Pangeran Naga Dan Putri Ular

Pangeran Naga Dan Putri Ular
BAB 37


__ADS_3

Sarah menatap wajah Daniel, matanya tepat didagu


pria yang sedang menatap tajam dirinya, Sarah bisa merasakan nafas Daniel


dikeningnya. Dengan berani Sarah menaikkan pandangannya. Daniel menundukkan


wajahnya.


“nona ketiga Li, aku tidak tertarik untuk


menceritakan kepada kedua orang tuaku, kalau wanita pilihan mereka tidak


memiliki perasaan apapun kepada ku. Dan aku juga tidak ada niat untuk mengeluh


atau membatalkan rencana mereka. Jadi sebaiknya nona ketiga Li, jangan terlalu


banyak berpikir.”


Sarah mendengar semua perkataan Daniel dengan


memperhatikan bibir dan matanya secara bergantian. Ia baru menyadari bibir


tipis pria ini bisa sangat menarik seperti sekarang ini. Tubuh pria ini bisa


memancarkan kehangatan yang bisa dirasakan kulit Sarah. Matanya yang tegas


hanya semakin memperkuat pesona ketampanan seorang Daniel Long.


Jantung Sarah berdetak dengan cepat. Darahnya


berdesir tidak karuan. Pikirannya melayang entah kemana. Tangannya naik


memegang dada Daniel, seolah tanpa kendali. Daniel memperhatikan telapak tangan


Sarah yang sudah berada didadanya.


Senyum tipis diwajah Daniel, “nona ketiga Li...


jangan katakan kamu sudah jatuh cinta padaku?” Daniel bicara dengan penuh


percaya diri, membuat Sarah yang sudah berada diatas awan langsung jatuh


kebumi.


“tuan muda Long terlalu percaya diri.” Sarah


dengan cepat mendorong tubuh Daniel.


Sarah lupa kalau Daniel belum belum sembuh. Satu


gerakan kecil Sarah, membuat Daniel muntah darah. Sarah menutup mulutnya, ia


melukai Daniel lagi. Daniel akan membuka pintu kamar Sarah, dengan satu gerakan


cepat Sarah mengunci pintu dan memegang kunci kamar.


Daniel menyulurkan tangannya, meminta kunci kamar


agar segera dibuka.


Sarah menggelengkan kepalanya, Daniel berusaha


merebut kuncinya. Entah ide gila dari mana, Sarah memasukkan kunci kamarnya


kedalam pakaian dalam dadanya. Daniel dengan cepat mengalihkan pandangannya


ketika Sarah memasukkan kunci kedalam pakaian di dadanya.


Daniel dengan cepat masuk kedalam kamar mandi.


Sarah mengikutinya, ia melihat Daniel muntah darah dan setelah berkumur, Sarah


melihat bibir Daniel pucat seperti semalam sore. Sarah menjadi merasa bersalah.


Kenapa ia bisa bertubi – tubi melakukan kesalahan. Seperti bukan dirinya, yang


selalu berbuat terbaik tanpa melakukan kesalahan.


Sarah mengusap bibir Daniel yang basah, dengan


cepat Daniel merebut tisu dari tangan Sarah kemudian berjalan keluar kamar dan


berdiri didepan pintu.


“buka....” kata Daniel


“tidak..” kata Sarah dengan tegas. Sarah berjalan


kearah tempat tidur dan mengambil ponsel nya.


“aku harus beristirahat.” jelas Daniel.


Sarah melirik kearah tempat tidur sambil


meletakkan ponselnya di telinganya.

__ADS_1


Tidak ada pilihan, fisiknya butuh beristirahat.


Daniel berjalan kearah sofa panjang dan berbaring. Kemudian memejamkan matanya.


Sarah mencari nomor Mayleen dan segera


menghubunginya.


“halo mama..... bagaimana ini, Daniel muntah


darah karena tidak sengaja aku memegang dadaya terlalu kuat."


Daniel menatap tajam Sarah, tidak sengaja? Jelas


– jelas ia memukul dadanya. Sarah melihat Daniel sedang menatap tajam


kearahnya, tatapan mata tidak senang terlihat jelas dalam sorot matanya. Sarah


segera pura – pura tidak melihat Daniel.


Mayleen memiliki energi penyembuh. Jadi pasti


mamanya mengetahui solusi apa yang harus dilakukannya saat ini.


“dimana ia sekarang?” tanya Mayleen


“dikamar ku.”


“sebentar...”


Mayleen diam sejenak, untuk memastikan kondisi


Daniel dari jarak jauh.


“Sayang,.,,, apa yang kamu lakukan. Sekarang


hanya kamu yang bisa menyembuhkan.”


“aku...” Sarah memegang dadanya seolah menunjuk


dirinya kemudian melihat kearah Daniel yang sudah memejamkan matany.


“ya.... energi penyembuh dari kamu akan


membuatnya cepat pulih.”


