
Setelah pemilik perusahaan Li dan Long berpidato
masalah pekerjaan, mereka mulai membagikan cerita bahagia tentang kedua anak
mereka yang sudah menikah pagi dan memberikan informasi kalau putra dan putri
mereka sudah menikah hari ini.
Dibelakang mereka layar yang tadi tentang
perusahaan ‘one future’ sudah berganti dengan foto – foto candid Sarah dan
Daniel ketika mereka liburan dipulau. Luar biasa, Sarah juga tidak tahu
ternyata Alex juga seorang fotografer yang handal. Ia bisa mengambil gambar
yang bagus mereka berdua tanpa diketahui Sarah. Foto yang disebarkan kali ini
banyak yang belum dilihat Sarah.
Luar biasa, itu yang terucap dibatin Sarah.
Disatu sisi ia merasa hasil gambar Alex perlu diacungi jempol. Tapi disisi
lain, ia merasa tampilan dokumen ini seperti sengaja dibuat untuk hari ini.
Semua orang berdecak kagum dengan cerita cinta Daniel dan Sarah yang
ditampilkan dengan sangat bagus oleh pihak keluarga. Padahal kenyataan jauh
dari yang sebenarnya.
Sarah mengilangkan tangannya sambil menaikkan
alisnya melihat semua dokumentasi mereka berdua yang luar biasa, bahkan ada
video ketika Daniel meminta kedua orang tuanya agar melamar Sarah ketika mereka
sedang berada diruang makan waktu itu. Daniel menarik tubuh Sarah lebih
mendekat kedirinya.
“apa kamu sudah baikan??” tanya Daniel yang masih
fokus dengan transfer energi.
“terima kasih, sudah lebih baik” jawab Sarah
sambil bergeser sedikit menjauh dari tubuh Daniel.
“apa ada masalah??” tanya Daniel yang merasa
Sarah menjauhi dirinya.
“apa kamu yang merencakan semua ini??”
“bukan kah acara ini dibuat oleh kedua orang tua
kita? Tugasku hanya mengeluarkan dana yang dibutuhkan untuk semua keinginan
kedua orang tua kita.” Daniel berbicara dengan jujur tapi berbeda dengan Sarah
yang tidak terlalu percaya dengan perkataan Daniel.
Sarah memilih tidak menanggapi perkataan Daniel
dan fokus kepada layar LED besar ditengah – tengah panggung. Foto yang
ditunjukan memberikan kesan kalau ada cinta yang bersemi diantara mereka
berdua.
Pembawa acara mendekati mereka berdua.
“selamat atas pernikahan tuan muda Long dan nona
ketiga Li, kami disini sangat penasaran kapan tepatnya perasaan diantara kalian
tumbuh??” pembawa acara menanyakan kepada Sarah, dan Sarah mengalihkan
pandangannya kepada Daniel.
“aku sudah menyukainya ketika aku masih berusia
15 tahun dan dia masih berusia 4 tahun.” jawab Daniel sambil memegang mic yang
diterimanya dari pembawa acara.
“wah,, jadi nona ketiga Li adalah cinta pertama
__ADS_1
anda??”
“ya,,,, “ jawab Daniel singkat sambil tersenyum
menatap Sarah yang masih tidak berekspresi sama sekali.
“nona Li, anda mencintai tuan muda Long?” tanya
pembawa acara
Daniel memberikan mic ditangannya kepada Sarah.
“tidak,” jawab Sarah lugas.
Semua orang terkejut dengan jawaban Sarah, wajah
Andy Li dan Mayleen terlihat merah padam melihat Sarah.
Pembawa acara tampak serba salah dengan jawaban
Sarah, berharap ada jawaban lain yang akan dikatakannya. Ternyata tidak ada,
Sarah menurunkan mic nya dari arah bibirnya kemudian menatap lagi pembawa
acara.
“jadi... apa alasan anda menikah dengan tuan muda
Long..” tanya pembawa acara ragu.
“tidak ada alasan.”
Mendengar jawaban Sarah, Daniel mundur satu
langkah.
“apa karena hubungan kerja sama ini?” Pembawa
acara makin serba salah, disatu sisi ia memiliki tugas membuat acara lebih
meriah, tapi jawaban Sarah malah membuat semua orang memili tanda tanya besar
dikepalanya.
Pembawa acara itu mendekati Sarah dan menurunkan
micnya “nona aku mohon jangan bercanda. Aku bisa kehilangan pekerjaanku karena
Kemudian Sarah melihat kedua orang tuanya yang
menatap Sarah dengan kesal. Kedua saudara perempuannya menggeleng menatap
Sarah, mereka berharap Sarah berhenti berkata yang bisa membuat hubungan
keluarga Li dan Long hancur.
