
Warna hijau mendominasi pandangan
Sarah Li, suasana tenang langsung membuat tubuhnya menjadi lebih tenang.
“boleh aku buka jendela??” tanya
Sarah
“silahkan..” jawab Daniel sambil
mengangguk
Kiri dan kanan ditumbuhi oleh
tanaman hijau, udara segar bisa dirasakan di hidung Sarah. Ia sangat merindukan
suasana ini. Tubuhan hijau yang menjulang tinggi dengan dahan yang kokoh sangat cocok baginya untuk
beristirahat sejak.
Sarah memejamkan matanya dan
menikmati suasana tenang dan udara segar ini dari jendela.
“kamu senang??”
Dengan cepat Sarah mengangguk
tanpa menjawab sama sekali.
“tidak lama lagi kita akan segera
sampai. Dipuncak sana ada hotel milik ku, kita akan menginap disana.
Lagi – lagi Sarah hanya
mengangguk.
30 menit kemudian mereka sudah
sampai dilokasi. Bus sudah terparkir dihalam hotel dan sepertinya semua orang
sudah cek in didalam hotel. Mereka berdua disambut oleh staff hotel dengan
sangat baik.
Staff hotel membuka pintu untuk
Daniel dan Sarah Li secara bersamaan. Daniel berjalan kearah Sarah kemduian
menyerahkan tangannya kepada Sarah. Sarah menatap tangan Daniel dan merasa
tidak ada yang salah dengan telapak tangannya Sarah berjalan dan meninggalkan
Daniel yang terdiam karena mendapatkan penolakan dari istrinya sendiri.
Sarah sadar ada yang salah ketika
tidak sengaja melihat kedua orang tuanya masih duduk dilobby hotel dan sedang
memperhatikan mereka berdua. Sarah dengan cepat mendatangi meja reseptionis.
“boleh saya minta air
mineral.,...” tanya Sarah dengan sopan.
Dengan cepat resepsionis
mengeluarkan sebotol air mineral dari lemari dibelakang mereka dan memberikan
kepada Sarah.
“silahkan nona...”
Sarah tersenyum lebar “terima
kasih.”
Sarah berjalan balik arah kearah
Daniel yang masih terlihat membatu sambil melihat telapak tangannya. Sarah
membuka botol air mineral sambil berjalan
“bukan kah kamu haus... “
kata Sarah sambil menyerahkan botol
minum kepada Daniel.
Bukan tanpa rencana, begitu
melihat beberapa pasang mata mengawasai dirinya yang mengabaikan suaminya,
Sarah harus bergerak cepat dan harus berpikir tepat sebelum semua orang
menyalahkan perilakunya.
Daniel menerima botol minum dari
__ADS_1
Sarah dan meminumnya.
“terima kasih “ kata Daniel
dengan ragu.
Sarah tersenyum manis kearah
Daniel. Daniel mulai paham dengan apa yang dilakukan istrinya, disebelah kanan
mereka ada keluarga Li dan Long yang sedang mengamati mereka berdua.
Dengan cerdik Daniel memanfaatkan
keaadan. Ia menunjuk bibirnya
Sarah mengangkat ujung bibirnya.
Sepertinya pria ini tidak bisa dianggap remeh. Sarah mendekat dan memberikan
pipinya dibibir Daniel.
“aku mau jalan – jalan disekitar
hotel dulu.” Sarah bicara sambil berlalu untuk menghindari semua orang melihat
wajahnya yang kemerahan karena perbuatan Daniel.
“istriku tunggu aku ikut” goda
Daniel.
Sarah menjulurkan lidahnya untuk
mengejek Daniel yang sedang mencoba mengoda dirinya. Dengan cepat Sarah
berjalan kearah hutan yang ada dibelakang hotel.
Ketika Daniel menyerahkan tasnya
kepada petugas hotel, Sarah sudah menghilang dari pandangannya. Dengan setengah
berlari, Daniel mengikuti arah energi Sarah berada. Daniel sangat hafal dengan
daerah ini. Dalam waktu singkat Sarah sudah berada ditengah hutan.
Sarah terlihat sedang berjongkok
di pinggir sungai yang sedang mengalir. Ia memegang kepalanya.
“sayang kamu baik – baik saja??”
Nafas Sarah semakin terdengar
berat. Daniel memegang pundak Sarah, wajahnya terlihat pucat. Daniel melihat
keadaan sekitarnya untuk memastikan tidak ada energi manapun yang sedang
mengincar istrinya.
