
Sarah membiarkan tirai jendela terbuka lebar,
karena malam ini bulan purnama penuh hadir menemani gelapnya malam. Cahaya
bulan menyinari wajah Sarah yang sudah lelap dalam tidurnya. Daniel duduk
ditempat tidur sambil memakan potongan buah yang ada dimeja samping tempat
tidur. Mata Daniel memandang wajah Sarah yang sedang tertidur. Kecantikan wajah
Sarah tidak bisa di tutupi, walau ada rambut yang menutupi wajahnya.
Daniel melihat pesan masuk dari James
“bos, nona ketiga Li ingin membatalkan kerja sama
dengan kita. Alasannya karena tidak mendapatkan sulaman Xiang sebagai syarat
utama kerja sama. Bagaimana menurutmu?”
Daniel melihat wajah Sarah. Kemudian membalas
pesan James
“kenapa tidak bisa mendapatkan hak paten dari
keluarga Liu?”
“seperti yang kamu ketahui, keluarga Liu untuk
keluarga besar. Banyak kepentingan mereka disana. Satu orang ingin harga lebih
mahal, Satu lagi mementingkan kelesatarian budaya lokal dan tidak untuk
dikomersilkan. Memang sulit untuk menyatukan pemikiran satu keluarga”
“menurutmu bagaimana?” balas Daniel
“tuan muda Long menanyakan solusi kepadaku? Benar
– benar ajaib. Aku tidak percaya kamu menanyakan hal ini kepada ku.”
“diamlah. Dan jawab saja.” Daniel mempercepat
mengetik pesannya karena kesal dengan jawaban James
“aku rasa kalau mereka memang memiliki niat yang
kuat untuk kerja sama ini, pasti mereka akan mengajukan opsi lain untuk kerja
sama. Melihat mereka mundur begitu saja, sangat terlihat ketidak seriusan
mereka. Seolah menghindari sesuatu.”
“menghindari sesuatu???” kata – kata dari James
menarik perhatian Daniel dan melihat kearah Sarah Li lagi. Apa karena dia sudah
mengetahui kalau dia adalah Daniel Long, ia jadi menghidari dirinya??”
“itu menurutku, kita tidak bisa juga memastikan
sesuatu yang belum bisa dipastikan kebenarannya.”
“tanyakan kepada mereka alasannya apa?”
“seketarisnya tadi menghubungiku, katanya mereka
meminta maaf karena tidak bisa memenuhi ekspektasi dari perusahaan kita. Jadi
ia meminta ijin untuk memikirkan ulang kerja sama ini. Jika memang ada ide yang
lebih baik mereka akan menghubungi kita lagi.”
“bukan lah ini seperti penolakan dengan halus”
jawab Daniel
“ya,,, seperinya mereka sedang fokus dengan usaha
yang lain. Bos…sudah malam, apa kamu tidak mengantuk?”
“tentu saja mengantuk. sudah lah… tidur sana”
kata Daniel sambil meletakkan ponselnya ke meja.
Daniel melihat kearah Sarah. Apakah karena ia
__ADS_1
sudah mengetahui kalau dirinya adalah Daniel Long, maka dari itu Sarah
mengundurkan diri dan menjauhi darinya. Kenapa wanita ini begitu tidak menyukai
dirinya. Ia merasa bukan seorang pria yang suka berpetualang dengan banyak wanita.
Apakah dengan bersikap terang – terangan seperti
itu membuat dirinya terlihat seperti lelaki yang punya banyak wanita simpanan?
Pikiran Daniel berputar – putar, dalam hati ia ingin sekali menanyakan
kebenarannya kepada Sarah. Tapi jika memaksanya dirinya menjawab pertanyaannya
hanya membuat situasi semakin memanas.
****
Sinar matahari mengganti sang malam yang kembali
beristirahat. Sarah bangun lebih siang dan melihat ditempat tidur sudah tidak
ada Daniel. Tubuh Sarah merasa tidak nyaman tidur di sofa semalaman. Pintu
kamar mandi terlihat tertutup, Sarah dengan malas berjalan ketempat tidur dan
merebahkan tubuhnya.
Sarah melihat jam di dinding sudah jam 8 pagi.
Sarah langsung duduk dan dengan cepat masuk kekamar mandi untuk membersihkan
diri.
'tidak mungkin ia berani bermalas - malasana
seperti ini, mamanya bisa marah kepadanya.' batin Sarah Li
Jumpsuit berwarna biru terang menjadi pilihan
Sarah pagi itu. Celana pendek selutut dan lengan pendek memberi kesan santai
dan rambut diikat ekor kuda. Dengan cepat Sarah segera keluar dari kamar.
