Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 79


__ADS_3

Sampai dirumah sakit Nana sudah sadar dan sedang duduk bersandar di tempat tidur rumah sakit.


“Sarah Li…” suara Nana bergema diruangan kamar rumah sakit begitu melihat Sarah masuk kedalam kamarnya. Mata Nana berkaca – kaca melihat Sarah Li dalam kondisi baik berdiri dihadapannya.


Sarah dengan cepat berlari kearah Nana sambil membentangkan kedua tangannya dan memeluk Nana dengan erat.


“kau mengkhawatirkan ku atau mau membunuhku…” keluh Nana yang menerima pelukan sangat erat dari Sarah Li dibagian lehernya


Sarah Li tertawa sambil melepaskan pelukannya. “kau membuatku khawatir… kenapa kamu tidak mendengarkan perkataanku dari awal. Jika kita tidak masuk kedalam bangunan itu, aku rasa tidak akan ada hal buruk terjadi pada kita berdua.” Nana mengerucutkan bibirnya menatap Sarah Li


James dan Daniel Long berdiri di depan tempat tidur Nana sambil melihat mereka berdua  yang sibuk dengan diri mereka sendiri.


“maafkan aku, kamu tahu…. jiwa petualangan ku serasa terpanggil dari semalam hingga pagi ini.” jawab Sarah sambil tersenyum


“jiwa petualang apanya. Kamu tahu,,,, kita hampir saja meninggal dunia. Untung saja para petugas keamanan


mendengar teriakan kita dan dengan cepat menolong kita berdua.” Nana bicara dengan sangat semangat hingga ia lupa leher belakangnya masih sakit karena pukulan dari orang yang tidak dikenal.


Nana meringis kesakitan sambil memegang lehernya.


“kamu ini, terlalu aktif. Sudah tahu masih sakit.” Sarah melihat leher belakang Nana yang kebiruan.


“astaga… separah ini luka yang kamu alami…. Aku akan pukul kepala orang yang berani memukul orang ku sampai seperti ini.” Sarah mengepalkan tangannya sambil menatap kesal kearah Nana.


“suamiku,,, apakah kamu akan tinggal diam melihat hal buruk menimpa orang ku?” Sarah mengalihkan


pandangannya kepada Daniel yang berdiri dibelakangnya sambil membesarkan matanya.


Daniel yang mendengar kata ‘suami’ pertama kali dari mulut Sarah Li hampir terbang kelangit karena


senangnya. Senyum tipis di bibir Daniel Long langsung merekah dibibirnya. James memperhatikan Daniel, menyenggol lengan Daniel yang berdiri membatu sambil tersenyum. James menilainya seperti orang gila atau sedang kehilangan kesadaran.


James melirik kearah Daniel, baru kali ini ia melihat bosnya seperti ini. Benar – benar bukan seperti Daniel


Long.

__ADS_1


“e hem… “ Daniel Long berdeham untuk mengembalikan suasana hatinya.


“aku sudah memerintahkan orangku untuk melakukan penyelidikan. Selama masa itu, kalian akan dijaga dengan


orangku.” Daniel melihat kearah James sambil memasukkan satu tangannya disaku celana.


“baik pak, saya sudah memastikan orang – orang itu akan menjaga nyonya muda Long dan nona Nana.”


James melihat jam tangannya “sekitar 10 menit lagi mereka akan sampai disini.” lanjut James bicara.


“baguslah… “jawab Daniel sambil menganggukkan kepalanya.


“kamu sudah dengar Nana cantik. Suamiku akan melindungi keselamatan kita. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” Sarah berkata seolah semuanya baik – baik saja, padahal dalam hati Sarah juga


merasa khawatir dengan keselamatan dirinya sendiri.


“kamu tahu, tadi aku sangat takut ketika kamu tiba – tiba hilang, padahal baru beberapa detik aku melihat kamu


ada disampingku.”


Nana memeluk Sarah Li, “sudah lah… sudah lah… kita akan baik – baik saja.” Nana berkata sambil menepuk –


nepuk punggung Sarah .


Nana paling memahami Sarah, walau terlihat kuat Sarah adalah wanita yang paling rapuh. Ia lebih memilih menyimpan semua perasaan sedih, risau dan kesalnya dalam hati dari pada mengeluarkannya. Karena Sarah tidak ingin dikatakan sebagai wanita lemah.


