
Daniel Long masuk kedalam kamar saat Huanran dan Sarah Li saling berpegangan tangan dan tatapan wajah penuh kesedihan seolah mereka akan berpisah dalam waktu yang lama.
Melihat wajah Daniel ada didalam kamar, wajah marah Huanran langsung ditujukan kepada Daniel Long.
“kamu, mama besarkan dengan penuh kasih sayang. Kamu ingin menikahi Sarah kami turuti untuk melamar dirinya dan menikahkan kalian berdua. Setelah kamu mendapatkannya apakah wajar kalau kamu mengabaikannya seperti ini??”
Daniel Long menundukkan kepalanya dan tidak berani menjawab perkataan mamanya.
“kenapa diam??” Suara Huanran menggema diruangan.
“maaf ma…” Daniel masih tertunduk
“kalau kamu memang mencintai Sarah, maka hargailah dia. Kamu membuat keluarga kita kehilangan muka dengan keluarga Li.”
“kalau memang ada wanita lain yang kamu sukai diluar sana, kenapa kamu minta kami menikahkan kalian berdua.
“mama tahu kamu bersalah, karena jika kamu benar kamu akan menatap mata mama ketika sedang bicara.”
Lagi – lagi Daniel terdiam. Sarah hanya jadi penonton melihat mertuanya menumpahkan kekesalannya kepada putra
kandungnya. Hati Sarah tidak tega melihat Daniel yang sedang sakit dimarahi ibu
kandungnya habis – habisan.
“sudah ma….. Biar kami menyelesaikannya sendiri.” Sarah Li merangkul Huanran agar emosinya meredah.
“kamu lihat dia menantu keluarga kita. Sikapnya sangat baik, kamu masih berani mengabaikannya?? Sungguh keterlaluan jika kamu berani menyia – nyiakan dirinya. Seumur hidup kamu boleh pergi dari rumah ini dan jangan pernah kembali lagi.” Bentak Huanran.
“mama…. jangan marah lagi, kami akan bicara baik – baik. Percaya lah kepadaku.” Bujuk Sarah Li
“lihat dia,,,, sangat baik dan sangat pengertian.”
“tolong ya nak…. mama percaya kepadamu” Huanran bicara sambil tersenyum melihat Sarah
“tapi tidak dengan anak yang satu ini.” Huanran melihat Daniel Long dengan marah.
Sarah tersenyum tipis, sambil melihat Huanran pergi keluar dari kamar. Senyum diwajahnya hilang begitu melihat Daniel dihadapannya. Wajah kemerahan dan terlihat lesu seperti tidak bertenaga.
Rasa kesal Sarah Li masih menguasai hatinya, untungnya otaknya masih dingin. Sarah Li tidak ingin kekesalan pada hatinya membuat dirinya berbicara yang tidak –tidak. Ia berjalan ketempat tidur dan kemudian merebahkan tubuhnya ditempat tidur.
Daniel memperhatikan Sarah dan kemudian berjalan kekamar mandi dan tidak lama kemudian Daniel sudah kembali berdiri di posisi yang sama sambil menatap Sarah. Pria ini terlihat bingung harus melakukan apa. Ia melihat Sarah sudah tertidur dengan selimut yang sudah menutupi tubuhnya.
Daniel memutuskan duduk disofa yang berada dbelakang jendela kamar sambil menatap Sarah yang sedang tertidur. Mata Daniel rasa berat, tapi ia melawan dirinya agar tetap terjaga. Daniel menyandarkan tubuhnya, dalam hatinya ia sangat ingin mendekati Sarah tapi mengingat kejadian tadi rasanya Daniel sedikit takut Sarah akan meninggalkan dirinya.
Mata Sarah tiba – tiba terbuka kemudian Sarah menyibakkan selimut ditubuhya dan kemudian berjalan keluar kamar tanpa menoleh kearah Daniel. Sarah menuju kedapur dan kemudian membuka kulkas dan memanaskan makanan yang dibawanya dari kantin kantor tadi. Sarah Li memasukkan bubur kedalam microwave kemudian menyusunnya dalam mangkuk. Ketika sedang menyiapkan makanan, Huanran yang melihat Sarah sedang sibuk didapur mendatanginya.
“mama akan meminta bibi untuk memasak untukmu nak.”
Sarah Li tidak menyadari kehadiran Huanran, begitu mendengarnya bicara Sarah membalikkan tubuhnya dan
melihat Huanran berdiri di pantry dapur.
__ADS_1
“Daniel sedang demam, aku sedang memanaskan bubur untuknya. Sepertinya dia juga belum makan.” Sarah Li kembali menyibukkan dirinya dengan makanan dihadapannya.
