Ia berlari dengan senang kearah pantai sambil tertawa. Seolah sudah bertahun – tahun dikurung dalam ruangan bawah tanah dan tidak pernah menghirup
udara luar. Sarah berlari kesana kemari seperti anak kecil.
Daniel tersenyum melihat Sarah yang kekanakan seperti ini. Sarah berteriak dan tertawa berlari kesana kemari, hingga ia lelah dan duduk dipasir pantai. Kemudian seorang pelayan memberikan ponsel kepada Daniel.
Sarah mendengar suara pelayan berbicara kepada Daniel. Ia pun baru menyadari kalau Daniel tidak memakai pakaian dan membuatnya hendak memarahi Daniel.
“kamu,,,,,,” kata Sarah sambil membalikkan tubuhnya.
__ADS_1
Daniel sudah menggunakan kaos berwarna putih. Sarah terdiam sejenak dan menggaruk kepalanya.
“aneh... sejak kapan kamu memakai pakaian itu....”
“sejak tadi. Sejak kamu sibuk dengan diri kamu sendiri. Berlari kesana kemari.”
“benarkah???” Sarah mencoba mengingat kembali, sepertinya dari tadi Daniel selalu ada disampingnya. Sepertinya memang ia yang tidak fokus.
Daniel terlihat menghindar dari pantai dan masuk kedalam rumah. Wajahnya yang penuh senyuman berubah menjadi serius dan dingin. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi, sesuatu yang serius. Lebih tepatnya ada
masalah yang sedang dihadapinya.
Pelayan tadi menganggukkan kepalanya kepada Sarah sambil tersenyum dan kemudian menghilang dari hadapan Sarah. Sarah memutuskan mengikuti Daniel karena penasaran dengan apa yang sedang terjadi dengannya. Daniel menghidupkan televisi dan melihat berita kematian Sarah Li. Dan juga kecelakaan yang dialami Daniel Long dan papanya.
Sarah terkejut setengah mati dengan siaran berita nasional yang sedang berlangsung. Kakinya terlalu lemah menerima semua yang terjadi. Pikirannya kacau. Ia mendadak menjadi orang yang tidak mempercayai kalau ia adalah Sarah Li yang asli dan juga Daniel yang ada dihadapannya adalah Daniel asli.
Daniel menatap Sarah dan kemudian bercerita dengan apa yang terjadi dengan semua ini. Dengan terpaksa kedua keluarga ini mengumumkan kematian Sarah Li dan juga kondisi Daniel Long yang dalam keadaan
koma untuk mencegah makhluk jahat itu bergerak lebih jauh.
Bagaimana pun kondisi Sarah yang sekarang belum terlalu kuat untuk melawan atau meleburkan energi miliknya. Jika Sarah Li menghilang begitu saja, maka akan sangat sulit mencegah mereka mencari Sarah.
Satu – satunya cara yang tepat adalah membuat berita bohong agar semuanya bisa berjalan sesuai dengan rencana.
Sarah melihat kedua saudaranya menangisi jenasahnya. Sangat mirip dengannya, bagaimana bisa terjadi hal seperti ini.... Andy Li terlihat menggenakan perban dikepala, tangan dan kakinya. Kaki papanya memang
terluka waktu itu. Bagaimana mungkin??? Sementara itu Daniel terlihat penuh luka dan tubuhnya berdarah ketika dibawa dengan mobil ambulans. Sarah menatap Daniel yang ada disampingnya dengan curiga. Bagaimana jika dia.... Daniel yang palsu....
Sepucuk surat tiba – tiba muncul diatas meja. Tepat didepan Sarah Li. Ia benar – benar paham ini adalah tulisan tangan Sisca Li.
__ADS_1
“kepada Sarah Li...” tulisan diluar amplop berwarna coklat muda itu. Sarah membuka amplop itu dan mulai membacanya bersama dengan Daniel.
adikku tersayang, bersama dengan surat ini pasti kamu sudah melihat berita kematianmu, keadaan Daniel yang koma dan juga kondisi papa yang terluka. Jangan khawatir, karena kami dalam kondisi baik. Sekarang kakak pertama sedang berada di rumah om David.
Kami sedang melakukan investigasi untuk semuanya. Mereka semakin berani menunjukkan eksistensinya. Jadi kami terpaksa melakukan hal ini. Kami pergi kesana kemari dan menyamar menjadi orang lain agar informasi yang didapatkan akurat. Semua dilakukan dengan teliti dan hati – hati agar tidak ada celah sama sekali
Kamu belajarlah dengan baik disana. Jangan pergunakan ponsel lagi. Om David akan memberikan nomor yang baru. Tapi untuk sementara kita berkomunikasi hanya melalui cara ini. Setiap hari kami akan menulis surat dan mengirimkannya.
Jika dalam satu hari kami tidak mengirimkan pesan, maka kamu harus segera pulang. Karena pasti
*terjadi sesuatu dengan kami. *
Kamu jangan takut, om David menemukan orang yang bisa melakukan duplikat orang. Kakak juga baru tahu ada hal seperti ini didunia ini. Dari segi energi benar – benar sama. Wajah dan semuanya tidak ada celah perbedaan sama sekali.
Oh ya… Ponselmu sekarang sudah tidak bisa digunakan, jika ingin berhubungan maka tulislah surat. Karena, kita seperti kembali kezaman dahulu… tanpa ponsel dan mobil. Semua dilakukan dengan teleportasi dan telepati. Luar biasa bukan??
Satu lagi… Mobil kesayanganmu dengan terpaksa harus rusak parah karena kecelakaan itu. Kakak berjanji akan menggantinya jika kamu kembali nanti.
Kakak harap kamu belajar dengan cepat agar semua masalah ini bisa selesai dengan segera.
Jagalah kesehatan, kami merindukanmu….
Sarah menutup surat itu dan duduk disofa belakangnya. Mereka sudah bekerja keras. Hati Sarah sakit karenanya, jika mereka sudah melakulan hal ini, maka tidak ada waktu baginya untuk berdiam diri. Sarah melihat kearah Daniel… tidak ada cara lain. Ia harus percaya dengan pria dihadapannya. Jika memang dia adalah Daniel Long yang asli, maka ini adalah suatu keberuntungan baginya. Tapi jika saat ini sedang berhalusinasi kembali dalam dunia alam bawah sadarnya… anggaplah ini suatu cara untuk meningkatkan
kemampuannya dilatih dengan makhluk menyeramkan tersebut.
Sarah menelan ludahnya, sudah waktunya ia berlatih sekuat tenaga. Daniel mengambil surat dari tangan Sarah
dan menatapnya kembali, menunggu apa yang akan dilakukan Sarah Li dan bagaimana reaksinya.
__ADS_1