Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 63


__ADS_3

Setelah pemilik perusahaan Li dan Long berpidato


masalah pekerjaan, mereka mulai membagikan cerita bahagia tentang kedua anak


mereka yang sudah menikah pagi dan memberikan informasi kalau putra dan putri


mereka sudah menikah hari ini.


Dibelakang mereka layar yang tadi tentang


perusahaan ‘one future’ sudah berganti dengan foto – foto candid Sarah dan


Daniel ketika mereka liburan dipulau. Luar biasa, Sarah juga tidak tahu


ternyata Alex juga seorang fotografer yang handal. Ia bisa mengambil gambar


yang bagus mereka berdua tanpa diketahui Sarah. Foto yang disebarkan kali ini


banyak yang belum dilihat Sarah.


Luar biasa, itu yang terucap dibatin Sarah.


Disatu sisi ia merasa hasil gambar Alex perlu diacungi jempol. Tapi disisi


lain, ia merasa tampilan dokumen ini seperti sengaja dibuat untuk hari ini.


Semua orang berdecak kagum dengan cerita cinta Daniel dan Sarah yang


ditampilkan dengan sangat bagus oleh pihak keluarga. Padahal kenyataan jauh


dari yang sebenarnya.


Sarah mengilangkan tangannya sambil menaikkan


alisnya melihat semua dokumentasi mereka berdua yang luar biasa, bahkan ada


video ketika Daniel meminta kedua orang tuanya agar melamar Sarah ketika mereka


sedang berada diruang makan waktu itu. Daniel menarik tubuh Sarah lebih


mendekat kedirinya.


“apa kamu sudah baikan??” tanya Daniel yang masih


fokus dengan  transfer energi.


“terima kasih, sudah lebih baik” jawab Sarah


sambil bergeser sedikit menjauh dari tubuh Daniel.


“apa ada masalah??” tanya Daniel yang merasa


Sarah menjauhi dirinya.


“apa kamu yang merencakan semua ini??”


“bukan kah acara ini dibuat oleh kedua orang tua


kita? Tugasku hanya mengeluarkan dana yang dibutuhkan untuk semua keinginan


kedua orang tua kita.” Daniel berbicara dengan jujur tapi berbeda dengan Sarah


yang tidak terlalu percaya dengan perkataan Daniel.


Sarah memilih tidak menanggapi perkataan Daniel


dan fokus kepada layar LED besar ditengah – tengah panggung. Foto yang


ditunjukan memberikan kesan kalau ada cinta yang bersemi diantara mereka


berdua.


Pembawa acara mendekati mereka berdua.


“selamat atas pernikahan tuan muda Long dan nona


ketiga Li, kami disini sangat penasaran kapan tepatnya perasaan diantara kalian


tumbuh??” pembawa acara menanyakan kepada Sarah, dan Sarah mengalihkan


pandangannya kepada Daniel.


“aku sudah menyukainya ketika aku masih berusia


15 tahun dan dia masih berusia 4 tahun.” jawab Daniel sambil memegang mic yang


diterimanya dari pembawa acara.


“wah,, jadi nona ketiga Li adalah cinta pertama

__ADS_1


anda??”


“ya,,,, “ jawab Daniel singkat sambil tersenyum


menatap Sarah yang masih tidak berekspresi sama sekali.


“nona Li, anda mencintai tuan muda Long?” tanya


pembawa acara


Daniel memberikan mic ditangannya kepada Sarah.


“tidak,” jawab Sarah lugas.


Semua orang terkejut dengan jawaban Sarah, wajah


Andy Li dan Mayleen terlihat merah padam melihat Sarah.


Pembawa acara tampak serba salah dengan jawaban


Sarah, berharap ada jawaban lain yang akan dikatakannya. Ternyata tidak ada,


Sarah menurunkan mic nya dari arah bibirnya kemudian menatap lagi pembawa


acara.


“jadi... apa alasan anda menikah dengan tuan muda


Long..” tanya pembawa acara ragu.


“tidak ada alasan.”


Mendengar jawaban Sarah, Daniel mundur satu


langkah.


“apa karena hubungan kerja sama ini?” Pembawa


acara makin serba salah, disatu sisi ia memiliki tugas membuat acara lebih


meriah, tapi jawaban Sarah malah membuat semua orang memili tanda tanya besar


dikepalanya.


Pembawa acara itu mendekati Sarah dan menurunkan


micnya “nona aku mohon jangan bercanda. Aku bisa kehilangan pekerjaanku karena


Kemudian Sarah melihat kedua orang tuanya yang


menatap Sarah dengan kesal. Kedua saudara perempuannya menggeleng menatap


Sarah, mereka berharap Sarah berhenti berkata yang bisa membuat hubungan


keluarga Li dan Long hancur.