Sarah menjadi orang terakhir yang hadir diruangan
makan.
kamu merawatnya semalaman. Sampai menyediakan buah untuk makan malamnya.” kata
Huanran dengan wajah berseri melihat calon menatunya berjalan kearah meja makan
Sarah menatap Daniel, apa lagi yang dikatakan
pria ini. Kenapa ia selalu membuat dirinya merasa serba salah.
“kata mbak itu juga, semalam kamu memasak makanan
untuk Daniel ya? mama tidak menyangkan anak bungu mama ternyata adalah wanita
yang sangat lembut dan perhatian.” Senyum diwajah Mayleen membuat Sarah lebih
salah tingkah. Pujian yang didengar ditelinganya membuat dirinya merinding.
Sarah Li melihat kearah Daniel kemudian Sarah
menggaruk kepala dan wajahnya yang sama sekali tidak gatal. Tapi mendengar
ucapan para ibu membuat tubuhnya merasa gatal semua. Sarah bingung harus
bersikap seperti apa dihadapan mereka semua.
“duduklah nak..” kata David sambil menunjuk kursi
kosong disebelah Daniel.
Sepertinya semua memang sudah di rencakan sesuai
keinginan mereka. Sarah duduk disebelah Daniel dan pelayan langsung menyajikan
sarapan kepada Sarah.
“bagaimana tadi malam?” bidik Serena kepada Sarah
yang duduk disebelahnya.
“aku tidur disofa dan seluruh tubuhku rasanya mau
__ADS_1
patah.” kata Sarah sambil menggerakkan kepalanya ke kiri dan kekanan.
“kenapa kamu tidur disofa?” tanya Serena yang
tidak mengetahui kalau tadi malam adik kedua nya satu kamar dengan Daniel
karena kamar Daniel yang sedang dibersihkan.
“pria itu membuatku tidur disofa, ia tidak
membiarkan ku tidur ditempat tidur.” jawab Sarah dengan suara keras sambil
menyenggol Daniel dengan keras tapi pandangan matanya terus tertuju kepada
Serena. Seolah ia tidak sadar atas apa yang dilakukannya saat ini
Semua orang menghentikan aktivitasnya dan
memperhatikan anak ketiga keluarga Li itu berbicara. Suasana yang tiba - tiba
hening membuat Sarah terdiam dan menyadari kesalahannya. perlahan - lahan ia
melihat kearah sekitar melihat orang sekitar yang sedang menatap kearahnya
“maaf….” kata Sarah sambil tersenyum terpaksa.
Benar – benar memalukan membahas masalah ini kepada mereka semua.
“maaf sudah membuatmu tidak nyaman.” kata Daniel
sambil menatap Sarah dengan pandangan bersalah. Tatapan matanya sangat
menyejukkan, seketika Sarah terpesona dengan ketampanan wajah Daniel Long.
Serena menyenggol kaki Sarah yang bengong melihat Daniel. Membuat kesadarannya
kembali lagi.
“tidak.. tidak.. tidak masalah” jawab Sarah
terbata – bata. Sambil mengalihkan pandangannya ke piring makan dihadapannya.
Dalam hati Sarah berkata ‘pria ini, bisa bersikap
sangat manis ketika ada semua orang. Tapi ketika hanya berdua dengannya sangat
dingin dan tidak berperasaan. Pria yang susah ditebak apa isi pikirannya. Tiba
- tiba bisa dengan mudah mengatakan suka\, dilain sisi sikapnya kadang bertolak
belakang.
“syukurlah, hubungan kalian sudah sangat baik.
Tadi malam sudah diadakan pertemuan keluarga, walau tanpa kalian berdua.
Keluarga Long dengan resmi melamar kamu sebagai menantu mereka.” Mayleen
mengatakan dengan penuh semangat dan kebahagiaan.
“apa….” Sarah histeris, ia tidak percaya dengan
apa yang sudah didengarkan telinganya.
“setelah pulang berlibur secara resmi kami akan
mengunjungi keluarga Li untuk lamaran. Jika ada yang ingin kamu miliki, katakan
saja kepada kami. Kami akan memberikannya untuk kamu sebagai hadiah
pernikahan.” mendengarkan perkataan Huanran seperti disambar petir disiang
hari.
“selamat ya adik kedua…” kata Serena sambil
bertepuk tangan. Semua orang tersenyum bahagian menatap mereka berdua.
Sarah tidak tahu ini kabar baik, atau kabar buruk
bagi kehidupannya. Sarah hanya melihat wajah keluarga disekitarnya sangat
senang dengan berita ini.
Sarah melihat kearah Daniel, wajah tanpa ekspresi
ditunjukkannya kepada Sarah. Sarah tambah bingung, pria ini apakah memang benar
__ADS_1
perkataanya waktu itu? Kenapa dia tidak berekspresi sama sekali? Batin Sarah
makin penuh tanda tanya.