Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 82


__ADS_3

12 jam perjalanan dalam kondisi tenang, tidak ada lagi gangguan yang diterima mereka. Nana masih sibuk dengan pesona James sedangkan Sarah mengalami kelelahan setelah mengobati Nana. Ia tidur dipelukan Daniel Long sampai ke tempat tujuan.


Setelah menilah Sarah Li masih tinggal bersama kedua orang tuanya. Pagi ini Daniel Long membawa Sarah kerumah orang tuanya. Huanran dan David Long menyambut Sarah dengan penuh suka cita. Ini pertama kalinya Sarah berada dirumah keluarga Long.


Nana dan James juga ikut bersama mereka.


“untuk sementara menginaplah disini.” kata David Long kepada Nana, James dan Sarah Li.


“maaf tuan Long, kami takut merepotkan keluarga anda.” Nana tersenyum canggung kepada David Long dan


Huanran


“tentu saja tidak.” jawab David


“bagi kami, James sudah seperti anak kedua kami. Ini pertama kalinya ia membawa calon istrinya kerumah, tentu saja harus disambut dengan sebaiknya. Ditambah lagi, sejak menikah ini pertama kalinya menantu keluarga Long datang. Suatu kebahagian bagi kami bisa didatangi kalian semua.” Huanran merangkul Sarah Li yang berdiri disamping Nana.


Sarah Li melihat suasana rumah yang tenang, banyak pohon dan bunga bermekaran ditaman depan rumah keluarga Long.


“kalian pasti lelah, istirahatlah dahulu.” David Long mempersilahkan masuk semuanya. Mata tajamnya melihat kearah Daniel yang juga sedang menatapnya.


“kamar kalian ada dilantai 2 silahkan naik…” kata Huanran


Sarah Li tidak ada bicara satu katapun. Rumah Daniel Long, menurut informasi yang beredar diluar sana adalah tempat dihukumnya orang – orang yang berani melawan dirinya. Sejak mengetahui tujuan mereka adalah rumah Daniel, Sarah seperti orang yang hemat dalam bicara. Tidak ada yang ingin dikatakan dirinya. Bibirnya serasa kering, hatinya khawatir da nada ketakutan yang sulit dikatakannya.


Mata Sarah mengintai disekitar rumah dan dalam rumah Long, tidak bisa dipungkiri rasa takutnya sudah menguasai hati dan pikiran Sarah Li.


Tangga rumah keluarga Long berbentuk Eropa Klasik, warna coklat mendominasi rumah ini. Bentuk tangga


melingkar, Daniel dan Sarah kearah kanan sedangkan James dan Nana kearah kiri.


James menunjukkan kamar yang akan digunakan oleh Nana dan disebelahnya ada ruangan miliknya.


Daniel menatap Sarah yang terlihat sedang berpikir sesuatu.  “istirahat lah, kamu pasti lelah.” kata Daniel sambil merangkul pinggang Sarah Li.


Langkah Sarah terhenti, ia tidak bisa membiarkan dirinya seperti orang bodoh yang ketakutan seperti ini. Ada yang harus aku pastikan terlebih dahulu. Sarah turun dari tangga dengan cepat kemudian melihat Huanran dan David yang berdiri diujung tangga masih memperhatikan mereka naik tangga.


Melihat Sarah turun mendatangi mereka senyum Huanran merekah.


“kenapa sayang….”


“tante…. ah,,, maksudnya mama.. “ Sarah tersenyum menertawai kesalahannya dalam memanggil Huanran.


“aku ingin berkeliling rumah. Boleh mama temani aku??” tanya Sarah Li dengan ramah kepada Huanran.

__ADS_1


“tentu saja sayang. Ini adalah rumah kedua kamu, lakukan apapun yang kamu mau.” jawab Huanran yang menyambut Sarah Li dengan tangannya.


Daniel Long kembali turun kebawah “kamu silahkan berkeliling aku akan berbicara dengan papa diruangan kerja


lantai 1.”


Sarah Li mengangguk dan mulai mengelilingi rumah. Membuka satu persatu ruangan dan melihat kebun mini Huanran. Walau ia mengatakan mini, tapi menurut Sarah ini sangat sangat luas. Huanran memperkerjakan 5 orang untuk merawat kebun sayur dan buahnya. Sarah bisa melihat beraneka ragam sayuran dan buah  dengan warna yang menarik.


Huanran dengan semangat menceritakan rumah ini terdiri atas 5 kamar timur dengan 3 kamar untuk asisten


rumah tangga yang bekerja untuk mereka. Ada satu ruang baca yang terhubung dengan ruangan kerja Daniel dan David Long.


“mama,,, apakah ada ruangan bawah tanah di rumah ini??”


“tentu saja ada.” kata Huanran dengan penuh semangat.


“ayo kita kesana.” Huanran dengan semangat menarik tangan Sarah Li menuruni tangga dari ruangan rahasia rumah.


Sarah terkejut, ternyata dari


ruangan baca ada jalan khusus menuju ruangan bawa tanah. Seperti yang dilihatnya pada film detektif, Huanran menggeser satu buku berwarna hijau toska yang sudah terlihat lusuh. Rak buku langsung bergeser. Daniel dan David yang ada diruangan yang sama melihat Sarah terpukau dengan ruangan misteri keluarga Long ini.