“aku tidak menyukai Daniel Long.” kata Sarah
dengan penuh percaya diri.
Semua orang terkejut diruangan itu, hati Daniel
sakit mendengar perkataan istri yang baru dinikahinya.
Suasana menjadi riuh, para tamu undangan saling
berbisik menatap Sarah yang terlihat kejam dan iba melihat Daniel yang cintanya
bertepuk sebelah tangan. Seorang pria yang memiliki bisnis yang maju, fisik
yang tampan tapi cintanya ditolak mentah – mentah oleh orang yang baru
dinikahinya.
Posisi Daniel sudah menjauh 5 langkah dari Sarah
Li. Sarah berbalik dan menatap Daniel Long yang membatu menatap Sarah yang
sedang menjatuhkan harga dirinya sebagai seorang pria.
“hari ini memang aku menikahi tuan muda Long,
jujur aku sedang marah kepadanya. Bagaimana mungkin ia melupakan suatu yang
penting dalam pernikahan.”
Daniel mengerutkan keningnya berusaha mengingat
apa yang salah dari semuanya.
__ADS_1
“suami,,,, kamu belum memberikan ku cincin
pernikahan.” Sarah menaikkan ujung bibirnya, ia terlihat kesal.
“aku akan menjelaskan mengenai pertanyaan
pertama. Aku tidak mencintai Daniel Long karena sekarang aku masih menjalani
yang namanya ‘pacaran setelah menikah’. Pria ini mengungkapkan ingin
menikahiku ketika kami baru bertemu beberapa hari diacara liburan keluarga. Aku
yang tidak mempercayai dengan cinta pada pandangan pertama memilih bersikap
realistis. Seperti yang aku katakan pada saat kami menikah pagi ini.”
Sarah melihat kearah monitor dan bertepatan
dengan video pernikahan tadi pagi. Semua orang terdiam dan mendengarkan apa
yang Sarah katakan kepada Daniel. Kemudian mereka paham dengan apa makud
perkataan Sarah.
“kedua orang tua kami memiliki hubungan yang
romantis setelah menikah berpuluh tahun lamanya. Tentu saja ini seperti sebuah
beban dihatiku, apakah aku bisa menjadi istri yang baik untuk dirinya? Aku
tidak bisa memberikan jawaban pasti tentang hal itu. Karena standart hubungan
pernikahan kedua orang tua kami sangat tinggi.” Sarah menatap para orang tua
yang masih berada di podium secara bergantian.
“kedua saudara perempuanku berkata menikah adalah
suatu kerja sama antara pria dan wanita dalam menjalin hubungan. Jadi aku
merasa jawaban mereka memang benar. Membangun perasaan agar tetap terjalin
dengan baik bukanah hal yang mudah. Dibutuhkan waktu, kesabaran dan kedewasaan
dalam menjalani hubungan ini. Sarah menatap kedua saudara perempuannya yang
berdiri tidak jauh dari Sarah.
Sarah berbalik arah dan mendekat kearah Daniel
yang sudah memegang kotak kecil dari bahan bludru ditangannya.
Sarah tersenyum sambil mengulurkan tangan
kanannya kearah Daniel. Daniel membalas senyuman Sarah dan memakaikan cincin
pernikahannya di jari manis Sarah.
“jangan – jangan nona ketiga Li sudah mengetahui
kalau tuan muda Long sudah menyiapkan cincin pernikahan?” tanya pembawa acara.
“tadi pagi aku sudah mengetahuinya, tapi dia
tidak kunjung memberikannya kepadaku. Sebagai wanita normal, tentu saja aku
khawatir. Bagaimana jika cincin itu bukan untuk ku dan memberikannya kepada
wanita lain?” Sarah memiringkan kepalanya menatap Daniel yang sedang
menggelengkan kepalanya.
Semua orang yang datang tertawa mendengar
perkataan Sarah. Kedua orang tua Sarah tersenyum menatap Sarah, mereka sempat
khwatir kalau putri mereka akan berkata hal yang memalukan keluarga mereka
dihadapan keluarga Long.
Sarah memberanikan diri memeluk Daniel.
“bagaimana.. “ bisik Sarah
“cukup membuatku kesal malam ini ya...” Daniel
bebisik dan kemudian mencium kening Sarah.
Sarah tersenyum bangga karena berhasil membuat
__ADS_1
semua orang terkejut dengan jawaban yang diberikannya tadi.