Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 35


__ADS_3

Sarah membiarkan tirai jendela terbuka lebar,


karena malam ini bulan purnama penuh hadir menemani gelapnya malam. Cahaya


bulan menyinari wajah Sarah yang sudah lelap dalam tidurnya. Daniel duduk


ditempat tidur sambil memakan potongan buah yang ada dimeja samping tempat


tidur. Mata Daniel memandang wajah Sarah yang sedang tertidur. Kecantikan wajah


Sarah tidak bisa di tutupi, walau ada rambut yang menutupi wajahnya.


Daniel melihat pesan masuk dari James


“bos, nona ketiga Li ingin membatalkan kerja sama


dengan kita. Alasannya karena tidak mendapatkan sulaman Xiang sebagai syarat


utama kerja sama. Bagaimana menurutmu?”


Daniel melihat wajah Sarah. Kemudian membalas


pesan James


“kenapa tidak bisa mendapatkan hak paten dari


keluarga Liu?”


“seperti yang kamu ketahui, keluarga Liu untuk


keluarga besar. Banyak kepentingan mereka disana. Satu orang ingin harga lebih


mahal, Satu lagi mementingkan kelesatarian budaya lokal dan tidak untuk


dikomersilkan. Memang sulit untuk menyatukan pemikiran satu keluarga”


“menurutmu bagaimana?” balas Daniel


“tuan muda Long menanyakan solusi kepadaku? Benar


– benar ajaib. Aku tidak percaya kamu menanyakan hal ini kepada ku.”


“diamlah. Dan jawab saja.” Daniel mempercepat


mengetik pesannya karena kesal dengan jawaban James


“aku rasa kalau mereka memang memiliki niat yang


kuat untuk kerja sama ini, pasti mereka akan mengajukan opsi lain untuk kerja


sama. Melihat mereka mundur begitu saja, sangat terlihat ketidak seriusan


mereka. Seolah menghindari sesuatu.”


“menghindari sesuatu???” kata – kata dari James


menarik perhatian Daniel dan melihat kearah Sarah Li lagi. Apa karena dia sudah


mengetahui kalau dia adalah Daniel Long, ia jadi menghidari dirinya??”


“itu menurutku, kita tidak bisa juga memastikan


sesuatu yang belum bisa dipastikan kebenarannya.”


“tanyakan kepada mereka alasannya apa?”


“seketarisnya tadi menghubungiku, katanya mereka


meminta maaf karena tidak bisa memenuhi ekspektasi dari perusahaan kita. Jadi


ia meminta ijin untuk memikirkan ulang kerja sama ini. Jika memang ada ide yang


lebih baik mereka akan menghubungi kita lagi.”


“bukan lah ini seperti penolakan dengan halus”


jawab Daniel


“ya,,, seperinya mereka sedang fokus dengan usaha


yang lain. Bos…sudah malam, apa kamu tidak mengantuk?”


“tentu saja mengantuk. sudah lah… tidur sana”


kata Daniel sambil meletakkan ponselnya ke meja.


Daniel melihat kearah Sarah. Apakah karena ia

__ADS_1


sudah mengetahui kalau dirinya adalah Daniel Long, maka dari itu Sarah


mengundurkan diri dan menjauhi darinya. Kenapa wanita ini begitu tidak menyukai


dirinya. Ia merasa bukan seorang pria yang suka berpetualang dengan banyak wanita.


Apakah dengan bersikap terang – terangan seperti


itu membuat dirinya terlihat seperti lelaki yang punya banyak wanita simpanan?


Pikiran Daniel berputar – putar, dalam hati ia ingin sekali menanyakan


kebenarannya kepada Sarah. Tapi jika memaksanya dirinya menjawab pertanyaannya


hanya membuat situasi semakin memanas.


****


Sinar matahari mengganti sang malam yang kembali


beristirahat. Sarah bangun lebih siang dan melihat ditempat tidur sudah tidak


ada Daniel. Tubuh Sarah merasa tidak nyaman tidur di sofa semalaman. Pintu


kamar mandi terlihat tertutup, Sarah dengan malas berjalan ketempat tidur dan


merebahkan tubuhnya.


Sarah melihat jam di dinding sudah jam 8 pagi.


Sarah langsung duduk dan dengan cepat masuk kekamar mandi untuk membersihkan


diri.


'tidak mungkin ia berani bermalas - malasana


seperti ini, mamanya bisa marah kepadanya.' batin Sarah Li


Jumpsuit berwarna biru terang menjadi pilihan


Sarah pagi itu. Celana pendek selutut dan lengan pendek memberi kesan santai


dan rambut diikat ekor kuda. Dengan cepat Sarah segera keluar dari kamar.


