Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 70


__ADS_3

Warna hijau mendominasi pandangan


Sarah Li, suasana tenang langsung membuat tubuhnya menjadi lebih tenang.


“boleh aku buka jendela??” tanya


Sarah


“silahkan..” jawab Daniel sambil


mengangguk


Kiri dan kanan ditumbuhi oleh


tanaman hijau, udara segar bisa dirasakan di hidung Sarah. Ia sangat merindukan


suasana ini. Tubuhan hijau yang menjulang tinggi dengan dahan  yang kokoh sangat cocok baginya untuk


beristirahat sejak.


Sarah memejamkan matanya dan


menikmati suasana tenang dan udara segar ini dari jendela.


“kamu senang??”


Dengan cepat Sarah mengangguk


tanpa menjawab sama sekali.


“tidak lama lagi kita akan segera


sampai. Dipuncak sana ada hotel milik ku, kita akan menginap disana.


Lagi – lagi Sarah hanya


mengangguk.


30 menit kemudian mereka sudah


sampai dilokasi. Bus sudah terparkir dihalam hotel dan sepertinya semua orang


sudah cek in didalam hotel. Mereka berdua disambut oleh staff hotel dengan


sangat baik.


Staff hotel membuka pintu untuk


Daniel dan Sarah Li secara bersamaan. Daniel berjalan kearah Sarah kemduian


menyerahkan tangannya kepada Sarah. Sarah menatap tangan Daniel dan merasa


tidak ada yang salah dengan telapak tangannya Sarah berjalan dan meninggalkan


Daniel yang terdiam karena mendapatkan penolakan dari istrinya sendiri.


Sarah sadar ada yang salah ketika


tidak sengaja melihat kedua orang tuanya masih duduk dilobby hotel dan sedang


memperhatikan mereka berdua. Sarah dengan cepat mendatangi meja reseptionis.


“boleh saya minta air


mineral.,...” tanya Sarah dengan sopan.


Dengan cepat resepsionis


mengeluarkan sebotol air mineral dari lemari dibelakang mereka dan memberikan


kepada Sarah.


“silahkan nona...”


Sarah tersenyum lebar “terima


kasih.”


Sarah berjalan balik arah kearah


Daniel yang masih terlihat membatu sambil melihat telapak tangannya. Sarah


membuka botol air mineral sambil berjalan


“bukan kah kamu haus... “


kata  Sarah sambil menyerahkan botol


minum kepada Daniel.


Bukan tanpa rencana, begitu


melihat beberapa pasang mata mengawasai dirinya yang mengabaikan suaminya,


Sarah harus bergerak cepat dan harus berpikir tepat sebelum semua orang


menyalahkan perilakunya.


Daniel menerima botol minum dari

__ADS_1


Sarah dan meminumnya.


“terima kasih “ kata Daniel


dengan ragu.


Sarah tersenyum manis kearah


Daniel. Daniel mulai paham dengan apa yang dilakukan istrinya, disebelah kanan


mereka ada keluarga Li dan Long yang sedang mengamati mereka berdua.


Dengan cerdik Daniel memanfaatkan


keaadan. Ia menunjuk bibirnya


Sarah mengangkat ujung bibirnya.


Sepertinya pria ini tidak bisa dianggap remeh. Sarah mendekat dan memberikan


pipinya dibibir Daniel.


“aku mau jalan – jalan disekitar


hotel dulu.” Sarah bicara sambil berlalu untuk menghindari semua orang melihat


wajahnya yang kemerahan karena perbuatan Daniel.


“istriku tunggu aku ikut” goda


Daniel.


Sarah menjulurkan lidahnya untuk


mengejek Daniel yang sedang mencoba mengoda dirinya. Dengan cepat Sarah


berjalan kearah hutan yang ada dibelakang hotel.


Ketika Daniel menyerahkan tasnya


kepada petugas hotel, Sarah sudah menghilang dari pandangannya. Dengan setengah


berlari, Daniel mengikuti arah energi Sarah berada. Daniel sangat hafal dengan


daerah ini. Dalam waktu singkat Sarah sudah berada ditengah hutan.


Sarah terlihat sedang berjongkok


di pinggir sungai yang sedang mengalir. Ia memegang kepalanya.


“sayang kamu baik – baik saja??”


Nafas Sarah semakin terdengar


berat. Daniel memegang pundak Sarah, wajahnya terlihat pucat. Daniel melihat


keadaan sekitarnya untuk memastikan tidak ada energi manapun yang sedang


mengincar istrinya.


