
Daniel melihat romper yang dikenakan Sarah Li sudah basah, jika dibiarkan istrinya akan masuk angin. Bukan melatihnya semakin kuat, tapi malah penyakit yang mendatanginya. Daniel berusaha membujuk Sarah Li agar
mau mengganti pakaian dan makan. Usahanya sia – sia saja. Sarah Li tidak mendengarkan dirinya bicara. Sarah sibuk menatap lilin itu dengan berbagai cara tapi lilinnya tidak bergerak sama sekali.
Daniel tidak putus asa memohon agar Sarah berhenti melakukan hal tersebut sebentar saja, tapi responnya tidak ada sama sekali. Karena kesal tidak mendapat respon, Daniel duduk dihadapan Sarah Li. Menatap wajahnya dengan serius sambil berkata. “perhatikan,,,,,”
Daniel duduk disamping Sarah dan hanya mengedipkan mata, lilin dihadapan Sarah sudah mati dan ketika ia membuka matanya lagi Lilin itu kembali hidup. Hanya dalam hitungan detik Daniel bisa melakukannya. Sarah melihat dengan sangat kagum. Pria ini kenapa begitu mudah melakukannya, dan ia rasa begitu sulit.
Sarah meminta Daniel mengulanginya berkali – kali sambil memperhatikan caranya melakukan hal tersebut dan kemudian mencobanya. Tapi tidak berhasil.
“aku akan mengajari kamu setelah kamu mau mendengarkan apa yang aku katakan.” perintah Daniel kepada Sarah.
Sarah tersenyum puas. “ Kamu ganti pakaian dulu.” 0begitu Daniel mengucapkan kata itu Sarah melihat kearah atas, rasanya dia begitu malas untuk naik keatas hanya untuk mengambil pakaian miliknya.
Sarah mengusap matanya dengan kelima jarinya… matanya rasa lelah setelah melakukan hal tadi. Dan baru ia rasakan sekarang.
“aku tidak mau,,,,,,”
“sudah didalam kamar mandi….” jawab Daniel dengan cepat sebelum Sarah selesai mengucapkan kalimatnya.
Sarah membuka matanya dan melihat kearah Daniel dengan heran, apanya yang sudah ada didalam kamar mandi??? Batinnya penuh dengan pertanyaan, tapi ia memutuskan untuk berjalan kekamar mandi tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Sambil berjalan Sarah masih menyempatkan diri untuk melihat kearah belakang untuk memastikan apa yang ada dipikiran Daniel. Apakah memang sesuai dengan apa yang ada dipikirannya??
Sarah membuka pintu kamar mandi dan didalamnya sudah ada pakaiannya bergantung dengan lengkap. Sarah membesarkan matanya dan menatap kearah Daniel yang masih memperhatikannya sambil menyilangkan kedua tangannya didadanya.
“mandilah…. aku akan menyiapkan makan siang” Sarah masuk kedalam kamar mandi dan Daniel melihat kearah dinding. Lebih tepatnya sekarang sudah waktunya makan sore. Daniel menghela nafas dan menyiapkan semua makanan yang ada dilemari ke meja tempat dia duduk tadi.
Sepertinya tidak seperti ini, membiarkan Sarah melakukan sendiri…. sepertinya akan membuang - buang waktu. Daniel mengerutkan keningnya dan satu tangannya memegang dagu. Matanya kearah kamar mandi. Pikirannya melayang memikirkan strategi yang tepat untuk mengatasi permasalah dengan Sarah Li.
Sarah Li selesai mandi dan mengalami kesulitan ketika menggunakan pakaian, Sarah mengeluarkan kepalanya saja dari dalam kamar mandi sambil tersenyum memperlihatkan barisan gigi depannya yang tersusun rapi.
__ADS_1
“bantu aku….” kata Sarah dengan nada membujuk
Daniel masih melamun memikirkan cara agar Sarah bisa belajar dengan cepat. Matanya menatap Sarah, tapi pikirannya melayang entah kemana. Sarah yang kesal karena tidak dipedulikan dengan suara kuat berkata
“kamu ada niat membantu atau tidak???”
Daniel yang terkejut mendengar suara Sarah langsung menggelengkan kepalanya dan berkata .. “kenapa??”
“aku katakan bantu aku mengancing pakaianku….” bibir Sarah mengerucut karena kesal.
