
Sarah Li melihat kearah sekitar, hanya ada satu rumah makan dengan tulisan korea didepan matanya. Sarah Li masuk kerestoran lebih dahulu dan ternyata Andrew sudah ada didalam tempat yang sama.
“pak Andrew anda disini??” sapa Sarah Li
“nona ketiga Li….” Andrew tampak terkejut melihat Sarah dihadapannya.
Andrew berdiri dengan terburu – buru dan menyapa Sarah Li “anda disini??”
“ya… sungguh sangat kebetulan ya…” Sarah Li tersenyum sambil menjawab perkataan Andrew
“nona ketiga Li, anda makan dengan mereka….” Andrew melihat kearah empat pengawal yang ada disamping kanan, kiri dan belakang Sarah Li. Melihat dirinya dengan tajam seolah akan menelannya hidup – hidup.
Sarah Li memperhatikan pengawal yang menjaganya memang membuat dirinya dan orang yang sedang berbicara dengan dirinya menjadi tidak nyaman.
“tidak…. tidak…. aku makan dengan…. suamiku….” jawab Sarah dengan ragu sambil tersenyum terpaksa melihat Andrew.
“pak Andrew, kebetulan sekali..” Sapa Daniel yang sudah berdiri belakang Sarah Li sambil merangkul istrinya.
“maaf menunggu lama ya sayang..” Daniel mencium kening Sarah.
Sarah ingin menghindar tapi sayangnya gerakan Daniel lebih cepat dari pada yang dibayangkannya. Sarah
tersenyum canggung dihadapan Andrew.
‘Pria ini kenapa harus menujukkan hal intim dihadapan orang lain, buat malu saja…’ batin Sarah Li.
Sarah tersenyum melihat Daniel yang sudah melingkarkan tangannya di pinggang Sarah Li. Sarah ikut melingkarkan tangannya. Tapi ia sempatkan untuk mencubit punggung Daniel.
Daniel sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan Sarah, ia menatap Sarah sekilas kemudian tersenyum sambil
menaikkan alis matanya. Pengawal yang berada dibelakang mereka berdua sempat menundukkan pandangannya untuk melihat perdebatan tidak kasat mata kedua pasangan suami istri ini.
“baiklah pak Andrew, kami tidak akan menganggu lagi. Silahkan lanjutkan makan anda.” Daniel menganggukkan
kepala kemudian berputar arah meninggalkan Andrew bersama seorang temannya.
Daniel memilih meja didekat jendela. Sarah Li masih melihat keempat pengawal menjaga mereka. 2 orang berada diluar tepat disamping jendela mereka dan 2 lagi ada didalam.
“tuan muda Long, bisa aku meminta sesuatu kepada mu??”
__ADS_1
Daniel dengan semangat memajukkan tubuhnya kearah Sarah yang duduk dihadapannya.
“apa itu istriku??” “bisakah kamu membuat mereka menyingkir dari hadapanku? Mataku sakit setiap kali melihat mereka berada disampingku.” keluh Sarah
“sudah banyak hal buruk terjadi disekitar kita. Jadi lebih baik meningkatkan kewaspadaan.”
“bukan kah kamu klan naga?? klan yang paling terkuat didunia ini. Tidak ada satu pun klan yang bisa mengalahkan
kalian. Kenapa harus takut???” Sarah
menaikkan ujung bibirnya ketika bicara kepada Daniel
“ketika kamu bersama ku, kamu tidak memerlukan perlindungan. Masalahnya adalah aku tidak selalu ada
disampingmu. Setiap orang bisa menjadi musuh dalam selimut…. Daniel menghentikan bicaranya ketika pelayan memberikan buku menu kepada mereka.
Tanpa rasa sungkan Sarah memilih makanan sampai 6 jenis menu. Daniel hanya memandangi Sarah yang sedang memesan makanan sambil melipat kedua tangannya didada. Dia juga tidak bertanya apakah semua makanan itu akan habis oleh mereka atau tidak. Ia tidak mau istrinya marah kepada dirinya hanya karena hal kecil seperti ini.
Setelah pelayan pergi, Sarah Li yang sedang menopang dagu di tangan kanannya kembali menatap Daniel.
“bisa jelaskan kepadaku apa yang
terjadi dengan Nana sebenarnya??” Sarah menatap tajam kearah Daniel.
