
Sarah menatap wajah Daniel, matanya tepat didagu
pria yang sedang menatap tajam dirinya, Sarah bisa merasakan nafas Daniel
dikeningnya. Dengan berani Sarah menaikkan pandangannya. Daniel menundukkan
wajahnya.
“nona ketiga Li, aku tidak tertarik untuk
menceritakan kepada kedua orang tuaku, kalau wanita pilihan mereka tidak
memiliki perasaan apapun kepada ku. Dan aku juga tidak ada niat untuk mengeluh
atau membatalkan rencana mereka. Jadi sebaiknya nona ketiga Li, jangan terlalu
banyak berpikir.”
Sarah mendengar semua perkataan Daniel dengan
memperhatikan bibir dan matanya secara bergantian. Ia baru menyadari bibir
tipis pria ini bisa sangat menarik seperti sekarang ini. Tubuh pria ini bisa
memancarkan kehangatan yang bisa dirasakan kulit Sarah. Matanya yang tegas
hanya semakin memperkuat pesona ketampanan seorang Daniel Long.
Jantung Sarah berdetak dengan cepat. Darahnya
berdesir tidak karuan. Pikirannya melayang entah kemana. Tangannya naik
memegang dada Daniel, seolah tanpa kendali. Daniel memperhatikan telapak tangan
Sarah yang sudah berada didadanya.
Senyum tipis diwajah Daniel, “nona ketiga Li...
jangan katakan kamu sudah jatuh cinta padaku?” Daniel bicara dengan penuh
percaya diri, membuat Sarah yang sudah berada diatas awan langsung jatuh
kebumi.
“tuan muda Long terlalu percaya diri.” Sarah
dengan cepat mendorong tubuh Daniel.
Sarah lupa kalau Daniel belum belum sembuh. Satu
gerakan kecil Sarah, membuat Daniel muntah darah. Sarah menutup mulutnya, ia
melukai Daniel lagi. Daniel akan membuka pintu kamar Sarah, dengan satu gerakan
cepat Sarah mengunci pintu dan memegang kunci kamar.
Daniel menyulurkan tangannya, meminta kunci kamar
agar segera dibuka.
Sarah menggelengkan kepalanya, Daniel berusaha
merebut kuncinya. Entah ide gila dari mana, Sarah memasukkan kunci kamarnya
kedalam pakaian dalam dadanya. Daniel dengan cepat mengalihkan pandangannya
ketika Sarah memasukkan kunci kedalam pakaian di dadanya.
Daniel dengan cepat masuk kedalam kamar mandi.
Sarah mengikutinya, ia melihat Daniel muntah darah dan setelah berkumur, Sarah
melihat bibir Daniel pucat seperti semalam sore. Sarah menjadi merasa bersalah.
Kenapa ia bisa bertubi – tubi melakukan kesalahan. Seperti bukan dirinya, yang
selalu berbuat terbaik tanpa melakukan kesalahan.
Sarah mengusap bibir Daniel yang basah, dengan
cepat Daniel merebut tisu dari tangan Sarah kemudian berjalan keluar kamar dan
berdiri didepan pintu.
“buka....” kata Daniel
“tidak..” kata Sarah dengan tegas. Sarah berjalan
kearah tempat tidur dan mengambil ponsel nya.
“aku harus beristirahat.” jelas Daniel.
Sarah melirik kearah tempat tidur sambil
meletakkan ponselnya di telinganya.
__ADS_1
Tidak ada pilihan, fisiknya butuh beristirahat.
Daniel berjalan kearah sofa panjang dan berbaring. Kemudian memejamkan matanya.
Sarah mencari nomor Mayleen dan segera
menghubunginya.
“halo mama..... bagaimana ini, Daniel muntah
darah karena tidak sengaja aku memegang dadaya terlalu kuat."
Daniel menatap tajam Sarah, tidak sengaja? Jelas
– jelas ia memukul dadanya. Sarah melihat Daniel sedang menatap tajam
kearahnya, tatapan mata tidak senang terlihat jelas dalam sorot matanya. Sarah
segera pura – pura tidak melihat Daniel.
Mayleen memiliki energi penyembuh. Jadi pasti
mamanya mengetahui solusi apa yang harus dilakukannya saat ini.
“dimana ia sekarang?” tanya Mayleen
“dikamar ku.”
“sebentar...”
Mayleen diam sejenak, untuk memastikan kondisi
Daniel dari jarak jauh.
“Sayang,.,,, apa yang kamu lakukan. Sekarang
hanya kamu yang bisa menyembuhkan.”
“aku...” Sarah memegang dadanya seolah menunjuk
dirinya kemudian melihat kearah Daniel yang sudah memejamkan matany.
“ya.... energi penyembuh dari kamu akan
membuatnya cepat pulih.”
“aku tidak pernah menyembuhkan siapapun ma,,, “
Sarah Li mulai meragukan kemampuan dirinya dan kembali menatap Daniel.
dadanya.
