Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 33


__ADS_3

“Tidak apa – apa nak..” kemari lah. Suara lembut


dari Huanran membuat langkah Sarah berhenti berjalan mundur.


Lisa merasakan kakinya memijak cairan, langkahnya


semakin berat untuk mendekat. Rasa takut mulai menguasai pikirannya.


Lampu kamar tiba – tiba hidup. Dilantai banyak


darah mengalir dilatai.


“aaahh...” Sarah berteriak histeris. Kakinya


tidak mampu lagi menopang berat tubuhnya. Sarah duduk dilantai. Setelah lampu


kamar hidup ia baru bisa melihat, yang diinjak tadi oleh kakinya adalah darah.


Jejak kakinya terlihat jelas didepan matanya. Perlahan – lahan matanya melihat


kearah tempat tidur.  Sebagian Tubuh Daniel terbaring, sedangkan kakinya


menggantung diatas tempat tidur


Sarah sadar, kakinya belum sanggup untuk


berjalan. Ia merangkak kearah tempat tidur... “Daniel.....” teriak nya dengan


histeris. Sarah duduk ditempat tidur dan melihat wajah dan tubuh Daniel yang penuh


darah.


“mama.... apa yang terjadi ...” tanya Sarah. Air


mata di pipinya tidak bisa lagi dibendungnya. Hatinya terluka melihat


pemandangan yang mengerikan seperti ini. Ia memang pernah melihat pemandangan


seperti ini sebelumnya dalam film – film pembunuhan. Sarah tidak menyangka ia


bisa melihat kejadian yang sama di depan matanya.


“apa,,,, apa....


apa....dia...dia...mati,,,”  tanya Sarah dengan terbata – bata sambil


menatap Daniel dan para orang tua secara bergantian.


“dia sedang tertidur. Kamu tenang saja.” jawab


Mayleen.


“mana mungkin kami membunuh calon menantu


keluarga kita.” jawab Mayleen.


“tadi aku mendengar dia berteriak...”


“tubuhnya terkena racun, dan racunnya sudah


menyebar keseluruh tubuh. Tidak mudah mengeluarkan rancun jenis yang langkah


ini.” jawab Mayleen


“kemudian kenapa aku merasa tenaga yang sangat


kuat dari om David.” Sarah melihat David dengan penuh tanya.


“om harus menyegel tenaganya selama proses


penyembuhan. Jika ia melakukan perlawanan, akan sangat berbahaya bagi semua


orang.” jelas David.


Para pelayan masuk kedalam ruangan “bersihkan


ruangan ini.” kata Huanran.


“Kami titip dia di kamar kamu dahulu ya...nak”


sambung Huanran.


“sebaiknya jangan dikamarku.. nanti kalian akan


menghukumnya lagi.” jawab Sarah dengan jujur sambil melihat wajah pucat Daniel


yang tertidur pulas.


“kamu tidak perlu khawatir, Daniel sudah bersedia


bertanggung jawab untuk kesalahan yang dilakukan tadi. Nanti malam secara resmi


kami akan melamar kamu sebagai menantu keluarga kami.” kata David sambil


tersenyum puas.


Dalam waktu singkat Sarah sudah berada didalam


kamarnya, bersama keempat orang tua dan Daniel di posisi yang sama dengan


kondisi dikamar Daniel.

__ADS_1


“tolong jaga putra kami ya... kami permisi


istirahat dulu.” Dalam waktu singkat setelah Huanran bicara, mereka berempat


hilang dari pandangan Sarah.


Merasa ada pergerakan energi, Serena, Sisca dan


Jackie berlari masuk kedalam kamar Sarah. Mereka tidak kalah terkejut melihat


tubuh Daniel yang penuh darah. Pintu kamar Sarah masih terbuka lebar, kedua


saudara perempuan Sarah dan Jackie bisa melihat pelayan membawa sprei dan air


berlumuran darah dari kamar sebelah.


Mereka saling bertatapan satu sama lain. Tidak


kalah terkejutnya dengan Sarah.


“kakak ipar, tolong bantu aku gantikan baju


Daniel dan seka tubuhnya dengan air.” pinta Sarah


Jackie mengangguk dan berjalan keluar kedalam


kamar Daniel. Darah masih dibersihkan dan aroma kuat dari darah membuatnya


merinding. Bahkan tirai kamar juga ada percikan darah. Sepertinya memang sudah


terjadi hal berbahaya didalam sini. Pikir Jacke sambil mengambil pakaian Daniel


dari dalam lemari, dengan gerakan cepat meninggalkan kamar tidur sahabatnya


itu.


Jackie membawa Daniel ke kemar mandi,sedangkan


Sarah menggunakan kamar Sisca untuk mandi dan berganti pakaian. Sarah mengganti


bajunya dengan piyama lengan panjang dan celana panjang. Ini satu – satunya


pakaian panjang yang ada didalam koper pakaiannya. Keluar dari kamar mandi,


Sisca menanyakan keadaan didalam tadi kepada adik keduanya.


