
“Tidak apa – apa nak..” kemari lah. Suara lembut
dari Huanran membuat langkah Sarah berhenti berjalan mundur.
Lisa merasakan kakinya memijak cairan, langkahnya
semakin berat untuk mendekat. Rasa takut mulai menguasai pikirannya.
Lampu kamar tiba – tiba hidup. Dilantai banyak
darah mengalir dilatai.
“aaahh...” Sarah berteriak histeris. Kakinya
tidak mampu lagi menopang berat tubuhnya. Sarah duduk dilantai. Setelah lampu
kamar hidup ia baru bisa melihat, yang diinjak tadi oleh kakinya adalah darah.
Jejak kakinya terlihat jelas didepan matanya. Perlahan – lahan matanya melihat
kearah tempat tidur. Sebagian Tubuh Daniel terbaring, sedangkan kakinya
menggantung diatas tempat tidur
Sarah sadar, kakinya belum sanggup untuk
berjalan. Ia merangkak kearah tempat tidur... “Daniel.....” teriak nya dengan
histeris. Sarah duduk ditempat tidur dan melihat wajah dan tubuh Daniel yang penuh
darah.
“mama.... apa yang terjadi ...” tanya Sarah. Air
mata di pipinya tidak bisa lagi dibendungnya. Hatinya terluka melihat
pemandangan yang mengerikan seperti ini. Ia memang pernah melihat pemandangan
seperti ini sebelumnya dalam film – film pembunuhan. Sarah tidak menyangka ia
bisa melihat kejadian yang sama di depan matanya.
“apa,,,, apa....
apa....dia...dia...mati,,,” tanya Sarah dengan terbata – bata sambil
menatap Daniel dan para orang tua secara bergantian.
“dia sedang tertidur. Kamu tenang saja.” jawab
Mayleen.
“mana mungkin kami membunuh calon menantu
keluarga kita.” jawab Mayleen.
“tadi aku mendengar dia berteriak...”
“tubuhnya terkena racun, dan racunnya sudah
menyebar keseluruh tubuh. Tidak mudah mengeluarkan rancun jenis yang langkah
ini.” jawab Mayleen
“kemudian kenapa aku merasa tenaga yang sangat
kuat dari om David.” Sarah melihat David dengan penuh tanya.
“om harus menyegel tenaganya selama proses
penyembuhan. Jika ia melakukan perlawanan, akan sangat berbahaya bagi semua
orang.” jelas David.
Para pelayan masuk kedalam ruangan “bersihkan
ruangan ini.” kata Huanran.
“Kami titip dia di kamar kamu dahulu ya...nak”
sambung Huanran.
“sebaiknya jangan dikamarku.. nanti kalian akan
menghukumnya lagi.” jawab Sarah dengan jujur sambil melihat wajah pucat Daniel
yang tertidur pulas.
“kamu tidak perlu khawatir, Daniel sudah bersedia
bertanggung jawab untuk kesalahan yang dilakukan tadi. Nanti malam secara resmi
kami akan melamar kamu sebagai menantu keluarga kami.” kata David sambil
tersenyum puas.
Dalam waktu singkat Sarah sudah berada didalam
kamarnya, bersama keempat orang tua dan Daniel di posisi yang sama dengan
kondisi dikamar Daniel.
__ADS_1
“tolong jaga putra kami ya... kami permisi
istirahat dulu.” Dalam waktu singkat setelah Huanran bicara, mereka berempat
hilang dari pandangan Sarah.
Merasa ada pergerakan energi, Serena, Sisca dan
Jackie berlari masuk kedalam kamar Sarah. Mereka tidak kalah terkejut melihat
tubuh Daniel yang penuh darah. Pintu kamar Sarah masih terbuka lebar, kedua
saudara perempuan Sarah dan Jackie bisa melihat pelayan membawa sprei dan air
berlumuran darah dari kamar sebelah.
Mereka saling bertatapan satu sama lain. Tidak
kalah terkejutnya dengan Sarah.
“kakak ipar, tolong bantu aku gantikan baju
Daniel dan seka tubuhnya dengan air.” pinta Sarah
Jackie mengangguk dan berjalan keluar kedalam
kamar Daniel. Darah masih dibersihkan dan aroma kuat dari darah membuatnya
merinding. Bahkan tirai kamar juga ada percikan darah. Sepertinya memang sudah
terjadi hal berbahaya didalam sini. Pikir Jacke sambil mengambil pakaian Daniel
dari dalam lemari, dengan gerakan cepat meninggalkan kamar tidur sahabatnya
itu.
Jackie membawa Daniel ke kemar mandi,sedangkan
Sarah menggunakan kamar Sisca untuk mandi dan berganti pakaian. Sarah mengganti
bajunya dengan piyama lengan panjang dan celana panjang. Ini satu – satunya
pakaian panjang yang ada didalam koper pakaiannya. Keluar dari kamar mandi,
Sisca menanyakan keadaan didalam tadi kepada adik keduanya.