Sarah menghentikan nafas sejenak… perkataan Daniel lebih mengerikan dari bayangan dirinya.
“apakah separah itu???”
“sayang,, kamu tidak mempunyai sahabat sama sekali. Hanya Nana, manusia biasa yang dekat denganmu. Mereka jelas tidak berani menganggu kedua putri keluarga Li, yang memang tidak perlu diragukan kekuatannya. Jelas, mereka tidak akan meyakiti mereka maupun suami mereka.”
“bukan kah Chandra juga manusia biasa??” tanya Sarah yang merasa tidak puas dengan pernyataan Daniel.
“Chandra memang manusia biasa, tapi salah satu orang tuanya adalah manusia klan kucing. Dia terlahir sebagai
manusia biasa, tapi jika ada yang menganggu dirinya sewaktu – waktu kekuatannya bisa bangkit.”
Daniel teringat pada saat mereka berlibur dipulau dan akan pergi mincing bersama Chandra dan para pria lainnya. Saat itu, semua orang melawan serangan dari kedua klan yang sedang bertarung. Daniel masih ingat ketika Chandra tiba – tiba mengeluarkan cahaya energi merah dari dalam tubuhnya ketika ia sedang tersudut oleh musuh. Setelah mereka berhasil dikalahkan, Chandra jatuh pingsan dan ketika ditanya masalah yang sama
ia tidak ingat sama sekali apa yang terjadi pada saat itu.
__ADS_1
Ia hanya melihat samar – samar kejadiannya. Seperti sebuah mimpi, semuanya tidak nyata.
Sarah Li mengangguk mendengar penjelasan Daniel dan disaat yang bersamaan pelayan menghidangkan makanan dimeja mereka.
Mata Sarah berkilat melihat makanan tersaji dengan sempurna dihadapannya. Kemudian ia meletakkan sumpit
makannya lagi dan melihat kearah Daniel.
“apa yang akan terjadi dengan Nana…”
“aku akan jelaskan, kamu lanjut makan saja.” Kata Daniel sambil menaikkan alisnya melihat kearah makanan.
Sarah tersenyum puas, pria dihadapannya ini sangat memahami apa yang diinginkkannya saat ini.
“Nasib Nana sedang tidak bagus sekarang ini. Ia sudah beberapa kali menjadi incaran klan yang juga mengincar
dirimu. Ia sekarang sudah berada ditempat paling aman di klan naga. Kamu tidak perlu khawatir. Setidaknya ia harus disana sampai semua urusanmu selesai. Sampai energi dirimu melebur sempurna didalam tubuhmu. Sebelum saat itu terjadi, Nana masih dalam bahaya.”
Sarah terdiam dan tidak bisa menelan makanannya dengan sempurna.
“bagaimana…..bagaimana caranya agar energi itu melebur…” Sarah menatap lurus Daniel Long.
“pertama, kamu sendiri yang melakukannya. Dengan kemampuanmu yang meningkat, kamu akan bisa dengan mudah meleburkan cristal energi dalam tubuhmu. Kalau dengan cara ini mungkin akan butuh waktu yang sangat lama” mata Daniel menerawang jauh ketika membahas masalah ini.
“berapa lama???”
“tidak bisa dipastikan. Semua tergantung dengan dirimu. Prosesnya sama seperti ketika kamu mutasi dari ular
menjadi manusia. Bisa jadi dibutuhkan waktu beratus – ratus tahun lamanya.”
Sarah Li tidak sengaja menjatuhkan sumpit ditangannya. Mau tidak mau mengalami tekanan selama itu.
Teror beberapa hari belakangan ini sudah membuat dirinya sangat tertekan bahkan hampir depresi. Walau Nana sudah meninggal dunia, ia tetap saja menjadi bulan – bulanan klan tersebut.
“apakah ada cara lain…” suara Sarah bergetar ketika menanyakan hal ini kepada Daniel.
“ada,,,”
Sarah memajukan tubuhnya menempelkan tubuhnya ke meja, dan dengan penuh harap menunggu jawaban Daniel Long.
__ADS_1
“kita harus segera memiliki anak…..”
“APA…” suara Sarah membuat pengunjung lain terkejut dan melihat kearah mereka berdua. Sarah melihat kearah sekitar dan menyadari kesalahannya. Ia tersenyum dengan sungkan sambil menganggukkan kepala meminta maaf karena sudah menganggu ketenangan dalam restoran.