Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 138


__ADS_3

Sarah merasa dirinya terancam saat ini… sepertinya ia seperti berada diujung tebing yang membuat dirinya


bingung harus melakukan apa. Jika melangkah maju sang naga hijau siap menerkamnya dengan bola api dari mulutnya. Jika ia mundur, maka ia akan jatuh kedalam jurang tidak bertepi.


Daniel mendekatkan diri kearah Sarah dan berbisik kepada Sarah “aku pastikan kamu akan menerima hukuman atas apa yang sudah kamu pikirkan hari ini... Aku tidak bisa memaafkannya begitu saja.” Nada yang dingin dengan nafas yang hangat. Benar – benar mirip dengan dua mata pisau yang bisa membunuhnya kapan saja.


Wajah Sarah berubah menjadi ketakutan. Senyumnya tidak lagi sama dengan yang tadi. Lebih tepatnya


dikatakanya senyum terpaksa. Semua keluarga Li dan keluarga Long sibuk membahas masalah mereka. Tapi Sarah yang sudah tidak bisa menerima semuanya dari dalam hatinya menganggap semuanya seperi angin lalu. Sama sekali tidak bisa ada pengaruh dalam hidupnya. Sarah hanya mengamati mereka saling berargumen satu


dengan yang lain. Dan dirinya hanya sebagai penonton setia.


Tapi yakinlah walau dirinya terlihat sangat memperhatikan setiap orang yang berbicara, jika ditanya ulang


apa yang dikatakan oleh mereka, maka jawaban Sarah adalah tidak tahu. Pikiran Sarah melayang entah kemana, stu sisi memikirkan masalah Nana dan disisi yang lain ia masih memikirkan masalah dirinya dengan Daniel Long.


Sungguh sangat aneh, kehidupannya sendiri tapi dirinya yang tidak mengetahui bagaimana alur dari kehidupan


pribadinya. Mulut Sarah tidak berhenti mengunyah coklat dan itu sangat membantunya menenangkan hati dan pikirannya saat ini.


Sarah melihat jam, sudah hampir 2 jam mereka berdiskusi dan Sarah sudah bosan. Perutnya serasa penuh, tapi


mulutnya merasa ia perlu memakan sesuatu lagi. Sarah kembali memperhatikan mereka dan melihat sepertinya memang mereka tidak memerlukan makan siang sama sekali.


Jun mengirimkan pesan kepada Sarah.


‘nona Sarah Li, proposal mengenai anak perusahaan yang bergerak dalam bidang fashion sudah saya kirim melului email. Jika ada yang perlu dikoreksi, silahkan informasikan kepada saya. Terimakasih.’


Sarah tersenyum melihat pesan dari Jun yang berisi kata – kata formal. Sarah pun membalas pesan tersebut

__ADS_1


dengan bahasa yang singkat.


‘o’


Jun melihat balasan pesan Sarah sedikit khawatir, hanya 1 huruf o. Apakah ia sudah menyinggung perasaan bosnya, atau ada yang salah dalam dokumen yang dikirimnya? Jun membaca lagi file yang dikirimnya sampai 3kali. Dan memastikan tidak ada  yang salah dengan kata – kata yang dituliskannya untuk laporan kerja


dari Chandra.


Dengan keberanian yang tersisa ia membalas pesan Sarah Li


‘apa saya ada melakukan kesalahan bu??’


Sarah yang berusaha menahan tawa, akhirnya tidak bisa menahannya. Semua orang menatap Sararh yang tertawa sedangkan mereka sedang membahas masalah yang penting tentang perusahaan dan kehidupan dirinya.


“maaf...” Sarah tersenyum bersalah menatap semua orang satu persatu sambil menganggukkan kepalanya.


“pinjam sebentar, ada dokumen yang harus aku periksa. Sangat penting...” Bisik Sarah kepada Daniel dengan


berhati – hati.


Daniel hanya mengangguk dan menggeserkan laptopnya kearah Sarah Li. Dan tanpa merasas sungkan Sarah


menggunakan laptop Daniel. Sarah sibuk dengan membaca file yang dikirim Jun. Dan menulis hal yang perlu dikoreksi dan tambahan yang diperlukan dalam laporan yang akan disampaikan Chandra besok.  Sarah membalas email yang dikirim Jun.