Sarah menceritakan bahwa yang tadi dikatakan kakak
pertamanya benar. Mereka sedang melakukan pengobatan kepada Daniel yang terkena
racun langkah. Dan mengenai energi David yang dirasakan tadi karena
pengobatan berlangsung tidak terjadi perlawanan dari Daniel. Setelah mendengar
penjelasan Sarah yang singkat. Sisca langsung menuju kamar mandi dan
membersihkan dirinya. Selesai berpakaian, Sisca dan Sarah kembali menuju kamar
Sarah.
Daniel terlihat sudah berada ditempat tidur dan
berganti pakaian.
“ terima kasih bantuannya kakak ipar.”
“tidak perlu sungkan, kami ada sahabat dekat.
Sebentar lagi dia juga akan menjadi saudara ipar.” Jackie tersenyum sambil
merapikan rambutnya yang masih basah.
“kamu ini, kebiasaan sekali. Kenapa sangat malas
mengeringkan rambut. “
“maaf sayang, aku.....” Jackie memamerkan susunan
giginya yang rapi kepada istrinya.
Dengan cepat Sisca menarik Jackie keluar kamar.
“adik kedua, istiahat lah. Siang ini sangat melelahkan. Aku pergi urus suami ku
dulu.”
Sarah mengangguk dan dengan cepat Sisca dan
Jackie berlalu dari kamar Sarah. Begitu mereka keluar suasana kamar menjadi
sangat hening. Wajah Daniel sangat tenang, Sarah melihat lengan Daniel dan
tidak ada lagi luka lebam di lengannya. Sepertinya memang benar kondisinya sudah
membaik.
Lambung Sarah memberikan alarm agar ia segera
diberikan jatah makanan.
“aku akan meninggalkan mu sebentar saja. Tidurlah
__ADS_1
dengan lelap, aku akan segera kembali...” Selesai berbicara Sarah kepada Daniel
yang sedang tertidur. berjalan keluar kamar dan menutup pintu.
Para pelayan masih telihat sibuk dikamar Daniel.
Sarah berjalan kearah dapur dan tidak ada satu orang pun disini. Setelah
mencari - cari makanan apa yang bisa dimakan, pilihannya jatuh kepada mie
instan.
Dengan cepat Sarah mengambil sayuran dan telur
dari dalam kulkas. Selesai memotong sayuran, dengan gerakan lihat ia akan
memulai memasak makanan kesukaannya.
“tolong buatkan untuk ku juga.”
Suara seseorang yang berbicara dari ah rabelakang
membuat Sarah terkejut. Sarah terdiam sejenak, jantungnya berdetak dengan cepat
begitu mendengar suara orang tersebut.
Hari ini begitu banyak peristiwa yang mengejutkan
terjadi. Sungguh ia tidak akan sanggup jika menerima hal itu bertubi – tubi.
Perlahan Sarah membalikkan tubuhnya, ia sudah memastikan tidak ada satu orang
pun di dapur tadi.
Daniel terlihat sudah berdiri dibelakang Sarah.
Tangan Sarah masih memegang penggorengan. Dengan wajah tidak percaya
Sarah masih berdiri menatap Daniel dengan bingung.
“bukan kah... “ Sarah mengarahkan penggorengan
yang dipegangnya kearah menuju kamar.
“aku sudah sadar, suara dari perut mu tadi
membangunkan ku.” kata Daniel sambil berjalan kearah meja makan.
“heiii... kamu berani sekali mengejek ku.” kata
Sarah dengan suara kuat.
Daniel tidak membalas perkataan Sarah, ia
berjalan dengan perlahan menuju meja makan. Langkahnya yang biasanya tegap dan
gagah, hari ini terlihat lesu dan tidak bertenaga. Setelah sampai ditempat
tidur, Daniel merebahkan kepalanya dimeja makan dan menjadikan tangannya
sebagai alas kepalanya.
“menyebalkan...” kata Sarah ketus melihat
Daniel
Sarah menambah porsi sayuran yang akan dimasaknya
dan dengan lincah tangannya mulai memasak. Senyum di bibirnya tidak bisa
ditahan lagi. Sangat melegakan melihat Daniel sudah sadar. Dalam waktu singkat,
mie instan sudah tersaji di meja makan.
“makan dulu...” kata Sarah sambil memberikan
piring ke arah Daniel.
Daniel mengangkat kepalanya dan dengan dengan
cepat melahap mie masakan Sarah tanpa bicara apapun.
“pelan – pelan masih panas.” Sarah melihat Daniel
makan dengan buru-buru
Daniel hanya mengangguk. “bisa berikan aku
nasi??” tatapan mata penuh harap tidak bisa ditolak Sarah.
Dengan cepat Sarah kearah dapur dan mengambil
nasi dari penanak nasi. Sarah mengembil dua mangkuk nasi dan meletakkannya di
depan Daniel. Dua mangkuk nasi, telur dadar tomat dan mie instan habis dalam
waktu singkat. Pria dihadapannya melahap makanan seperti sudah 3 hari tidak
makan.
Sarah menatap antara kagum dan kasihan.
__ADS_1