
Rute perjalanan dan pesawat yang akan digunakan tertera jelas dalam dokumen tersebut. Ia bahkan belum ada kenegara A tapi sudah mendapatkan dokumen imigrasi kalau ia sudah berada dinegara tersebut pada hari
ini. Stempel yang dilihat Sarah adalah asli dari negaranya. Ia sudah hapal sekali karena sering berpergian keluar negeri.
“mulai sekarang biasakan memanggil namaku didepan umum. Jika belum biasa, kamu bisa panggil sayang kepadaku.”
Sarah melirik ke Daniel, rasanya seperti ada maksud lain. “aku akan membiasakan memanggil namamu.” Sarah menaikkan ujung bibirnya dan kembali membaca dokumen miliknya. Setelah berjalan selama 2 jam, mereka melanjutkan dengan perjalanan darat menuju bandara. Sarah yang kurang tidur, sepanjang perjalanan menghabiskan waktunya tidur didalam mobil dan pesawat.
Begitu sampai dikota mereka, Sarah yang dibangunkan oleh Daniel sepertinya tidak memiliki pengaruh apapun. Sarah tetaplah Sarah, walau berganti identitas… ia tetaplah seorang wanita yang hobi tidur dan sulit dibangunkan ketika ia benar – benar mengantuk. Daniel menggendong istrinya turun dari pesawat. Disamping dan belakangnya ada 4 orang yang mengikuti dirinya bersama dengan satu orang asisten pribadinya bernama Randy. Pria ini sebenarnya adalah salah satu asisten pribadi Daniel dari dahulu. Hanya saja karena mereka yang harus berganti – ganti identitas membuat ia pun harus melakukan pergantian asisten pribadi yang menemani dirinya sepanjang hidupnya sesuai dengan usia manusia.
Hans menyambut mereka dibandara begitu juga dengan Serena. Serena sangat merindukan adik keduanya. Dua minggu mereka tidak bertemu dan tidak melakukan komunikasi sama sekali. Penampilan barunya membuat Serena nyaris tidak mengenali Sarah Li yang sekarang sudah berganti nama menjadi Shuwan Li. Dari sekenario yang dibuat, Shuwan Li adalah sepupu jauh dari Serena yang tinggal diluar negeri. Kedua orang tuanya sudah meninggal sejak ia kecil, dan dari kecil ia diasuh oleh neneknya dan Andy Li lah yang mengirimkan uang untuk Shuwan Li.
“selamat siang pak Hendry senang bertemu dengan anda,” Serena melihat penampilan Daniel yang semakin sempurna saja. Dadanya semakin bidang dan penampilannya semakin terlihat sangat jantan. Sebagai wanita Serena kagum dengan ketampanan Daniel.
“selamat siang nona kedua Li.. maaf istri ku kelelahan dan tertidur.” Daniel melihat kearah Sarah dan kemudian melihat kearah Serena.
“tidak masalah, kalian pasti sangat lelah…. mari kita antar sampai ke hotel.” Hans memberikan jalan kepada Daniel dan anggotanya untuk berjalan disamping mereka.
Serena dan Hans sudah menyiapkan mobil untuk Daniel dan Sarah. Setelah memastikan mereka naik kedalam mobil dan melihat mereka pergi, Hans dan Serena mengikuti dari mobil dibelakangnya. Hendry Long adalah
__ADS_1
seorang pengusaha terkenal dari Negara A. Namanya sudah dikenal banyak orang. Kedatangannya kali ini adalah untuk kerja sama dengan perusahaan Li dan Long.
Begitu sampai dihotel Serena dan Hans undur diri dari hadapan Daniel dan meninggalkan mereka untuk beristirahat dan kembali kekantor.
Sarah begitu terbangun menyadari dirinya berada didalam sebuah kamar yang asing. Melihat Daniel yang memiliki janggut, membuat Sarah terkejut dan dengan cepat memeluk selimutnya sambil menatapnya. ‘bukankah ini adalah penampilan barunya… kenapa aku bisa lupa??’ keluh Sarah pada dirinya sendiri. sambil memukul kepalanya.
“berhentilah menyakiti dirimu sendiri Shuwan Li.”
Sarah menatap Daniel, nama wanita yang disebutkannya terdengar familiar tapi ia lupa siapa itu.
“jangan menyebutkan nama wanita lain dihadapanku jika kau sudah tidak menginginkan pernikahan ini lagi.” Sarah Li menghempaskan selimutnya menatap Daniel Long dengan kesal dan berjalan kearah kamar mandi.