“apakah…. aku boleh turun kebawah??” tanya Sarah ragu. Detak jantungnya semakin cepat, darahnya berdesir


tidak karuan. Rasa takut mulai membayangi pikirannya.


Perkataan David semakin membuat Sarah takut. Bagaimana begitu sampai dibawah, keluarga Long ini mengurungnya disalah satu ruangan bawah tanah karena sudah mengetahui banyak rahasia dirumah


ini. Senyum terpaksa diwajah Sarah terlihat jelas, membuat Daniel menahan tawa dengan mengulum bibirnya.


David sudah berdiri dibelakang Sarah. Pikiran buruk semakin menjadi – jadi. Sarah melihat mereka semua tidak


membawa senjata, pasti tidak akan menyakitinya. Tapi mengingat tenaga klan naga luar biasa kuat. Pasti dirinya akan langsung menjadi abu ketika ketiga orang ini menyatukan kekuatannya.


Huanran membawa Sarah menuruni anak tangga. Ruangan yang gelap. Hati Sarah mulai tidak tenang. Begitu kaki mereka menginjak anak tangga ke lima, lampu diruangan bawah tanah hidup secara otomatis.


Sarah terkejut karena cahaya yang sangat terang langsung masuk ke matanya. Sarah menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.


“Lihatlah, bukan kah ini yang ingin kamu lihat…” kata Daniel


Perlahan – lahan Sarah membuka kedua tangannya dan melihat barisan mobil antik berusian ratusan tahun sampai mobil keluaran terbaru ada diruangan ini.


“waahh” Sarah kagum dengan koleksi keluarga Long ini. Nilainya pasti sangat fantastis. Sarah mengetahui

__ADS_1


semua mobil yang dimiliki mereka adalah edisi terbatas yang dikeluarkan perusahaan mobil. Semua sangat terawat dan bersih seperti baru.


“mari kami tunjukkan yang lainnya” kata Daniel Long.


Sarah melihat sekelilingnya lebih mirip dengan ruangan parkir di basement mall. Puluhan mobil terparkir dengan


sempurna.


Daniel, Huanran dan David membawa Sarah keruangan rahasia lagi. Lorong lurus dan menurun dijalani Sarah dengan rasa khawatir. Lampu yang redup menyinari langkah mereka ketika menelusuri jalan menurun. Mereka sampai didepan pintu masuk besi yang sangat besar. Untuk masuk kedalam ruangan diperlukan sidik jari dan kartu akses untuk membuka pintu. Begitu pintu terbuka, kegelapan yang ada dimata Sarah. Tidak ada terlihat sama sekali.


“apakah ini yang dikatakan orang – orang ??? ruangan rahasia tempat pembantaian orang – orang?” Sarah tidak sengaja mengucapkan kata itu membuat ketiga orang yang mendengarnya melihat Sarah secara bersamaan kemudian tertawa terbahak – bahak.


“putriku, kamu mendengarkan berita dari mana???” tanya David Long.


“ah… maaf.. aku tidak bermaksud…”  Sarah menundukkan kepalanya. Kecerobohannya benar – benar sulit diampuni.  Bahkan ia berani mengatakan rumah mertuanya sebagai tempat pembantaian orang secara terang – terangan.


“tidak apa – apa nak. Kamu harus memastikan sendiri apa yang ada dirumah ini.” kata Huanran sambil menepuk tangannya.


Lampu segera hidup dan kali ini warna kuning mendominasi ruangan. Sarah terpukau dengan timbunan emas batangan keluarga ini. Keluarga Li memang memiliki hal yang sama. Tapi yang dimiliki keluarga Long berkali- kali lipat banyaknya. Sarah bisa memprediksi ruangan ini sama luasnya dengan ruangan yang menampung puluhan koleksi mobil keluarga ini.


Beragam ukuran emas batangan tersusun rapi dari ukuran paling besar, sedang bahkan yang paling kecil.


Sarah tidak berhenti mengagumi kekayaan keluarga Long ini.


“ambil berapapun yang kamu inginkan. Kami akan dengan senang hati memberikannya.” kata David Long sambil


menujuk koleksi emas batangan milik keluarganya.


Dengan cepat Sarah menggelengkan kepala dan tangannya.


“tidak perlu… terima kasih pa…” Sarah menjadi gugup melihat tumpukan harta karun ini.


“mari kita ketempat lain..” kata Daniel dengan santai


“tidak… tidak… aku rasa sudah cukup.”


“kita belum melihat koleksi yang lain sayang…” kata Daniel dengan semangat


Dengan senyum terpaksa Sarah Li menjawab “sudah cukup kakak Daniel, aku mau beristirahat.”


“Baiklah jika begitu kamu istrirahat saja dulu.” kata Huanran


Mata Sarah melihat kearah ruangan lain. Sepertinya masih ada beberapa pintu yang belum dilihatnya

__ADS_1


“nanti bisa dilanjutkan lagi, bagaimana pun ini adalah rumah kamu. Nanti akan papa panggil orang untuk membuat akses masuk untuk kamu nak.” David bicara sambil berjalan keluar dari ruangan dan diikuti yang lainnya.


Sarah hanya mengangguk dan tidak berbicara lagi.


__ADS_2