Sarah mencengkam kuat kepalanya.
“sebaiknya kita kembali kekamar
hotel sekarang.”
Sarah kehilangan kesadaran dan
Daniel menangkapnya dengan cepat. Daniel menggunakan kekuatannya untuk kembali
hotel dengan hitungan detik.
Dengan berlari sambil menggendong
Sarah, Daniel menuju resepsionis
“bantu segera buka kan pintu
kamarku. Dan panggil dokter sekarang.” perintah Daniel dan langsung berlari
kearah pintu lift.
Andy Li dan David Long yang masih
duduk di lobby hotel berdua melihat Daniel tergesa – gesa segera mendekati kedua anak mereka.
“apakah terjadi sesuatu??” tanya
David Long
“tadi dipinggir sungai aku
melihat Sarah berjongkok sambil memegang kepalanya kemudian dia jatuh pingsan.”
jelas Daniel
“kamu sudah pastikan tidak ada
orang lain disana??” tanya David Long lagi
__ADS_1
“sudah pa, aku pastikan dia hanya
sendiri.”
“biar kami saja yang membuka
pintu kamarnya, bantu panggilan dokter saja. “ kata Andy Li sambil meminta
kunci kamar Daniel dari pelayan yang mengikuti mereka.
Andy Li tidak ada bertanya tapi
dalam hatinya ia sudah bisa menebak hal apa yang terjadi pada putri ketiganya.
Dan ia tidak mau hal ini diketahui oleh orang lain
“bantu agar hal ini tidak
tersebar keluar “ kata Andy Li kepada pelayan itu yang akan keluar dari pintu
lift
“baik pak..” jawabnya sambil
menganggukkan kepala.
Sampai dilantai 8, mereka segera
menuju kamar 808 yang biasa digunakan Daniel. Nomor kamar yang sama juga
digunakan Daniel ketika menginap di hotel Sarah dan hotel lainnya dimana ia
pergi menginap.
Andy Li membuka pintu kamar dan
Daniel dengan cepat membaringkan tubuh Sarah ditempat tidur.
“dia tidak apa – apa, kalian
tidak perlu khawatir. Setiap kali melihat aliran sungai ditengah hutan ia akan
mengalami hal ini. Setelah beristrahat seharian ia akan kembali sehat. Tapi ia
pasti akan melupakan peristiwa yang dialaminya itu.” jelas Andy Li
“maaf pa... ini salahku, jika aku
lebih cepat mengejarnya makan Sarah tidak akan mengalami semua ini.” Daniel
menunduk sambil duduk dipinggir tempat tidur dan mengusap kening Sarah dengan
lembut.
“tidak ini bukan salah mu nak,
semua ini memang sudah sering terjadi. Jangankan kamu, papa saja sering gagal
melindunginya dari hal seperti ini. “ Andy Li duduk disebelah Daniel sambil
menatap wajah putrinya.
“aku sangat takut ada yang jahat
kepadanya, seperti peristiwa tadi malam. Ada penyusup yang datang yang ingin
menganggu putriku. Untung ada kamu yang selalu ada disampingnya dan
melidunginya. Kalian klan naga memang luar biasa, bisa dengan cepat menangkap
orang berniat jahat kepada putriku. Aku saja tidak sanggup mendeteksi energi
seperti itu. Ini yang terkadang membuatku merasa gagal menjadi seorang ayah.”
mata Andy Li berkaca – kaca ketika berbicara.
David Long memegang pundak Andy
Li yang ada dihadapannya.
“kita akan bersama – sama menjaga
Sarah dengan baik. Apapun tentu akan kita lakukan yang terbaik demi dirinya.
Pria yang tadi malam sedang dalam investigasi. Aku sebagai papa mertuanya tidak
akan membiarkan dirinya lolos begitu saja. Kita harus mendapatkan orang yang
merencanakan semua ini.”
Tatapan kesal tidak bisa
disembunyikan David Long dari wajahnya. Selama ia hidup beratus – ratus tahun
tidak ada yang berani secara terang – terangan menyerang orang dekatnya. Kali ini mendapat serangan
tepat dihadapannya, benar – benar tidak bisa dimaafkan. Ia akan mencari tahu
latar belakang penyerangan dan orang yang terlibat dibelakang penyerangan anak
__ADS_1
yang sudah dianggapnya sebagai putrinya sendiri.