“karena kamu belum pernah mencoba. Energi kamu
jauh lebih baik untuk Daniel dibandingkan dengan mama. Dalam diri kamu ada
energi dari klan naga dan klan ular yang bertaut menjadi satu. Dan dari
keluarga Li, hanya kamu yang memiliki energi penyembuh yang sempurna.” jelas
Mayleen
“mama yakin?” tanya Sarah dengan ragu
“tentu saja. Baringkan dia ditempat tidur. Fokuskan
energi yang kamu miliki. Letakkan tanganmu didadanya, konsentrasi mengalirkan
energi dari tubuh kamu ke dia.”
“apa dengan begitu energi ku akan berpindah??
atau bagaimana” tanya Sarah
“karena ini pertama kalinya, tentu saja kamu
harus konsentasi memindahkan energi kamu dengan begitu pasti akan berpindah ke
tubuh Daniel. Mama percaya kamu bisa melakukannya dengan baik"
“baiklah ma... aku tutup dulu panggilannya.”
Sarah membuka selimut, dan kemudian berjalan
kearah sofa.
“tidur ditempat tidur, aku akan mencoba
mengobatimu.”
Daniel hanya diam, tiba – tiba ia duduk berlari
kearah kamar mandi. Lagi – lagi pria itu muntah darah. Tubuh Sarah bergetar
melihat Daniel yang seperti ini. Satu kesalahan bodoh yang dilakukannya bisa
__ADS_1
berakbiat fatal seperti ini. Sarah membersihkan darah di westafel kemudian
menyeka mulut Daniel.
Daniel kali ini hanya diam saja, kedua tanganya
bepegangan pada meja westafel yang tebuat dari keramik berwarna putih. Tubuhnya
kembali tidak bertenaga,jadi ia membiarkan Sarah melalukan hal semaunya. Kaos
putih Daniel sudah penuh dengan bercak darah.
“masih mual??” tanya Sarah.
Daniel mengangguk pelan. Kemudian Daniel muntah
darah lagi dan kali ini lebih banyak. Sarah membuka baju Daniel dan memegang
dadanya sambil memejamkan mata. Daniel merasakan ada energi hangat yang masuk
kedalam tubuhnya.
“sudah, jangan habiskan energimu. Aku istrahat
saja.”kata Daniel sambil menyingkirkan tangan Sarah dari dadanya yang tidak
mengenakan pakaian sama sekali. Daniel hanya mengenakan celana pendek berjalan
terhuyung ke tempat tidur. Sarah dengan sabar mengikutinya karena bagaimana pun
ini adalah kesalahannya. Membuat Daniel kesal hanya menambah masalah saja
pikirinya.
Setelah Daniel naik ke tempat tidur, Sarah duduk
ditempat tidur dan meletakkan tangannya didada Daniel.
Daniel menyingkirkan tangan Sarah dari dadanya.
“DANIEL LONG.” kata Sarah kesal.
“apa kamu tahu apa yang akan terjadi jika kamu
melakukan hal ini??”
“tahu.. jangan dikte aku” jawab singkat Sarah
dengan suara kuat.
“kalau tahu jangan lakukan.”
“bukan kah ada kamu... jika aku kehabisan energi
ada kamu yang menggendongku? Ketika sedang karoke dan aku tertidur bukan kah
kau yang menggendongku. Bahkan jika aku sudah tidak sanggup bergerak bukankah
ada kamu yang akan menyuapi ku makanan. Kenapa kamu perhitungan sekali..” jawab
Sarah tanpa berpikir panjang.
“Nona ketiga Li pasti salah paham. “ jawab Daniel
sambil mengalihkan pandangannya dari Sarah.
Sarah tidak mau mendengar perkatan Daniel lagi,
ia meletakkan tangannya didada Daniel dan mulai berkosentrasi melakukan
pengobatan kepada Daniel. Sarah memejamkan matanya, dan mulai mengalirkan
energi ketubuh Daniel.
Ketika melakukan pemindahan energi, Sarah bisa
melihat jantung Daniel terluka parah. Pengobatan yang dilakukan mamanya hanya
bisa menyembuhkan 20 persen luka ditubuhnya.
Sarah bisa melihat sedikit demi sedikit bisa
melihat bagian tubuh Daniel yang terluka. Energi dari tubuh Sarah memperbaiki
tubuh Daniel yang terluka. Daniel tidak bisa melakukan apapun ketika Sarah
sudah melakukan transfer energi. Tubuhnya terasa dikunci oleh Sarah, tidak bisa
bergerak sama sekali.
Hampir satu jam Sarah melalukan pengobatan kepada
Daniel dan luka yang ada di dalam tubuhnya benar – benar sembuh total. Energi
yang cukup besar sudah dikeluarkan Sarah, membuat dirinya tidak sadarkan diri
__ADS_1
dan jatuh pingsan di sebelah Daniel.