“aku tidak pernah menyembuhkan siapapun ma,,, “


Sarah Li mulai meragukan kemampuan dirinya dan kembali menatap Daniel.


dadanya.


“karena kamu belum pernah mencoba. Energi kamu


jauh lebih baik untuk Daniel dibandingkan dengan mama. Dalam diri kamu ada


energi dari klan naga dan klan ular yang bertaut menjadi satu. Dan dari


keluarga Li, hanya kamu yang memiliki energi penyembuh yang sempurna.” jelas


Mayleen


“mama yakin?” tanya Sarah dengan ragu


“tentu saja. Baringkan dia ditempat tidur. Fokuskan


energi yang kamu miliki. Letakkan tanganmu didadanya, konsentrasi mengalirkan


energi dari tubuh kamu ke dia.”


“apa dengan begitu energi ku akan berpindah??


atau bagaimana” tanya Sarah


“karena ini pertama kalinya, tentu saja kamu


harus konsentasi memindahkan energi kamu dengan begitu pasti akan berpindah ke


tubuh Daniel. Mama percaya kamu bisa melakukannya dengan baik"


“baiklah ma... aku tutup dulu panggilannya.”


Sarah membuka selimut, dan kemudian berjalan


kearah sofa.


“tidur ditempat tidur, aku akan mencoba


mengobatimu.”


Daniel hanya diam, tiba – tiba ia duduk berlari


kearah kamar mandi. Lagi – lagi pria itu muntah darah. Tubuh Sarah bergetar


melihat Daniel yang seperti ini. Satu kesalahan bodoh yang dilakukannya bisa

__ADS_1


berakbiat fatal seperti ini. Sarah membersihkan darah di westafel kemudian


menyeka mulut Daniel.


Daniel kali ini hanya diam saja, kedua tanganya


bepegangan pada meja westafel yang tebuat dari keramik berwarna putih. Tubuhnya


kembali tidak bertenaga,jadi ia membiarkan Sarah melalukan hal semaunya. Kaos


putih Daniel sudah penuh dengan bercak darah.


“masih mual??” tanya Sarah.


Daniel mengangguk pelan. Kemudian Daniel muntah


darah lagi dan kali ini lebih banyak. Sarah membuka baju Daniel dan memegang


dadanya sambil memejamkan mata. Daniel merasakan ada energi hangat yang masuk


kedalam tubuhnya.


“sudah, jangan habiskan energimu. Aku istrahat


saja.”kata Daniel sambil menyingkirkan tangan Sarah dari dadanya yang tidak


mengenakan pakaian sama sekali. Daniel hanya mengenakan celana pendek berjalan


terhuyung ke tempat tidur. Sarah dengan sabar mengikutinya karena bagaimana pun


ini adalah kesalahannya. Membuat Daniel kesal hanya menambah masalah saja


pikirinya.


Setelah Daniel naik ke tempat tidur, Sarah duduk


ditempat tidur dan meletakkan tangannya didada Daniel.


Daniel menyingkirkan tangan Sarah dari dadanya.


“DANIEL LONG.” kata Sarah kesal.


“apa kamu tahu apa yang akan terjadi jika kamu


melakukan hal ini??”


“tahu.. jangan dikte aku” jawab singkat Sarah


dengan suara kuat.


“kalau tahu jangan lakukan.”


“bukan kah ada kamu... jika aku kehabisan energi


ada kamu yang menggendongku? Ketika sedang karoke dan aku tertidur bukan kah


kau yang menggendongku. Bahkan jika aku sudah tidak sanggup bergerak bukankah


ada kamu yang akan menyuapi ku makanan. Kenapa kamu perhitungan sekali..” jawab


Sarah tanpa berpikir panjang.


“Nona ketiga Li pasti salah paham. “ jawab Daniel


sambil mengalihkan pandangannya dari Sarah.


Sarah tidak mau mendengar perkatan Daniel lagi,


ia meletakkan tangannya didada Daniel dan mulai berkosentrasi melakukan


pengobatan kepada Daniel. Sarah memejamkan matanya, dan mulai mengalirkan


energi ketubuh Daniel.


Ketika melakukan pemindahan energi, Sarah bisa


melihat jantung Daniel terluka parah. Pengobatan yang dilakukan mamanya hanya


bisa menyembuhkan 20 persen luka ditubuhnya.


Sarah bisa melihat sedikit demi sedikit bisa


melihat bagian tubuh Daniel yang terluka. Energi dari tubuh Sarah memperbaiki


tubuh Daniel yang terluka. Daniel tidak bisa melakukan apapun ketika Sarah


sudah melakukan transfer energi. Tubuhnya terasa dikunci oleh Sarah, tidak bisa


bergerak sama sekali.


Hampir satu jam Sarah melalukan pengobatan kepada


Daniel dan luka yang ada di dalam tubuhnya benar – benar sembuh total. Energi


yang cukup besar sudah dikeluarkan Sarah, membuat dirinya tidak sadarkan diri

__ADS_1


dan jatuh pingsan di sebelah Daniel.


__ADS_2