Mata Sarah berkaca – kaca sambil memeluk Nana. “aku berjanji tidak akan membuat dirimu dalam masalah lagi.” Sarah mengedip – ngedipkan matanya dihadapan Nana, berharap dengan pose manis seperti ini dia akan segera melupakan kejadian buruk pada hari ini.


“Aaah… percuma aku tidak akan mudah dibujuk diwajah malaikat seperti itu.” Nana memalingkan pandangannya


mencoba menggoda Sarah Li.


“kamu sahabatku atau bukan?? kenapa datang kemari tapi tidak membawa makan siang sama sekali. Aku sudah hampir mati kelaparan.” Nana memegang perutnya dan menunjukkan wajahnya sambil meringis.


“Aku juga belum makan…” Sarah mengerucutkan bibirnya juga dan saling menatap dengan Nana. Dengan kompak mereka berdua melihat kearah Daniel dan James.

__ADS_1


Daniel dan James menjadi merasa ada yang salah. Mereka saling berpandangan dengan kaku kemudian mellihat kembali kearah Nana dan Sarah yang masih menatap mereka dengan penuh harap.


“makan siang sudah dipesan. Akan segera sampai.”


Begitu James selesai bicara seorang pria muda mengantarkan makan siang untuk mereka. Wajah senang langsung terlihat di wajah Nana dan Sarah.


Kedua wanita ini berbicara tanpa henti tentang semua hal. Sebentar berbicara sebagai atasan dan bawahan,


sebentar lagi berbicara sebagai sahabat, dilain topik pembicaraan seperti seorang anak kepada orang tuanya.


Daniel dan James menjadi pendengar setia untuk mereka berdua. Mereka berdua tidak menyadari kalau pengawal mereka sudah berdiri didepan kamar menjaga mereka berdua.


“mereka berdua lebih mirip seperti suami istri dibandingkan kamu dan nona ketiga Li.” James bicara sambil bergaya menyindir Daniel Long.


“hati – hati dengan bicara mu. Nona ketika Li sangat berbeda dengan ku. Dia lebih keras dalam masalah pekerjaan dan juga menghukum orang lain. Aku rasa kamu juga pernah mendengar mengenai hal ini bukan??”  ancam Daniel


“sejak menikah sepertinya kamu punya hobi baru.” James melirik tajam kearah Daniel


Daniel tersenyum menarik ujung bibirnya. “berarti menikah memiliki efek positif dalam kehidupanku.” Daniel bicara sambil menyilangkan kaki. Menunjukkan kekuatan yang dimilikinya.


Dokter datang memeriksa lagi keadaan Nana. James dan Daniel masih duduk dikursi tamu kamar sambil terus memperhatikan dokter dan perawat memeriksa Nana. Setelah mendapatkan informasi dari dokter kalau Nana sudah boleh pulang dengan semangat Nana segera duduk ditempat tidurnya sambil menyilangkan kakinya sambil berkata.


“bantu aku lepaskan ini…” Nana dengan wajah senang sambil mengangkat tangan kanannya yang menggantung jarum infus.


Perawat yang ikut memeriksa Nana tersenyum dibuatnya dan berkata “baik nona, saya akan segera melepaskannya.”


“rasanya sangat melegakan bisa terlepas dari jarum ini. Walau dia tidak benda mati, aku selalu merasa dia seperti monster dengan wajah yang mengerikan berdiri dihadapanku.” Nana mengerucutkan bibirnya


Sarah Li menyentil kening Nana “sudah berkali – kali aku katakan untuk berhenti terlalu banyak berimajinasi.”


“kamu yang terlalu banyak imajinasi, kamu mengatakan manusia ular lah.. dilain hari kamu mengatakan kamu sudah berusia ratusan tahun. Kamu lebih cocok menjadi seorang novelis dari pada seorang direktur pelaksana perusahaa Li. Paham.” Nana membesarkan matanya saat melihat kearah Sarah


Perawat dan dokter yang mendengar mereka berdua bicara hanya tertawa mendengar mereka berdua. Sedangkan James dan Daniel Long saling menatap waspada kearah Nana dan Sarah Li.


Rahasia sebesar ini dibuka oleh seorang Sarah Li dengan begitu mudahnya kepada manusia biasa seperti Nana. Sangta sulit dicerna oleh akal sehat mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2