“oh….” Daniel dengan cepat berjalan dan sudah sampai didepan pintu. Sarah terkejut, pria ini pasti menggunakan kekuatannya lagi. Kenapa bisa bergerak dengan sangat cepat seperti angin begitu. Sarah berbalik badan dan Daniel melakukannya dengan cepat. “sudah” katanya dengan singkat
“ada lagi yang bisa aku bantu??” tanya Daniel
“tidak… terima kasih.” Sarah segera menutup pintu kamar mandi dan menyelesaikan memakai pakaiannya. Daniel bersandar di dinding sebelah pintu kamar mandi sambil menunggu Sarah Li selesai dari dalam kamar mandi.
Sarah keluar dari kamar mandi dan ia terkejut melihat Daniel yang masih berdiri sambil bersandar di dinding, menatapnya dengan sangat dalam. Membuat Sarah merinding, cara Daniel melihat seperti seorang pria yang
“kamu mau apa??” tanya Sarah curiga
“kamu….” jawab Daniel dengan singkat dan terdengar mengerikan ditelinga Sarah.
“dasar mesum…” Jawab Sarah kesal. Tangan kanannya yang digunakan menutup dadanya terasa sakit. Sarah terlalu bersemangat menggerakkan tangannya yang masih terluka.
Daniel melihat Sarah berjongkok dilantai dan menahan sakit membuatnya ketakutan. “Yang mana yang sakit?? apa kita perlu kerumah sakit??? Kenapa kamu tidak hati – hati?? “ pertanyaan Daniel bertubi – tubi kearah Sarah membuatnya kesal. Sudah jelas ia seperti ini karena sikapnya yang terlihat mencurigakan. Dipulau ini hanya mereka berdua ditambah beberapa orang pelayan. Wajar saja kalau ia merasa takut, Daniel akan melakukan sesuatu hal kepada dirinya.
Daniel memejamkan matanya dan menggendong Sarah Li ke sofa. Kemudian memeriksa tangannya.
“Apakah masih sakit???” tanya Daniel
__ADS_1
“sedikit…” jawab Sarah kesal.
“kamu jangan berpikir yang tidak – tidak.. aku hanya berpikir bagaimana cara meningkatkan kemampuan dirimu. Aku tidak ada niat apapun.”
“lantas kenapa kamu menatap dengan cara yang mencurigakan??”
Daniel menaikkan pundaknya dan menurunkan Sarah disofa dengan sangat lembut.
“wajahku sangat mesum?? begitu menurutmu???”
“jangan bertanya jika sudah tahu jawabannya.” Sarah mengalihkan pandangannya kemakanan yang ada dihadapannya. Wangi makanan menggoda dirinya untuk segera makan.
Daniel menarik wajah Sarah agar menatap dirinya… “apa aku salah jika aku mesum dengan istriku sendiri??"
Sarah melirik kearah makanan dan tidak ingin menjawab Daniel “jika kamu tidak menjawab, maka tidak akan ada makan siang.” Mata Daniel tidak berkedip ketika melihat Sarah. Membuat dia menjadi serba salah dengan apa yang harus dilakukannya dan dikatakannya.
“kenapa diam??” tanya Daniel
Sarah menunjuk kearah tangan Daniel. Daniel sadar ia mengganggu Sarah Li dan kemudian melepaskannya .
“maaf…”
Sarah beralih kearah makanan “suapi aku..” perintah Sarah.
Daniel mengikuti perkataan Sarah dan menyuapi istrinya dengan penuh kesabaran. Setelah mengunyah makanan Sarah Li yang suasana hatinya sudah berubah menjadi lebih baik berkata
“aku takut berhubungan dengan sangat intim denganmu. Belakangan banyak orang yang mencoba menyamar menjadi dirimu. Bahkan pada awal aku berada dialam bawah sadarku, cincinku sama sekali tidak mengeluarkan cahaya. Aku hanya mengandalkan indera pengelihatanku dan hatiku untuk memastikan semuanya. Aku berjanji pada diriku sendiri untuk menghindari hubungan intim antara aku dan dirimu sebelum semuanya berakhir dengan jelas.”
Sarah bercerita panjang lebar dan Daniel hanya mengangguk. Sarah Li tidak salah, sebagai seorang istri ia perlu
__ADS_1
menjaga kehormatan dirinya. Dan disisi yang lain. Ini adalah cara bagi Sarah Li menjaga dirinya dari orang- orang yang berniat jahat kepadanya.