Sarah mencengkam kuat kepalanya.


“sebaiknya kita kembali kekamar


hotel sekarang.”


Sarah kehilangan kesadaran dan


Daniel menangkapnya dengan cepat. Daniel menggunakan kekuatannya untuk kembali


hotel dengan hitungan detik.


Dengan berlari sambil menggendong


Sarah, Daniel menuju resepsionis


“bantu segera buka kan pintu


kamarku. Dan panggil dokter sekarang.” perintah Daniel dan langsung berlari


kearah pintu lift.


Andy Li dan David Long yang masih


duduk di lobby hotel berdua melihat Daniel tergesa – gesa  segera mendekati kedua anak mereka.


“apakah terjadi sesuatu??” tanya


David Long


“tadi dipinggir sungai aku


melihat Sarah berjongkok sambil memegang kepalanya kemudian dia jatuh pingsan.”


jelas Daniel


“kamu sudah pastikan tidak ada


orang lain disana??” tanya David Long lagi

__ADS_1


“sudah pa, aku pastikan dia hanya


sendiri.”


“biar kami saja yang membuka


pintu kamarnya, bantu panggilan dokter saja. “ kata Andy Li sambil meminta


kunci kamar Daniel dari pelayan yang mengikuti mereka.


Andy Li tidak ada bertanya tapi


dalam hatinya ia sudah bisa menebak hal apa yang terjadi pada putri ketiganya.


Dan ia tidak mau hal ini diketahui oleh orang lain


“bantu agar hal ini tidak


tersebar keluar “ kata Andy Li kepada pelayan itu yang akan keluar dari pintu


lift


“baik pak..” jawabnya sambil


menganggukkan kepala.


Sampai dilantai 8, mereka segera


menuju kamar 808 yang biasa digunakan Daniel. Nomor kamar yang sama juga


digunakan Daniel ketika menginap di hotel Sarah dan hotel lainnya dimana ia


pergi menginap.


Andy Li membuka pintu kamar dan


Daniel dengan cepat membaringkan tubuh Sarah ditempat tidur.


“dia tidak apa – apa, kalian


tidak perlu khawatir. Setiap kali melihat aliran sungai ditengah hutan ia akan


mengalami hal ini. Setelah beristrahat seharian ia akan kembali sehat. Tapi ia


pasti akan melupakan peristiwa yang dialaminya itu.” jelas Andy Li


“maaf pa... ini salahku, jika aku


lebih cepat mengejarnya makan Sarah tidak akan mengalami semua ini.” Daniel


menunduk sambil duduk dipinggir tempat tidur dan mengusap kening Sarah dengan


lembut.


“tidak ini bukan salah mu nak,


semua ini memang sudah sering terjadi. Jangankan kamu, papa saja sering gagal


melindunginya dari hal seperti ini. “ Andy Li duduk disebelah Daniel sambil


menatap wajah putrinya.


“aku sangat takut ada yang jahat


kepadanya, seperti peristiwa tadi malam. Ada penyusup yang datang yang ingin


menganggu putriku. Untung ada kamu yang selalu ada disampingnya dan


melidunginya. Kalian klan naga memang luar biasa, bisa dengan cepat menangkap


orang berniat jahat kepada putriku. Aku saja tidak sanggup mendeteksi energi


seperti itu. Ini yang terkadang membuatku merasa gagal menjadi seorang ayah.”


mata Andy Li berkaca – kaca ketika berbicara.


David Long memegang pundak Andy


Li yang ada dihadapannya.


“kita akan bersama – sama menjaga


Sarah dengan baik. Apapun tentu akan kita lakukan yang terbaik demi dirinya.


Pria yang tadi malam sedang dalam investigasi. Aku sebagai papa mertuanya tidak


akan membiarkan dirinya lolos begitu saja. Kita harus mendapatkan orang yang


merencanakan semua ini.”


Tatapan kesal tidak bisa


disembunyikan David Long dari wajahnya. Selama ia hidup beratus – ratus tahun


tidak ada yang berani secara terang – terangan menyerang  orang dekatnya. Kali ini mendapat serangan


tepat dihadapannya, benar – benar tidak bisa dimaafkan. Ia akan mencari tahu


latar belakang penyerangan dan orang yang terlibat dibelakang penyerangan anak

__ADS_1


yang sudah dianggapnya sebagai putrinya sendiri.


__ADS_2