“aku tidak menyukai Daniel Long.” kata Sarah


dengan penuh percaya diri.


Semua orang terkejut diruangan itu, hati Daniel


sakit mendengar perkataan istri yang baru dinikahinya.


Suasana menjadi riuh, para tamu undangan saling


berbisik menatap Sarah yang terlihat kejam dan iba melihat Daniel yang cintanya


bertepuk sebelah tangan. Seorang pria yang memiliki bisnis yang maju, fisik


yang tampan tapi cintanya ditolak mentah – mentah oleh orang yang baru


dinikahinya.


Posisi Daniel sudah menjauh 5 langkah dari Sarah


Li. Sarah berbalik dan menatap Daniel Long yang membatu menatap Sarah yang


sedang menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang pria.


“hari ini memang aku menikahi tuan muda Long,


jujur aku sedang marah kepadanya. Bagaimana mungkin ia melupakan suatu yang


penting dalam pernikahan.”


Daniel mengerutkan keningnya berusaha mengingat


apa yang salah dari semuanya.

__ADS_1


“suami,,,, kamu belum memberikan ku cincin


pernikahan.” Sarah menaikkan ujung bibirnya, ia terlihat kesal.


“aku akan menjelaskan mengenai pertanyaan


pertama. Aku tidak mencintai Daniel Long karena sekarang aku masih menjalani


yang namanya ‘pacaran setelah menikah’. Pria ini  mengungkapkan ingin


menikahiku ketika kami baru bertemu beberapa hari diacara liburan keluarga. Aku


yang tidak mempercayai dengan cinta pada pandangan pertama memilih bersikap


realistis. Seperti yang aku katakan pada saat kami menikah pagi ini.”


Sarah melihat kearah monitor dan bertepatan


dengan video pernikahan tadi pagi. Semua orang terdiam dan mendengarkan apa


yang Sarah katakan kepada Daniel. Kemudian mereka paham dengan apa makud


perkataan Sarah.


“kedua orang tua kami memiliki hubungan yang


romantis setelah menikah berpuluh tahun lamanya. Tentu saja ini seperti sebuah


beban dihatiku, apakah aku bisa menjadi istri yang baik untuk dirinya? Aku


tidak bisa memberikan jawaban pasti tentang hal itu. Karena standart hubungan


pernikahan kedua orang tua kami sangat tinggi.” Sarah menatap para orang tua


yang masih berada di podium secara bergantian.


“kedua saudara perempuanku berkata menikah adalah


suatu kerja sama antara pria dan wanita dalam menjalin hubungan. Jadi aku


merasa jawaban mereka memang benar. Membangun perasaan agar tetap terjalin


dengan baik bukanah hal yang mudah. Dibutuhkan waktu, kesabaran dan kedewasaan


dalam menjalani hubungan ini. Sarah menatap kedua saudara perempuannya yang


berdiri tidak jauh dari Sarah.


Sarah berbalik arah dan mendekat kearah Daniel


yang sudah memegang kotak kecil dari bahan bludru ditangannya.


Sarah tersenyum sambil mengulurkan tangan


kanannya kearah Daniel. Daniel membalas senyuman Sarah dan memakaikan cincin


pernikahannya di jari manis Sarah.


“jangan – jangan nona ketiga Li sudah mengetahui


kalau tuan muda Long sudah menyiapkan cincin pernikahan?” tanya pembawa acara.


“tadi pagi aku sudah mengetahuinya, tapi dia


tidak kunjung memberikannya kepadaku. Sebagai wanita normal, tentu saja aku


khawatir. Bagaimana jika cincin itu bukan untuk ku dan memberikannya kepada


wanita lain?” Sarah memiringkan kepalanya menatap Daniel yang sedang


menggelengkan kepalanya.


Semua orang yang datang tertawa mendengar


perkataan Sarah. Kedua orang tua Sarah tersenyum menatap Sarah, mereka sempat


khwatir kalau putri mereka akan berkata hal yang memalukan keluarga mereka


dihadapan keluarga Long.


Sarah memberanikan diri memeluk Daniel.


“bagaimana.. “ bisik Sarah


“cukup membuatku kesal malam ini ya...” Daniel


bebisik dan kemudian mencium kening Sarah.


Sarah tersenyum bangga karena berhasil membuat

__ADS_1


semua orang terkejut dengan jawaban yang diberikannya tadi.


__ADS_2