“kalian sudah baikan??” Huanran menyelidiki keduanya sekarang
“kami bahkan belum ada bicara sama sekali.” jawab Sarah sambil mencuci pisau yang baru digunakannya untuk
memotong dan mengupas apel.
Senyum ceria diwajah Huanran langsung merekah sempurna. Walau ia mengetahui Sarah Li masih marah kepada Daniel, tapi Sarah masih menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri.
“ma, aku permisi dahulu. Bisa minta tolong?? 15 menit lagi minta bibi masakan mie instan untukku. Kemudian,
bisa bantu aku hubungi dokter Daniel ma.... ” Sarah Li memamerkan gigi depannya yang putih dan bersih. Dalam hati Sarah merasa tidak enak karena menyuruh mertuanya sendiri seperti ini.
“baik sayang, mama nanti akan sampaikan kepada bibi dan akan segera mama hubungi dokter keluarga kita.” Huanran tersenyum puas dan segera berlalu dari hadapan Sarah
Sarah menganggukkan kepalanya dan kemudian berjalan keatas menaiki tangga menuju kamar tidur dirinya dan Daniel. Dalam hati Sarah sebenarnya ingin mengobati Daniel dengan tangannya sendiri, tapi ia merasa tidak ingin berinteraksi dengan pria ini.
Daniel masih duduk diposisi yang sama, matanya terpejam dan bersandar pada sofa satu tangannya menopang
kepalanya.
Sarah meletakkan nampan yang dibawanya di pahanya ketika ia sudah duduk disamping Daniel.
“makan dulu.” kata Sarah dengan datar.
Mendengar suara Sarah, Daniel Long langsung duduk dengan posisi tegak dan menatap Sarah tanpa berkedip
Sarah menyuapkan bubur kepada Daniel, wajahnya langsung berubah menjadi cerah. Sarah memegang kening Daniel dengan telapak tangannya. Sarah Li menggelengkan kepalanya.
“ada banyak hal yang perlu aku tanyakan kepadamu, jawab dengan cepat.
Sarah bertanya kepada Daniel dengan cepat.
“kamu merasa diri kamu hebat??” tanya Sarah dengan ketus
Daniel menggeleng dan menjawab dengan cepat “tidak”.
“merasa kamu di puncak klan tertinggi dan merasa menjadi orang yang paling kuat??”
Daniel menggeleng lagu dan menjawab dengan cepat “tidak”.
“kamu pria single?”
“tidak”
“dinas diluar kota selama beberapa hari, adakah terlintas dihatimu untuk menghubungi aku??”
“ada”
“kenapa tidak dilakukan??”
__ADS_1
“sibuk.”
“punya selingkuhan diluar sana???”
“tentu saja tidak.” Daniel mengerutkan keningnya menatap Sarah
“lebih penting pekerjaan atau kesehatan??”
“keduanya”
“pilih salah satu...” Sarah membesarkan bola matanya menatap Daniel
“pekerjaan.”
Sarah mengangguk karena tidak puas dengan jawaban Daniel.
“kamu sudah menikah???”
“sudah..”
“makan atau pekerjaan??”
“pekerjaan”
“siapa istrimu??”
“Sarah Li.”
“Sarah Li atau pekerjaan??”
“pekerjaan”
Daniel terdiam setelah mengingat ada yang salah dengan jawabannya. Daniel memukul kepalanya sendiri dengan kepalan tangannya, ia merasa kesalahan besar sudah dibuatnya. Kenapa masalah pekerjaan terasa begitu mudah dibandingkan menghadapi seorang Sarah Li
Sarah Li tersenyum mendengar jawaban Daniel.
“besok kamu bersiap menerima gugatan ya....” Sarah Li tersenyum
Daniel Long merasa takut melihat senyum diwajah Sarah.
“kamu makan sendiri.” Sarah Li memberikan mangkuk makan kepada Daniel dengan paksa.
Ketika Sarah berdiri dari sofa, Huanran ternyata sudah berdiri didepan pintu bersama dengan seorang pria
berpakaian dokter. Mata Huanran menatap dingin Daniel. Dalam hatinya berkata, ia sudah terlalu percaya putra nya akan memperbaiki hubungan dengan Sarah Li. Ternyata yang dilakukannya malah memperburuk hubungan mereka berdua.
“kamu pergi periksa pria itu.” kata Huanran kesal
“sayang, ayo kita turun. Makanan sudah siap disajikan.”
Dengan cepat Huanran menarik tangan Sarah Li keluar dari kamar Daniel.
__ADS_1