Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 123


__ADS_3

Daniel berdiri disamping Sarah kemudian duduk disamping istrinya, perlahan – lahan menariknya kedalam


pelukannya.


Sarah yang masih menangis, semakin kuat meluapkan semua kekesalan dalam hatinya ketika dalam pelukan


Daniel. Ia juga tidak ingin membunuh sahabatnya sendiri. Kenapa hal ini terus terjadi kepadanya, ia tidak ingin menjadi seorang pahlawan. Ia hanya ingin menjadi seseorang yang bisa berguna bagi orang lain.


David Long dan Andy Li memeriksa kondisi mayat yang dikatakan Nana adalah James. Wajah sudah bisa dikenali lagi, karena kemungkinan meninggal sudah beberapa hari yang lalu. Bau busuk memenuhi ruangan itu. Dan Daniel membawa Sarah pergi dari tempat itu.


Sarah mendengarkan suara pantai. Perlahan ia membuka kedua matanya dan dihadapannya ia melihat pantai membentang digelapan tanpa ada cahaya bulan yang menyinari malam ini. Saat ini ia berada diatas pohon gingko biloba. Dari pandangannya, Sarah mengenali pulau ini adalah tempat mereka berlibur bersama antara keluarga Li dan keluarga Long.


Sarah menyandarkan kepalanya dipundak Daniel.. pikirannya yang kacau perlahan – lahan kembali tenang.


“terima kasih, kamu sudah melakukan hal yang luar biasa hari ini.” puji Daniel


Sarah menggelengkan kepala dipundak Daniel. “Aku bukan siapa – siapa, aku adalah seorang pembunuh. Dan


yang paling parahnya, aku adalah pembunuh sahabatku sendiri” air mata Sarah menetes dipundak Daniel.


“kamu bukan membunuh sahabat kamu istriku, mereka adalah orang yang dengan sengaja mendekati kamu demi tujuan tertentu. Kemudian setelah berhasil mendekatimu, mereka melakukan hal jahat kepadamu.”


“tapi….. “ Sarah menghapus air mata di pipinya dengan telapak tangannya.


“Nana tadi mengatakan sesuatu kepadaku. Ia memberikan kode kepadaku dimana letak kelemahannya. Saat itu aku melihat cahaya yang sama ketika aku masih dalam rumah itu… Dia sengaja berjalan keatas plafon agar aku mudah mengambil pisau itu..” Sarah berbicara sambil  menangis mengingat setiap hal yang terjadi padanya tadi.


“sudah lah… aku akan mencari tahu apa yang terjadi dan siapa yang menjadi otak semuanya. Aku berjanji kepada mu.” Daniel mencium kening Sarah yang terlihat masih menangis didalam pelukannya.


“apakah Nana akan beristirahat dengan tenang??”


“jika dia memang orang baik,


pasti dia akan mendapatkan hal yang baik dikehidupan setelah dia meninggal.


Baik itu reingkarnasi maupun bagi orang yang mempercayai kehidupan lain setelah


kematian. Apapun itu percayalah semua hal yang kita lakukan didunia ini pasti

__ADS_1


ada balasan yang setimpal dengan semuanya.”


“kenapa kamu membawa ku ketempat ini??”


“karena tempat ini adalah tempat pertama kali kita bertemu, tempat pertama kali aku melamarmu, tempat ini


pertama kalinya kamu menyadari kalau kamu memiliki kekuatan penyembuh yang sangat hebat. Karena aku sangat menyukai tempat ini. “


Sarah tersenyum tipis walau air matanya tidak bisa berhenti  mengalir di pipinya.


“apa kamu mau tidur sekarang??” Sarah menggelengkan kepalanya.


“baiklah… tenangkan diri dahulu. Setelah ini, bagaimana jika kita makan?? Aku akan memasak untukmu.”


Sarah lagi – lagi menggelengkan kepalanya. Bahkan untuk makan pun Sarah sudah tidak ada selera?? sepertinya memang ada yang salah pada diri istrinya.


“Angin malam sangat kencang, bagaimana jika kita masuk kedalam rumah???”


Lagi – lagi Sarah menggelengkan kepalanya. Sarah semakin kuat merangkul lengan Daniel dan bersandar dibahunya.


“aku tidak tahu, dosa apa yang aku lakukan pada kehidupanku yang dulu sehingga aku menalami hal ini.”


“dari dulu kamu adalah orang baik, sampai sekrang juga orang baik dan selamanya akan menjadi orang yang


baik. Dimataku kamu tidak pernah berubah, selalu menjadi gadis kecil cantik, pintar, penyayang dan baik hati.”