‘Pak Chandra tolong pastikan masalah anggaran yang akan digunakan sebaiknya harus sesuai dengan  segmentasi pelanggan yang akan digunakan. Aku rasa dengan data sepertinya seharusnya semua segmen bisa diambil.  Tapi tentu saja harus meluncurkan dengan merek yang berbeda. Setiap segementasi pelanggan harus dibuat anggaran masing – masing. Aku minta revisi file nya’


‘baik, akan saya perbaiki’. Jawab Chandra dari email tersebut.


Sarah merasa tubuhnya kaku setelah membaca email dan duduk seharian. Ia melakukan peregangan tangan dan lehernya. Lagi – lagi gerakan Sarah yang tidak biasa membuat dirinya menjadi pusat perhatian.

__ADS_1


Sarah tersenyum dengan terpaksa kepada semuanya. “aku ada urusan penting, mohon maaf aku tidak bisa bergabung lebih lama dengan kalian.”


“baiklah nak... kamu boleh pergi...’ David menjawab Sarah dan hati Sarah sangat senang mendengar semuanya.


Sarah berbisik kepada Daniel.. “aku kembalikan laptopmu”


“tidak masalah pakai saja jika kamu masih memerlukannya.” jawab Daniel dengan santai.


Sarah yang ingin mengembalikan laptop Daniel, tapi sepertinya pria ini tidak memerlukannya untuk saat ini.


Sarah memutuskan mengambil laptop Daniel dan membawanya semua keluar dari ruangan rapat. Begitu keluar dari ruangan rapat, Sarah merasa udara diluar jauh lebih segar dibandingkan didalam sana.


Dengan penuh kegembiraan Sarah berjalan kearah lift, ia memilih atap sebagai tujuannya. Hanya butuh beberapa detik sampai dilantai atas. Cuaca hari ini tidak terlalu panas juga, suasana mendung dengan kondisi berangin sangat nyaman untuk berada diluar saat ini. Taman dilantai paling atas kantor adalah tempat favorite banyak karyawan. Biasanya karyawan yang ingin menggunakan waktu istrirahat atau hanya ingin coffee break akan menghabiskan waktunya disini.


Sarah melepaskan sepatu flatnya dan bejalan diatas rumput sintetis. Ia sangat menyukai rumput yang lembut ini,


rasanya sangat mirip dengan rumput asli. Aroma daun yang terkena cahaya matahari, bunga mawar yang tersusun rapi di pinggir bangunan dengan warna bunga yang menyegarkan mata.


Sarah duduk dibawah payung besar tempat beristirahat karyawan. Kemudian membuka laptop Daniel dan ia baru menyadari, pada layar laptopnya adalah gambar dirinya bersama dengan Daniel dengan rambut pendek seleher.


Sarah merasa pernah melihat gambar ini, hanya saja ia lupa dimana melihatnya. Pikiran Sarah melambung tinggi. Ia mencoba mengingat kapan ia pernah memiliki potongan rambut seperti ini. Sarah baru mengingat gambar yang hampir sama ada dipulau tempat mereka pernah berlibur waktu itu. Sarah semakin penasaran. Ia membuka setiap file yang ada di laptop Daniel dan matanya berhenti pada satu folder ‘my wife’.


Sarah  membuka dokumen itu dan melihat semua foto dirinya bersama dengan Daniel. Foto yang sangat banyak dan wajah Sarah tersenyum gembira  bersama Daniel. Kapan foto ini diambil. Apa yang terjadi antara mereka dahulu??” Sarah bingung dan tidak  bisa menjawab semuanya. Sangat tidak wajar, jika itu memang gambar dirinya, tapi ia tidak ingat peristiiwa itu kapan terjadi serta bagaimana kejadiannya sungguh tidak ada ingata Sarah mengenai semuanya.


Sarah melihat detail gambar, karena dari gambar yang diambil ada beberapa gambar yang terlihat sudah usang,


sepertinya itu adalag gambar lama. Perkiraan Sarah tidak Salah. Gambar ini  diambil sekitar 60 tahun yang lalu. Kalau tidak salah berarti saat Sarah sedang kuliah diluar negeri. Tapi kenapa ia tidak ingat ia pernah berfoto dan memiliki hubungan dengan Daniel??


Pikiran Sarah masih kacau, tapi matany menatap ada setelan baju berwarna abu yang ada dihadapannya saat ini dan sedang memperhatikannya dengan tatapan mata rindu yang sangat dalam.

__ADS_1


__ADS_2