Sarah menceritakan bahwa yang tadi dikatakan kakak


pertamanya benar. Mereka sedang melakukan pengobatan kepada Daniel yang terkena


racun langkah. Dan mengenai energi David yang dirasakan tadi karena


pengobatan berlangsung tidak terjadi perlawanan dari Daniel. Setelah mendengar


penjelasan Sarah yang singkat. Sisca langsung menuju kamar mandi dan


membersihkan dirinya. Selesai berpakaian, Sisca dan Sarah kembali menuju kamar


Sarah.


Daniel terlihat sudah berada ditempat tidur dan


berganti pakaian.


“ terima kasih bantuannya kakak ipar.”


“tidak perlu sungkan, kami ada sahabat dekat.


Sebentar lagi dia juga akan menjadi saudara ipar.” Jackie tersenyum sambil


merapikan rambutnya yang masih basah.


“kamu ini, kebiasaan sekali. Kenapa sangat malas


mengeringkan rambut. “


“maaf sayang, aku.....” Jackie memamerkan susunan


giginya yang rapi kepada istrinya.


Dengan cepat Sisca menarik Jackie keluar kamar.


“adik kedua, istiahat lah. Siang ini sangat melelahkan. Aku pergi urus suami ku


dulu.”


Sarah mengangguk dan dengan cepat Sisca dan


Jackie berlalu dari kamar Sarah. Begitu mereka keluar suasana kamar menjadi


sangat hening. Wajah Daniel sangat tenang, Sarah melihat lengan Daniel dan


tidak ada lagi luka lebam di lengannya. Sepertinya memang benar kondisinya sudah


membaik.


Lambung Sarah memberikan alarm agar ia segera


diberikan jatah makanan.


“aku akan meninggalkan mu sebentar saja. Tidurlah

__ADS_1


dengan lelap, aku akan segera kembali...” Selesai berbicara Sarah kepada Daniel


yang sedang tertidur. berjalan keluar kamar dan menutup pintu.


Para pelayan masih telihat sibuk dikamar Daniel.


Sarah berjalan kearah dapur dan tidak ada satu orang pun disini. Setelah


mencari  - cari makanan apa yang bisa dimakan, pilihannya jatuh kepada mie


instan.


Dengan cepat Sarah mengambil sayuran dan telur


dari dalam kulkas. Selesai memotong sayuran, dengan gerakan lihat ia akan


memulai memasak makanan kesukaannya.


“tolong buatkan untuk ku juga.”


Suara seseorang yang berbicara dari ah rabelakang


membuat Sarah terkejut. Sarah terdiam sejenak, jantungnya berdetak dengan cepat


begitu mendengar suara orang tersebut.


Hari ini begitu banyak peristiwa yang mengejutkan


terjadi. Sungguh ia tidak akan sanggup jika menerima hal itu bertubi – tubi.


Perlahan Sarah membalikkan tubuhnya, ia sudah memastikan tidak ada satu orang


pun di dapur tadi.


Daniel terlihat sudah berdiri dibelakang Sarah.


Tangan Sarah masih memegang penggorengan. Dengan wajah tidak percaya


Sarah masih berdiri menatap Daniel dengan bingung.


“bukan kah... “ Sarah mengarahkan penggorengan


yang dipegangnya kearah menuju kamar.


“aku sudah sadar, suara dari perut mu tadi


membangunkan ku.” kata Daniel sambil berjalan kearah meja makan.


“heiii... kamu berani sekali mengejek ku.” kata


Sarah dengan suara kuat.


Daniel tidak membalas perkataan Sarah, ia


berjalan dengan perlahan menuju meja makan. Langkahnya yang biasanya tegap dan


gagah, hari ini terlihat lesu dan tidak bertenaga. Setelah sampai ditempat


tidur, Daniel merebahkan kepalanya dimeja makan dan menjadikan tangannya


sebagai alas kepalanya.


“menyebalkan...” kata Sarah ketus melihat


Daniel


Sarah menambah porsi sayuran yang akan dimasaknya


dan dengan lincah tangannya mulai memasak. Senyum di bibirnya tidak bisa


ditahan lagi. Sangat melegakan melihat Daniel sudah sadar. Dalam waktu singkat,


mie instan sudah tersaji di meja makan.


“makan dulu...” kata Sarah sambil memberikan


piring ke arah Daniel.


Daniel mengangkat kepalanya dan dengan dengan


cepat melahap mie masakan Sarah tanpa bicara apapun.


“pelan – pelan masih panas.” Sarah melihat Daniel


makan dengan buru-buru


Daniel hanya mengangguk. “bisa berikan aku


nasi??” tatapan mata penuh harap tidak bisa ditolak Sarah.


Dengan cepat Sarah kearah dapur dan mengambil


nasi dari penanak nasi. Sarah mengembil dua mangkuk nasi dan meletakkannya di


depan Daniel. Dua mangkuk nasi, telur dadar tomat dan mie instan habis dalam


waktu singkat. Pria dihadapannya melahap makanan seperti sudah 3 hari tidak


makan.


Sarah menatap antara kagum dan kasihan.

__ADS_1


__ADS_2