Daniel yang masih duduk sambil membuka ponselnya merasa terkejut dengan perkataan Sarah. Apakah dirinya yang salah menyebutkan nama baru Sarah atau Sarah yang tidak ingat dengan identitas barunya. Ia menggigit pelan bibirnya sambil memegang dagunya yang terasa kasar dengan janggut yang baru tumbuh di pipi dan dagunya.
Sarah Li terus terdengar berkata – kata didalam kamar mandi sambil mengucapkan semua kekesalannya kepada Daniel. Selesai mandi, ia keluar dengan menggunakan jubah mandi dan membuka lemari mencari pakaian miliknya yang sudah tergantung dengan rapi.
Semua celana panjang berbahan denim terlipat dengan baik didalam lemari. Sepertinya semua hal berhubungan dengan gaya busana juga disesuaikan dengan identitas barunya. Bagian pakaian yang digantung ada dress, kaos tanpa lengan dan barisan coat berbagai model tersusun rapi didalam lemari.
Daniel terlihat sudah berpakaian rapi dengan long coat berbahan kulit berwarna hitam dan didalamnya Daniel mengenakan kaos berleher panjang berwarna senada. Pria ini terlihat juga menggunakan celana jeans berwarna hitam. Sepertinya ia ingin menyesuaikan dengan kebiasaan negara A dalam berpakaian. Dan selera warna pria ini sepertinya berubah dari warna coklat menjadi warna hitam.
__ADS_1
“jangan lupa acara malam ini.” kata Daniel
Sarah mengambil celana jeans, dress bermotif kotak – kota dengan warna hitam putih dan coat berbulu berwarna putih susu. Kemudian masuk kedalam kamar mandi dan berganti pakaian. Setelah bergant pakaian ia langsung keluar dari kamar mandi dan duduk didepan meja rias. Rambut pendek membuat Sarah lebih mudah mengatur rambutnya. Dimeja tersusun peralatan make up dengan lengkap. Sarah yang sekarang harus berlatih berdandan. Dia pun memulai dengan semua peralatan make up yang tidak pernah digunakannya sebelumnya.
Daniel hanya memperhatikan Sarah dari kursi yang membelakangi jendela kamar sambil membaca berita dikoran. Kakinya kanannya menyilang dikaki kiri, kaca mata bulat dengan bingkai emas kesukaannya tidak pernah lepas ketika pria ini sedang membaca. Daniel memperbaiki kaca matanya dan kemudian menatap Sarah sejenak dan kembali membaca berita dalam koran.
Sarah terlihat sudah selesai berdandan. Wanitanya selalu terlihat cantik dan Daniel menyembunyikan
senyumannya dibalik koran yang sedang dibacanya.
“sudah, cepatlah sedikit. Aku sudah lapar.” Sarah melirik tajam, rasa kesal terhadap pria yang menyukai wanita lain setelah menikah tidak bisa dilepaskan begitu saja oleh Sarah Li.
Daniel berdiri dan menatap dingin kearah Sarah. “jangan lupa identitas barumu.”
“berhenti mendikteku. Semua sudah aku hapal. Aku seorang anak yatim piatu yang dibesarkan oleh nenekku. Biaya kehidupanku diberikan oleh Andy Li dan setelah nenek meninggal bulan lalu aku baru mengetahui kalau Andy Li adalah papa asuhku. Jadi aku kemari untuk berterima kasih kepadanya dan membantunya agar bisa menjalin kerja sama denganmu. Aku juga tidak fasih dalam bahasa negara C karena aku hanya bisa bicara dengan bahasa negara ku. Seorang translator akan membantuku dalam mengartikan pembicaraan orang yang ada disekitarku. A ku seorang alergi sea food dan kamu alergi strawberry. Kita bertemu pertama kali dikampus. Saat itu kamu adalah seniorku yang ikut acara penyambutan mahasiswa baru dan kita jatuh cinta kemudian berpacaran. Kamu mendapay beasiswa diluar negeri sehingga hubungan kita putus dan akhinya kita bertemu kembali 2 tahun yang lalu. Sama – sama masih sendiri kemudian kamu melamar ku. Dan kita menikah. ”
Daniel bertepuk tangan “kamu memang sangat pintar dan selalu sangat pintar dalam banyak hal.”
“satu lagi,,, ketika kita bertemu lagi kamu sedang menjalankan usaha dan aku adalah seorang programer yang memiliki perusahaanku sendiri. Maaf, apa kamu tidak takut cerita kamu ini terlalu berlebihan?? Aku tidak pandai programer, bagaimana jika ada yang menguji ku dengan hal ini???” Tanya Sarah sambil menggerakkan jari telunjuknya.
__ADS_1
“aku merancang semua tentu saja ada alasannya dan tidak boleh sembarangan. Aku tahu kamu bisa.” Daniel bicara dengan penuh percaya diri sambil memberikan lengannya kearah Sarah Li.