Sarah menjadi orang terakhir yang hadir diruangan


makan.


kamu merawatnya semalaman. Sampai menyediakan buah untuk makan malamnya.” kata


Huanran dengan wajah berseri melihat calon menatunya berjalan kearah meja makan


Sarah menatap Daniel, apa lagi yang dikatakan


pria ini. Kenapa ia selalu membuat dirinya merasa serba salah.


“kata mbak itu juga, semalam kamu memasak makanan


untuk Daniel ya? mama tidak menyangkan anak bungu mama ternyata adalah wanita


yang sangat lembut dan perhatian.” Senyum diwajah Mayleen membuat Sarah lebih


salah tingkah. Pujian yang didengar ditelinganya membuat dirinya merinding.


Sarah Li melihat kearah Daniel kemudian Sarah


menggaruk kepala dan wajahnya yang sama sekali tidak gatal. Tapi mendengar


ucapan para ibu membuat tubuhnya merasa gatal semua. Sarah bingung harus


bersikap seperti apa dihadapan mereka semua.


“duduklah nak..” kata David sambil menunjuk kursi


kosong disebelah Daniel.


Sepertinya semua memang sudah di rencakan sesuai


keinginan mereka. Sarah duduk disebelah Daniel dan pelayan langsung menyajikan


sarapan kepada Sarah.


“bagaimana tadi malam?” bidik Serena kepada Sarah


yang duduk disebelahnya.


“aku tidur disofa dan seluruh tubuhku rasanya mau

__ADS_1


patah.” kata Sarah sambil menggerakkan kepalanya ke kiri dan kekanan.


“kenapa kamu tidur disofa?” tanya Serena yang


tidak mengetahui kalau tadi malam adik kedua nya satu kamar dengan Daniel


karena kamar Daniel yang sedang dibersihkan.


“pria itu membuatku tidur disofa, ia tidak


membiarkan ku tidur ditempat tidur.” jawab Sarah dengan suara keras sambil


menyenggol Daniel dengan keras tapi pandangan matanya terus tertuju kepada


Serena. Seolah ia tidak sadar atas apa yang dilakukannya saat ini


Semua orang menghentikan aktivitasnya dan


memperhatikan anak ketiga keluarga Li itu berbicara. Suasana yang tiba - tiba


hening membuat Sarah terdiam dan menyadari kesalahannya. perlahan - lahan ia


melihat kearah sekitar melihat orang sekitar yang sedang menatap kearahnya


“maaf….” kata Sarah sambil tersenyum terpaksa.


Benar – benar memalukan membahas masalah ini kepada mereka semua.


“maaf sudah membuatmu tidak nyaman.” kata Daniel


sambil menatap Sarah dengan pandangan bersalah. Tatapan matanya sangat


menyejukkan, seketika Sarah terpesona dengan ketampanan wajah Daniel Long.


Serena menyenggol kaki Sarah yang bengong melihat Daniel. Membuat kesadarannya


kembali lagi.


“tidak.. tidak.. tidak masalah” jawab Sarah


terbata – bata. Sambil mengalihkan pandangannya ke piring makan dihadapannya.


Dalam hati Sarah berkata ‘pria ini, bisa bersikap


sangat manis ketika ada semua orang. Tapi ketika hanya berdua dengannya sangat


dingin dan tidak berperasaan. Pria yang susah ditebak apa isi pikirannya. Tiba


- tiba bisa dengan mudah mengatakan suka\, dilain sisi sikapnya kadang bertolak


belakang.


“syukurlah, hubungan kalian sudah sangat baik.


Tadi malam sudah diadakan pertemuan keluarga, walau tanpa kalian berdua.


Keluarga Long dengan resmi melamar kamu sebagai menantu mereka.” Mayleen


mengatakan dengan penuh semangat dan kebahagiaan.


“apa….” Sarah histeris, ia tidak percaya dengan


apa yang sudah didengarkan telinganya.


“setelah pulang berlibur secara resmi kami akan


mengunjungi keluarga Li untuk lamaran. Jika ada yang ingin kamu miliki, katakan


saja kepada kami. Kami akan memberikannya untuk kamu sebagai hadiah


pernikahan.” mendengarkan perkataan Huanran seperti disambar petir disiang


hari.


“selamat ya adik kedua…” kata Serena sambil


bertepuk tangan. Semua orang tersenyum bahagian menatap mereka berdua.


Sarah tidak tahu ini kabar baik, atau kabar buruk


bagi kehidupannya. Sarah hanya melihat wajah keluarga disekitarnya sangat


senang dengan berita ini.


Sarah melihat kearah Daniel, wajah tanpa ekspresi


ditunjukkannya kepada Sarah. Sarah tambah bingung, pria ini apakah memang benar

__ADS_1


perkataanya waktu itu? Kenapa dia tidak berekspresi sama sekali? Batin Sarah


makin penuh tanda tanya.


__ADS_2