“kamu jangan memujiku setinggi langit, aku bisa jatuh jika tiba – tiba kehilangan pegangan.”


“karena aku mencintaimu, jadi hal buruk dimataku hilang dengan sendirinya.”


Suasana hening, pantai berwarna hitam  dan gelap seperi suasana hati Sarah saat ini. Malam semakin larut dan udara semakin dingin. Sarah yang hanya mengenakan romper celana pendek mulai merasa dingin menusuk ketulang.


“dingin….” tanya Daniel.


Sarah mengangguk…


“mau masuk kedalam…..”

__ADS_1


Sarah menggelengkan kepalanya.


“tunggu aku sebentar.” Daniel menghilang dari pelukan Sarah. Dan dengan cepat kembali dengan membawa selimut tebal. Ia menyelimuti tubuh Sarah dan dirinya.


“sudah merasa lebih hangat??” Sarah menganggukkan kepalanya


Sarah biasanya banyak bicara, kali ini dia menjadi sangat pendiam. Hanya dalam hitungan jam. Kepribadian


istrinya langsung berubah.


“menurut kamu, siapa yang meninggal diruangan tadi??” Sarah akhirnya membuka mulutnya untuk bicara


“kita belum mendapatkan jawaban resmi. Saat ini, kedua papa kita yang masih dilokasi untuk memastikan pihak


kepolisian melakukan penyelidikan dilokasi.”


“apa itu James??” Sarah tidak mau berbelit – belit menunggu pernyataan dari Daniel.


“Entah laa…” Daniel juga merasakan perasaan tidak menentu, ia kehilangan energi dari James. Biasanya ada kemungkinan. Pertama bisa saja korban itu adalah James. Kedua, bisa jadi James disekap dalam suatu ruangan yang disegel sehingga ia tidak bisa mendeteksi energi James. Jika ada 2 kemunginan itu. Daniel berharap James ada di nomor 2. Sehingga ia bisa menyelamatkan sahabatnya itu.


Daniel juga sangat paham, ia sangat menyayangi Nana. Jika ia diminta melukainya, sudah pasti James akan


meminta agar dia saja yang menggantikan semuanya. Ia sangat sedih jika kehilangan sahabat yang selama ini selalu bersama dengannya, sahabat yang sudah beratus tahun bersamanya.


“menangislah jika kamu ingin menangis…” kata Sarah dengan pandangan menerawang jauh kedepan.


Daniel mengalihkan pandangannya kearah Daniel dan menegakkan kepalanya. Mata Daniel berkaca – kaca, ia tidak bisa menutupi rasa sedihnya. Walau semuanya belum pasti, ia berharap banyak semuanya akan baik – baik saja.


“aku….. tidak apa – apa.” Jawab Daniel yang sempat terjedah sebelum mengatakan semuanya.


“aku tidak..” Sarah menjawab tanpa ada keraguan diwajah dan matanya sambil menatap Daniel.


“tidak masalah kalau kamu terlihat lemah. Hanya aku yang akan melihatmu. Keluarkan saja semuanya dari


dalam hatimu.” Sarah berbicara dengan bijak seolah dirinya sendiri tidak ada masalah dan dirinya tidak terluka sama sekali.


Daniel memiringkan tubuhnya agar bisa melihat wajah Sarah. Mata sembab dan bibir pucat. Kantung mata berwarna gelap. Ini adalah wanita yang selalu ingin tampil kuat didepan semua orang. Padahal dalam hatinya sendiri terluka. Satu tangan Daniel memegang dahan pohoh yang kokoh itu. Dan satu tangan lagi memegang pipi Sarah.

__ADS_1


“bagiku, yang terpenting adalah perasaanmu sekarang. Bagaimana diriku dan perasaan ku tidaklah penting. Kamu sudah mengalami hal yang sangat berat beberapa minggu ini. Aku ingin kamu menjadikanku tempat bersandar bagimu. Pria yang akan selalu mendampingimu dan melindungimu.”  Sorot mata Daniel yang dalam ketika berbicara kepada Sarah


Sarah tersenyum, kemudian satu tangannya memegang kepala Daniel sambil berkata “kamu sudah bekerja keras dalam menjaga ku. Aku tidak bisa dijaga oleh seorang pria berhati besi yang tidak punya perasaan. Aku sedang belajar bagaimana menerima cinta dan perasaanmu. Dimataku, kau akan selalu terlihat sempurna apabila kau ada didalam hatiku.” Sarah bicara sambil menatap Daniel tanpa berkedip


__ADS_2